Sang Kepala Desa Diusulkan Raih Kalpataru

Sang Kepala Desa Diusulkan Raih Kalpataru

  Jumat, 1 April 2016 09:41
KOLAM : Kolam ikan arwana dan ikan kosumsi mudah dijumpai di Kapuas Hulu. MUSTA’AN

Berita Terkait

Desa Empangau kecamatan Bunut Hilir merupakan salah satu desa di kabupaten Kapuas Hulu yang konsisten menjaga kelestarian danau dan ekosistemnya dengan merestoking aneka jenis ikan. Terutama ikan silok (Arwana). Dari komitmen itu, Joni Karyadi, sang kades diusulkan meraih Kalpataru oleh Pemda Kapuas Hulu. Mustaan, Kapuas Hulu

“KAMI sudah menikmati hasil pelestarian danau, berikut ekosistemnya. Danau yang kami jaga itu, bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah,” tutur Joni Karayadi, Kamis (31/3) siang. Pundi-pundi rupiah yang ia maksud adalah masyarakat bisa mendapatkan penghasilan dari panen ikan kosumsi dan ikan silok yang dilakukan setiap dua tahun sekali, ini juga merupakan pendapatan tetap desa Empangau.

Pria yang akrab disapa Boy ini mengatakan, selain bisa menjadi sumber pendapatan masyarakat dan desa, berkat menjaga kelestarian danau dan ekosistemnya. Desa empangau melalui Pokmawas (kelompok masyarakat pengawas) telah meraih berbagai penghargaan dari pemerintah. Antaranya menangkan lomba tingkat kabupaten, provinsi, pusat (nasional) dan diusulkan menerima Kalpataru.

Pria yang penah mengenyam pendidikan di fakultas kehutanan Untan Pontianak ini mengatakan, masyarakat Empangau memiliki kesadaran yang tinggi dalam memeliharan kelestarian alam, dalam hal ini sungai danau.

“Sungai dan danau merupakan sumber kehidupan masyarakat. Karena sebagian masyarakat Empangau ini nelayan. Jadi mereka berkomitmen menjaga kelestarian danau,” tuturnya.

Sebelum dilakukan pelestarian danau, menurut Boy, ikan-ikan disekitar danau Empangau nyaris punah, terutama untuk jenis ikan silok dan ikan kosumsi yakni entukan. “Kalau untuk ikan silok, yang terbaik dari danau Empangau. Seluruh masyarakat kapuas hulu tahu itu,” jelasnya. Akan tetapi sejak adanya pelestarian danau, melalui danau lindung dan adanya restoking, panen ikan jadi berlimpah.

Dikatakannya, setelah dilakukan penyetokan ulang (restocking) ikan arwana, tangkapan masyarakat nelayan Desa Empangau secara lestari bisa mencapai Rp 300 juta dengan total anakan ikan arwana sekitar 150 ekor. Sementara desa melalui kas danau lindung mendapat kontribusi rata-rata Rp 9-10 juta setiap tahunnya.

“Desa dan masyarakat sama-sama menikmati hasil daru danau,” ucapnya. (*)

Berita Terkait