Salahi Aturan, SIUP Toko BS Dicabut?

Salahi Aturan, SIUP Toko BS Dicabut?

  Jumat, 20 May 2016 10:01
KADALUWARSA: Makanan dan minuman yang diamankan Diskumindag saat razia di tiga kecamatan Pemangkat, Semparuk dan Sambas. Razia digulirkan menjelang Ramadan. OZY/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

SAMBAS – Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kabupaten Sambas langsung mengeluarkan surat rekomendasi dan akan disampaikan ke Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Sambas, guna mencabut Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Toko yang namanya berinisial BS.

Hal ini dilakukan, sesuai temuan Diskumindag. Toko yang beralamat di Jalan Nusantara Kecamatan Pemangkat tersebut, melanggar peraturan perdagangan. 

Selain SIUP, Diskumindag juga merekomendasikan penghapusan BS dari Daftar Perusahaan di kabupaten ini. Serta membatalkan izin gangguan (UUG) atau HO (Hinder Ordonantie).

Kepala Bidang Perdagangan Diskumindag Kabupaten Sambas, Nisa Azwarita mengatakan rekomendasi yang akan disampaikan ke BPMPT. Disampaikan lantaran adanya pelanggaran yang dilakukan BS.

"Kita keluarkan rekomendasi, yang akan disampaikan ke Kantor Penanaman Modal. Sesuai tupoksi, kita hanya menyampaikan rekomendasi. Nantinya BPMPT Kabupaten Sambas yang akan mencabut SIUP, Daftar usaha serta lainnya," kata Nisa, Kamis (19/5) ditemui diruang kerjanya.

Rekomendasi yang dikeluarkan Diskumindag. Berdasarkan hasil razia yang dilakukannya bersama jajaran Polres Sambas dan Satpol PP Kabupaten Sambas. Bahkan temuan ini, diakui Niza, bukan kali pertama. Tapi sudah tiga kali.

"Kita dalam mengeluarkan rekomendasi tentunya sesuai prosedur. Peringatan maupun teguran tertulis sudah disampaikan.  Namun BS, mengulangi lagi. Bahkan setiap tahun toko tersebut selalu begitu (tak ada perbaikan dilakukan)," katanya.

Seperti ketika razia dilakukan pada Rabu (18/5). Ditemukan barang dagangan di toko tersebut melanggar aturan. Diantaranya barang kadaluwarsa masih dijual kemudian barang-barang yang tidak sesuai aturan perdagangan juga masih diperdagangkan.

"Temuan kita sangat banyak, mulai dari permen, hingga lainnya. Dan ini melanggar aturan perdagangan," katanya. Parahnya, kondisi ini terjadi hingga kali ke tiga dalam tiga tahun ini. Padahal peringatan sudah diberikan. Termasuk, sebutnya, pihaknya juga mendapati laporan dari konsumen di toko BS. Dimana orang tersebut berbelanja di tempat tersebut, dan barang yang dibeli menyalahi aturan.

Lebih parahnya lagi, lanjut Niza, pihaknya mendapati adanya dugaan penggantian tanggal kadaluwarsa di beberapa makanan dan minuman yang ditemukan di toko tersebut. "Kita mendapati, adanya coretan di tanggal kadaluwarsa. Ada coretan hitam yang seolah-olah diduga ingin menutupi atau mengganti tanggal kadaluwarsa yang aslinya," katanya.  Adanya rekomendasi yang dikeluarkannya. Toko BS dilarang beroperasi. "Toko BS dilarang beroperasi," katanya.

Dalam razia yang dilakukan di tiga Kecamatan, yakni Pemangkat, Semparuk dan Sambas. Selain temuan dari Toko BS. Pihaknya juga mendapati barang-barang dagangan di beberapa toko yang melanggar peraturan perdagangan. Diskumindag juga menyita makanan dan minuman hingga mainan anak-anak yang menyalahi peraturan termasuk izin edar.

"Toko yang lain, sifatnya masih pembinaan. Hanya satu toko yang kita rekomendasikan untuk dicabut SIUP-nya, yakni BS," katanya.

Pihaknya sangat berharap. Kepada para pengusaha atau pedagang. Untuk memperhatikan aspek kesehatan dalam menjalankan usahanya. Diantaranya tidak menjual barang kadaluwarsa. Lantaran jika ini diperjualbelikan, kemudian dikonsumsi masyarakat, dampaknya adalah penyakit. Kemudian kepada masyarakat, jadilah konsumen cerdas. Periksa merek dagang, tanggal kadaluwarsa dan produksi di barang yang akan dibeli.(fah)

Berita Terkait