Sampah Menumpuk Karena Keterbatasan Personel

Sampah Menumpuk Karena Keterbatasan Personel

  Selasa, 25 Oktober 2016 09:30

Berita Terkait

Pantai Pulau Datok dengan Sampah Bertebaran

SUKADANA – Mengenai permasalahan sampah usai perhelatan Sail Selat Karimata, lebih dikarenakan keterbatasan personel petugas kebersihan, sehingga tidak mampu untuk mengakomodirnya. Hal tersebut diungkapkan kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Kayong Utara, Basri, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (24/10).

“Paska-Sail, namun yang lebih dominan ini berada di posisi, untuk pariwisatanya ini berada di Disbudparpora, sekarang dapat kita lihat bahwa kotoran-kotoran (sampah) di sana, sampah-sampah yang  belum dapat diakomodir. Ini maknanya, Disbudparpora, (Dinas) PU, (Satuan) Pol PP harus duduk satu meja. Ini mungkin saja Disbudparpora belum memiliki tenaga-tenaga untuk pembersihan di sana, kalau pun ada, terbatas,” tegas Kasatpol PP.

Terkait banyaknya aset yang hilang mau pun rusak, Kasatpol PP berharap ada kerja sama dengan SKPD terkait pembangunan pos jaga. Sehingga, harapan dia, setiap hari ada petugas Satpol PP yang berjaga di lokasi tersebut. Walapun hingga saat ini diakui Basri, mereka juga masih keterbatasan personel.

“Kami Satpol PP hanya pengamanan, tantibum saja tepatnya. Kalau memang bicara pengamanan di pantai, ini belum ada kesepakatan. Kami sebenarnya ada suatu niat di sana (Pantai Pulau Datok, Red) supaya bagus, aset-asetnya terjaga, kami ingin pos di sana, walaupun dengan keterbatasan anggota kami, saya akan atur di sana, minimal satu hari dua orang jaga di sana,” sambung Basri.

Menurut Basri, berdasarkan sambutan yang disampaikan Presiden Jowo Widodo pada puncak Sail Selat Karimata, ketika itu diharapkan bukan hanya menjadi kegiatan seremoni yang habis begitu saja. Akan tetapi, dia menambahkan, menjadi pekerjaan rumah bagi semua pihak. Tujuannya, menurut dia, agar Kayong Utara dapat menjadi daerah wisata untuk menarik wisatawan baik lokal maupun luar negeri. Sehingga, lanjut dia, akan memberikan dampak perekonomian kepada daerah dan masyarakat di Kayong Utara.

Mengenai hal ini, menurut dia, kepada seluruh SKPD harus dapat bekerja sama dalam membangun Kayong Utara lebih baik lagi. “Saat ini pihak Disbudparpora belum ada memanggil kami untuk duduk bersama, PU duduk bersama. Sesuai apa yang dikatakan (Presiden) Jokowi kemarin, bahwa Sail Selat Karimata ini bukan hanya bersifat seremonial saja, terus berkelanjutan, dan memberikan efek positif terhadap masyarakat,” terangnya.

Mengenai hal ini, tentunya, sambung dia, mereka akan tetap melakukan kerja sama dan bahu membahu demi kemajuan Kabupaten Kayong Utara. “Akan tetap bahu membahu bersama SKPD lain. Niat kita sama-sama mengangkat marwah pada Kabupaten Kayong Utara ke depan. Buktinya kami dari kemarin hingga hari ini membersihkan baleho-baleho (sisa Sail) yang diangap sudah kedaluwarsa. Ini memang tugas kami untuk menertibakannya, agar tidak kelihatan kumuh,” tutupnya. (dan)

Berita Terkait