Sampai Madinah, CJH Indonesia Masih Saja Hadapi Masalah

Sampai Madinah, CJH Indonesia Masih Saja Hadapi Masalah

  Kamis, 11 Agustus 2016 15:41

Berita Terkait

MADINAH – Problem pemberangkatan calon jamaah haji (CJH) tidak hanya terjadi di tanah air. Saat CJH tiba di tanah suci, masalah yang sebenarnya bisa diatasi di embarkasi, masih saja lolos.

Seperti yang terjadi pada hari pertama kedatangan CJH Indonesia di Bandara Internasional Pengeran Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah.

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menemukan dua masalah tak terduga. Pertama, dialami CJH bernama Juanda Sulaiman Ahmad. CJH kloter 1 Embarkasi Batam itu kedapatan membawa koper berisi 20 kilogram obat-obatan.

”Obat-obatan itu merupakan pemberian pemda setempat untuk seluruh jamaah dari Kabupaten Natuna,” ujar Kepala Daker Airport Nurul Badruttamam kemarin.

Koper itu sempat tertahan agak lama sampai akhirnya tim kesehatan meluncur bandara untuk memberikan penjelasan. ”Persoalan itu bisa terselesaikan. Petugas di bandara mengizinkan obat-obatan itu dibawa jamaah,” ujarnya.

Persoalan kedua adalah hilangnya lembar visa milik CJH asal Embarkasi Surabaya bernama Sahwati Sumardin Sagiman. Perempuan asal Sumenep itu kebingunan saat petugas imigrasi bandara menginformasikan bahwa paspornya tidak dilengkapi visa.

Petugas langsung menghubungi Kantor Urusan Haji Indonesia yang ada di terminal. Lantaran pengurusan visa haji Indonesia saat ini sudah menggunakan fasilitas E-Hajj, persoalan itu bisa diatasi.

“Setelah visa dicetak ulang, ternyata visanya tidak hilang. Ditemukan di dalam tas jamaah,” kata Nurul.

Kendala-kendala kecil masih sering ditemukan, khususnya terkait dengan barang bawaan jamaah. Banyak  koper jamaah yang tertahan lantaran harus melalui pemeriksaan fisik.

Proses penyelesaian masalah itu ssemakin lama karena mayoritas koper jamaah dikunci dengan gembok.

”Saat di bandara jamaah terpisah dengan koper. Kalau ada masalah dengan barang bawaan, petugas harus mencari jamaah untuk meminta kunci kopernya,” ujarnya.

Wilayah Markaziyah

Para CJH yang tiba kemarin sudah menempati hotel masing-masing. Lokasinya di kawasan Markaziyah. Yakni, hotel-hotel yang mengitari Masjid Nabawi dalam radius maksimal 650 meter.

Meski demikian, banyak CJH Indonesia yang menempati hotel yang sangat dekat dengan Masjid Nabawi. Contohnya CJH kloter 1 Embarkasi Surabaya. Mereka menempati Hotel Anshar Golden Tulip, hotel setara bintang 3 itu berada di sisi barat Masjid Nabawi. Tidak lebih dari 100 meter.

Ketua rombongan di kloter 1 Embarkasi Surabaya Farham Sadas Asmawi menilai kualitas pemondokan haji di Madinah tahun ini sangat baik.  ”Kalau dekat seperti ini, menjalani ibadah arbain jadi lebih gampang,” katanya. (fat/ca)

 

Liputan Khusus: 

Berita Terkait