SAMPAH Dialokasikan Rp 3 M

SAMPAH Dialokasikan Rp 3 M

  Selasa, 24 November 2015 09:25
SAMPAH: Sampah menjadi musuh utama setiap perkotaan. ISTIMEWA

Berita Terkait

SAMPAH masih menjadi masalah serius perkotaan, tidak terkecuali kota Putussibau. Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, Kapuas Hulu Nusantara Gawat S. Sos, M.M menyatakan tahun depan telah dialokasikan anggaran Rp3 miliar untuk pembenahan sampah. Dengan dana itu masalah sampah di kota Putussibau bisa ditangani dengan baik, tentu harus di dukung masyarakat.

Dana Rp 3 miliar itu lebih pada penguatan armada yang selama ini dinilai masih sangat terbatas dan tidak sebanding dengan volumen sampah yang terus meningkat.

“Rencananya dan itu akan kami gunakan untuk pembelian armada dan sarana-prasarana serta operasional lainnya. Karena memang salama ini sarana dan prasarana untuk mengangkut sampah masih kurang,” terang Gawat, kemarin.Dikatakan Gawat, saat ini Dinas Cipta Karya baru memiliki 14 bak sampah, satu unit truk dan dua amrol. Jumlah bak sampah tersebut kata dia disebarkan pada beberapa titik wilayah Kota Putussibau dan sekitarnya. Kendala yang dihadapi dalam penanganan sampah selama ini lebih kepada lokasi penempatan bak, karena belum adanya koordinasi yang baik dengan pengurus RT/RW serta Lurah.

Sehingga, tutur Gawat, keberadaan bak sampah sering dikomplain masyarakat sekitar. “Seperti di Kota Putussibau, kesadaran masyarakat memang masih kurang. Kami sudah tempatkan bak sampah, tapi tidak dibuang pada bak sampah, mereka melempar begitu saja. Kemudian komplain dari RT atau Lurah, karena sampah yang dilempar berhamburan. Jadi memang kurang komitmennya,” ujar Gawat

Menurut Gawat, volume sampah di Kota Putussibau setiap tahunnya menunjukan peningkatan, hal tersebut dipicu tingginya konsumsi masyarakat dan kontribusi dari pasar, pemilik usaha seperti rumah makan dan industri rumahan. Untuk mendukung pembenahan sampah, Dinas Cipta Karya terus berupaya menambah armada dan mengintensifkan kerja karyawan yang sebagian buruh lepas.

 “Untuk mengantisipasi penumpukan pada bak, maka jam kerja karyawan kami tambah, ada lembur mereka, Sabtu-Minggu,” terangnya. Menurut Gawat, setelah dilakukan himbauan dan penataan lokai bak penampung sampah, masyarakat mulai berangsur tertib ketika membuang sampah.“Kalau dulu lempar begitu aja di luar bak, tak dimasukan. Untuk sementara saya lihat tertib,” katanya.(aan)

Berita Terkait