Sambungan Baru Rp2,8 Juta

Sambungan Baru Rp2,8 Juta

  Kamis, 25 February 2016 08:27
Asriadi

Berita Terkait

DALAM rangka keterbukaan informasi, PDAM Tirta Muare Ulakan beberapa waktu lalu telah menggelar rapat antara pusat, cabang, dan unit. Mereka membahas tentang penetapan dan penyeragaman harga sambungan baru pada tingkat pusat, cabang, dan unit.

Berdasarkan hasil rapat tersebut, menimbang harga satuan bahan yang terdiri atas komponen-komponen sambungan baru serta menyangkut adminstrasi, izin, jaminan langganan, dan upah, maka mereka memutuskan harga sambungan baru adalah Rp2,8 juta untuk tiap pelanggan, pada pemasangan normal. 

“Artinya biaya tersebut tidak termasuk jika ada terobosan jalan, tambahan pipa, serta galian. Untuk biaya tambahan ini kami mempersilakan kepada konsumen untuk bicara langsung dengan petugas pemasangan di lapangan. Jadi intinya biaya tambahan tersebut adalah berdasarkan kesepakatan antara konsumen dan petugas,” ungkap direktur PDAM Tirta Muare Ulakan, Asriadi, kepada koran ini, kemarin.

Informasi ini, kata dia, disampaikan kepada masyarakat, karena sebelumnya banyak kesimpangsiuran informasi mengenai harga sambungan baru PDAM. Untuk Pemasangan baru ini, kata dia, telah menerapkan SOP (standart operatinal prosedure), sehingga untuk pemasangan baru harus diajukan di kantor pusat, cabang, dan unit. Selanjutnya, dia menambahkan, akan dilakukan survei, di mana nantinya pemasangan akan dilakukan oleh petugas pelayanan (trandist), bukan oleh oknum yang tidak berkepentingan.

Bahkan, dia menegaskan, pemasangan itu pun setelah berita acara lengkap secara adminstrasi serta biayanya sudah disetor ke pusat.  “Hal ini kita lakukan untuk memperbaiki kinerja dan citra PDAM. Jika ada kesalahan-kesalahan, pihak kami kami mengharapkan masyarakat untuk tidak segan segera melaporkannya kepada PDAM Tirta Muare Ulakan Pusat Sambas di layanan telefon 0562-391168 atau 391868,” jelasnya.

Pihaknya meminta maaf terutama untuk jalur pelebaran, mulai dari Pemangkat sampai Tebas, karena sering terjadinya kebocoran-kebocoran, sehingga terkendalanya distribusi air ke konsumen. Begitu juga untuk masyarakat Kecamatan Sambas, karena di musim penghujan ini curah hujan cukup tinggi, sehingga dia tak memungkiri keasaman air di Sungai Sambas Besar menjadi tinggi. Akibatnya, dia menambahkan, warna air masih belum sesuai harapan dikarenakan kondisi seperti ini cukup sulit diolah dengan tawas, kaporit, maupun soda.

“Kami akan selalu berusaha memperbaiki kondisi pelayanan dan kinerja, dengan dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas dan masyarakat Sambas pada umumnya. Mudah-mudahan PDAM Tirta Muare Ulakan Kabupaten Sambas akan lebih baik ke depan,” ungkapnya. (har)

 

Berita Terkait