Sanimu Saludin, Warga Mega Timur, Terancam Hukuman Mati

Sanimu Saludin, Warga Mega Timur, Terancam Hukuman Mati

  Kamis, 22 September 2016 09:02

Berita Terkait

SANIMU Saludin warga Negara Indonesia asal Kalimantan Barat tepatnya di Desa Mega Timur, Kecamatan Sui  Ambawang harus berhadapan dengan aparat Police Di Raia Malaysia (PDRM) Kontinjen Sarawak karena kedapatan membawa senjata api rakitan berikut 94 butir amunisi, di tempat tinggalnya, Kampung Sau, Sungai Metapus, Mukah, Sarawak, Malaysia Timur.
Pengungkapan kepemilikan senjata api tersebut berawal dari pengembangan penyelidikan Police Di Raja Malayasia Kontinjen Sarawak terkait kasus perampokan di wilayah tersebut, Rabu (7/9) lalu.

Menurut Laison Officer (LO) Polri di Sarawak, Kompol Taufik Noor Isya  S.Ik, pihaknya telah berkordinasi dengan pihak PDRM Kontinjen Sarawak, dan dengan Polda Kalbar untuk mengecekan alamat tempat tinggal Sanamu di Kalimantan Barat serta ingim mendapatkan catatan Kepolisian, apakah yang bersangkutan pernah melakukan tindak kriminalitas di Kalimantan Barat.
Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Drs, Suhadi Sw, M.Si ketika dikonfirmasi menyatakan bahwa pihak Polda Kalbar setelah mendapat informasi tersebut langsung mengambil langkah-langkah diantaranya menghubungi para Kapolres Jajaran polda Kalbar untuk mendapatkan data dimaksud.
Berdasarkan  keterangan para tetangga Sanimu di Sui Ambawang  bahwa yang bersangkutan sudah 4 sampai 5 tahun lalu telah pindah tidak lagi di Mega Timur dan rumahnya sudah dijual karena masalah ekonomi.
Hasil pelacakan Direktorat Reserse Polda Kalbar, tidak ditemukan adanya catatan Kepolisian, namun pihaknya terus melakukan kordinasi dengan Kapolres, siapa tahu ada catatan kepolisian di Wilayah Polres atau ada melakukan tindakan Radiakalisme.
Menurut Keterangan dari Ketua Jabatan Siasatan Jenayah IPK Sarawak Sac Datok Dev Kumar terkait penangkapan Warga Negara Indonesia asal Kalbar, karena memiliki senjata api secara illegal di Malaysia yang bersangkutan bisa  dijerat dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Malaysia, Seksyen 8 Akta Senjata Api tahun 1971 dengan ancaman hukuman mati. Saat ini Sanamu masih ditahan di Sarawak.
Suhadi  menjelaskan bahwa warga Negara Indonesia yang membawa senjata api atau bahan peledak termasuk amunisi secara illegal bisa dikenakan Undang Undang Darurat nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman sementara 20 tahun.(arf) 

Berita Terkait