Sambas jadi Percontohan Nasional

Sambas jadi Percontohan Nasional

  Sabtu, 11 November 2017 09:43
PENGUKUHAN PENGURUS: Ketua Umum Parmusi mengukuhkan Pengurus Daerah Parmusi Kabupaten Sambas di kampus Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Sambas, Jumat (10/11).OZY/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Satu Kecamatan Lima Dai

SAMBAS – Kabupaten Sambas menjadi percontohan nasional dalam program Satu Kecamatan Lima Dai yang dilaksanakan Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) pusat. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Parmusi, Drs H Usamah Hisyam saat kegiatan pengukuhan PD Parmusi Kabupaten Sambas di Kampus Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Sambas, Jumat (10/11).
“Bentuk program nasional yang saat ini dilaksanakan Parmusi adalah Satu Kecamatan Lima Dai. Sambas menjadi pusat percontohan pertama merealisasikan program tersebut. Selama ini Parmusi Sambas sudah punya banyak Dai di tingkat kecamatan,” kata Usamah Hisyam menyampaikan program nasional yang dilakukan merupakan hasil Milad ke-18 dan Mukernas ke tiga.
Menurutnya, dalam rangka mewujudkan program tersebut, para Dai memiliki tugas memberikan pemahaman wawasan keilmuan, keimanan, ketakwaan, pengetahuan teknologi. Tak kalah penting, memandirikan perekonomian masyarakat. Sehingga program nasional ini digarap mulai dari bawah, yakni desa dan kecamatan. “Selain mewujudkan masyarakat Madani Islami lahir batin, memiliki ahlak mulia. Para Dai juga harus mendorong masyarakat mendiri secara ekonomi,” katanya.
Namun yang menjadi permasalahan, dilihat dari kondisi para Dai itu sendiri, secara ekonomi belum stabil. Maka akan ada program dari Parmusi yakni Parmusi Bisnis Center, dimana Dai diberikan usaha peternakan kambing atau domba. “Dalam upaya memandirikan perekonomian para Dai, akan ada program bantuan kepada para Dai, yakni satu Dai sepuluh ekor kambing. Diharapkan ini bisa dikembangkan secara bergulir agar menjadi mata pencaharian para Dai,” katanya.
Bahkan ke depannya, bukan saja ternak kambing. Usaha lainnya akan dilakukan dengan melihat potensi yang ada.”Ternak kambing ini salah satu contohnya, ke depannya bisa saja usaha lain, misalnya kopi. Dan apa usaha ke depan akan dikaji terlebih dahulu oleh Parmusi bisnis center,” katanya.
Usaha-usaha untuk para Dai ini akan didukung dari Parmusi pusat melalui perhimpunan LAZIS Muslimin Parmusi. “Dana dari lembaga amal zakat infaq dan sadaqah dari muslimin Parmusi ini akan dikelola menjadi dana produktif bergulir. Salah satunya diberikan kepada para Dai,” katanya.
Jika usaha ternak ini sudah berjalan, kemudian menghasilkan uang sebagai penghasilan Dai, maka Dai akan bisa fokus berdakwah. “Usaha untuk Dai ini, diharapkan agar para Dai fokus berdakwah. Sementara di rumah sudah ada sumber ekonomi yakni usaha ternak kambing,” katanya. 
Ketua PD Parmusi Kabupaten Sambas, H Satono SSos I MH mengatakan Sambas sebagai daerah dengan mayoritas penduduk beragama Islam. Pembinaan religi harus menjadi perhatian, dan inilahyang dilaksanakan Parmusi. (fah)

Berita Terkait