Sarat Sejarah di Grup A

Sarat Sejarah di Grup A

  Minggu, 28 Agustus 2016 10:13

Berita Terkait

MONACO – Feyenoord Rotterdam dan Manchester United. Dua klub yang selalu berada dalam rak memori manis Robin van Persie. Bersama Feyenoord, Van Persie langsung mencuri perhatian Eropa dengan trofi Piala UEFA di musim perdananya, 2001-2002.

Meski tidak satu gol pun dalam tujuh pertandingan Piala UEFA, Van Persie sukses menyabet penghargaan Talenta Muda Terbaik KNVB (Federasi Sepak Bola Belanda). Modal yang membuatnya berpetualang ke Inggris dengan bergabung bersama Arsenal.

Sementara di United, Van Persie hanya menghabiskan tiga musim (2012-205). Namun, bersama Setan Merah, sebutan United, Van Persie merasakan manisnya gelar Premier League di musim 2012-2013 dan Piala FA 2013.

Kedua klub inilah yang bakal dihadapi oleh RVP, julukan Van Persie, bersama Fenerbahce di Grup A Europa League yang drawing-nya dilakukan sore WIB di Grimaldi Forum (26/8). Adapun satu klub lainnya adalah wakil Ukraina, Zorya Luhansk.

”Van Persie kembali ke Old Trafford. Dia layak keluar karena hengkang dari klub tanpa pengumuman,” ujar United sebagai psywar di akun twitter-nya.

Kicauan ini langsung mendapat reaksi dari para netizen. ”Dia pantas mendapat cinta di Old Trafford. Rumah sejatinya,” cuap akun twitter bernama Rio Handa Prasetya.

Tidak hanya Van Persie saja, Grup A ini juga sarat akan sejarah bagi beberapa pemainnya. Seperti misalnya winger Dirk Kuyt yang tidak hanya melawan Fenerbahce yang merupakan eks klubnya selama musim 2012-2015. Namun juga Van Persie yang pernah menjadi rekan setimnya di raksasa Turki itu musim lalu.

Sementara bagi Wayne Rooney, Fenerbahce menyuguhkan kenangan manis dimana dia mencetak hattrick pertamanya kala United menang telak 6-2 di fase grup Liga Champions musim 2004/2005.

Manajer United, Jose Mourinho, berkata bahwa Grup A bakal menjadi grup yang sangat sulit karena adanya Fenerbahce dan Feyenoord yang punya tradisi bagus di kompetisi Eropa.

”Aku tahu bahwa ini bukanlah Liga Champions. Namun, aku yakin bahwa drawing ini bagus bagi fans dan pemain karena bisa meningkatkan motivasi,” tutur United dalam konferensi pers jelang melawan Hull City seperti dilansir BBC.

Tidak jauh berbeda dengan Mourinho, pelatih Fenerbahce, Dick Advocaat juga berujar dia tidak bisa berkoar bakal lolos dari Grup A dengan mudah. ”Tim-tim yang ada disini sangatlah berkualitas. Grup ini sangatlah bagus bagi fans,” ujarnya dikutip oleh situs resmi UEFA.

Sementara grup lainnya, AS Roma mendapat lawan yang relatif mudah di Grup E dengan menghadapi jagoan Republik Ceko Viktoria Plzen, Austria Vienna, dan wakil Rumania Astra Giurgiu.

Allenatore Roma, Luciano Spalletti, tidak mau meremehkan lawan-lawannya. Dirinya berkaca dari pengalaman terbaru mereka yang gagal lolos ke fase grup Liga Champions karena kalah agregat 1-4 dari FC Porto.

”Aku tidak melihat satu tim bisa begitu dominan dengan berada di puncak. Grup ini adalah grup yang sangat sulit,” tukasnya dilansir oleh Roma TV. (apu)

Berita Terkait