Satu Jemaah Haji Asal Kalimantan Barat Meninggal Dunia di Madinah

Satu Jemaah Haji Asal Kalimantan Barat Meninggal Dunia di Madinah

  Selasa, 23 Agustus 2016 09:30
LEPAS JEMAAH: Wakil Gubernur Kalbar Drs Christiandy Sanjaya, SE MM didampingi Bupati Sambas,Wakil Bupati Sintang, dan Karo Kesos Prov Kalbar menyerahkan Bendera Merah Putih Kepada Sumarno, Ketua Rombongan Jemaah Calon Haji Kloter 14 kalbar menuju Tanah Suci di Embarkasi Batam, (22/08). ISTIMEWA

Berita Terkait

SATU jemaah asal Kalimantan Barat meninggal dunia saat tiba di Madinah, Sabtu (20/8) pukul 17.00. Jemaah haji itu bernama Muhammad Thahir Razak, asal Kabupaten Sanggau dari kloter 11 regu 15. Muhammad berangkat mulai pada 18 Agustus 2016. 

“Jemaah ini meningal dunia setelah beberapa jam tiba di Madinah. Informasi yang diterima meninggal dunia karena sakit. Jemaah ini meninggalnya mendadak,” kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kalimantan Barat Syahrul Yadi, Senin (22/8).

Selain itu tercatat ada tiga jemaah ditunda keberangkatannya hingga tahun depan karena sakit. Dua jemaah asal Kabupaten Sanggau yang berangkat dari kloter 11. Satu jemaah asal Kabupaten Kayong Utara berangkat dari kloter 14. Tertundanya keberangkatan itu juga disebabkan ada jemaah yang hamil. 

“Jemaah yang ditunda keberangkatan hingga tahun depan ini sudah kembali ke rumahnya masing-masing,” jelas Syahrul. 

Kemudian ada empat jemaah yang juga ditunda keberangkatan dan berpindah ke kloter lainnya. Semuanya jemaah asal Kota Pontianak. Tiga jemaah dari kloter 12 dan satu jemaah dari kloter 13. 

Rencana para jemaah ini akan diberangkatkan melalui embarkasi Batam pada kloter terakhir yakni kloter 20 tanggal 28 Agustus. Dari empat itu, dua jemaah sudah berada di Batam dan duanya lagi masih berada di Pontianak. 

Selasa ini merupakan keberangkatan terakhir jemaah asal Kalimantan Barat. Jemaah dari kloter 15 itu akan berangkat bergabung dengan jemaah dari Kepulauan Riau dan Jambi. Totalnya ada 92 jemaah yang akan diberangkatkan. 

Syahrul memastikan keseluruhan jemaah yang ada saat ini baik-baik saja. Hanya saja kondisi yang perlu diwaspadai saat ini yakni suhu yang terbilang tinggi. “Informasi yang kami terima temperatur terakhir mencapai 45 derajat celcius. Kami tetap mengimbau jemaah untuk menjaga fisiknya,” pinta Syahrul. 

Wakil Gubernur Kalbar Drs Christiandy Sanjaya kembali mengingatkan jemaah haji untuk selalu menjaga kesehatan fisiknya. Imbauan itu karena mengingat cuaca yang cukup panas harus dihadapi jemaah ketika menunaikan ibadah haji. 

“Jemaah harus menjaga kesehatan agar ibadah hajinya lancar,” pesan Christiandy saat melepas Jemah Haji di asrama haji Batam (22/8). Hadir di acara pelepasan Bupati Sambas, Wakil Bupati Sintang, perwakilan Ketua DPRD Kab/kota dan lain sebagainya. 

Masih disampaikannya, dia mengingatkan agar jemaah jangan lupa bersyukur karena bisa melaksanakan ibadah haji tahun ini. Sebab butuh butuh waktu yang cukup lama agar ibadah kelima dari rukun Islam ini bisa terlaksana. 

Menurutnya agar perjalanan ke tanah suci dapat dilaksanakan dengan baik maka perlu ditunjang fisik dan mental yang baik pula. Karena itu dibutuhkan penggelolaan waktu dan energi yang baik agar tidak terkuras habis.

“Jalani ibadah dengan baik. Kurangi kegiatan yang tidak menunjang ibadah haji. Jangan memisahkan diri, ikuti selalu aturan dan arahan dari petugas,” pesannya.

Selain jemaah, Christiandy juga mengingatkan agar petugas TPHD yang bertugas selalu mengawal dan mengingatkan jemaah calon haji agar tetap memperhatikan faktor keselamatan. Di jadwalkan pada tanggal 1 Oktober akan tiba di tanah air. (mse)

 

1.    Satu jemaah meninggal dunia Sabtu (20/8). Muhammad Thahir Razak, asal Kabupaten Sanggau. 

2.    Jemaah yang meninggal dari kloter 11 regu 15.

3.    Tiga jemaah keberangkatannya ditunda hingga tahun depan. Alasannya karena sakit dan ada yang hamil.

4.    Empat jemaah ditunda keberangkatan ke kloter terakhir yakni kloter 20. Berangkat tanggal 28 Agustus 2016.

5.    Jemaah yang ditunda keberangkatan, dua sudah di Batam dan dua lagi di Pontianak.

6.    Empat jemaah yang berpindah kloter ini berasal dari Pontianak.

Sumber : Kementerian Agama Kalimantan Barat

Liputan Khusus: 

Berita Terkait