Sajian Kuliner Pulau Dewata

Sajian Kuliner Pulau Dewata

  Kamis, 21 April 2016 10:07

Berita Terkait

Berkunjung ke sebuah daerah atau negara, tak sekadar menikmati objek wisatanya saja, tetapi juga ingin merasakan makanan khas daerah tersebut. Seperti di Bali yang juga beragam sajian kuliner khas yang patut di coba. 

Oleh : Marsita Riandini 

Ingin menikmati sate lilit dan bebek betutu khas Bali? Tak perlu jauh-jauh untuk terbang ke pulau dewata, di Pontianak pun Anda bisa menikmatinya. Bagi Anda yang ingin menghabiskan Jumat malam bersama pasangan ataupun keluarga sembari menikmati makanan khas Bali ini, bisa mengunjungi Hotel Golden Tulip Pontianak. Beragam sajian makanan khas Bali tersedia di buffet yang bisa Anda coba. 

Anda dan keluarga bisa menikmati sate lilit yang terbuat dari ikan tenggiri. Berbeda dari sate pada umumnya, sate lilit menggunakan batang serai sebagai tangkainya sehingga menambah aroma wangi dari sate tersebut. 

Bau amis dari ikan tergantikan dengan rasa bumbu yang dicampurkan ke dalam daging ikan yang sudah dihaluskan tersebut. “Sate lilit ini kita buat dari ikan tenggiri. Daging ikan tenggiri cocok dibuat sate lilit, sebab ketika dihaluskan dan dibentuk tidak mudah pecah. Berbeda pada ikan lainnya yang ketika dililit mudah pecah,” papar Sutrisno, Executive Chef Hotel Golden Tulip Pontianak. 

Chef Sutrisno mengatakan, makanan khas Bali ini memang lebih strong pada bumbu-bumbu tradisional, umumnya lebih menonjolkan warna kuning dari rempah tersebut. Sate lilit akan lebih sedap bila dicocol dengan sambal, seperti sambal mata, sambal teri ataupun sambal lainnya. 
Anda penyuka seafood?  Sambal-sambal tersebut pun cocok dinikmati bersama menu Stall BBQ. Salah satunya, Ikan Bakar Jimbaran yang cocok menjadi pilihan. Ikan bawal yang dipilih cukup segar dan besar. Olahannya dicampur dengan rempah-rempah, lalu dibakar. “Tak hanya ikan, ada juga nanti seafood lainnye seperti udang, kepitng, dan lainnya,” jelas dia. 

Citarasa Bebek Betutu cocok yang doyan pedas. Bumbu yang digunakan terdiri dari kencur, jahe, bawang merah, bawang putih, daun salam, cabe dan kunyit. Semua bumbu itu dicampur dan dimasukkan ke dalam bebek. Pengolahannya hampir mirip dengan ayam betutu. Tekstur daging bebek lembut, dan tidak amis. 

Lain lagi dengan menu yang satu ini. Sekilas, Daging Genyol yang terbuat dari daging sapi  ini mirip dengan semur, tetapi pengolahannya berbeda. “Bumbunya itu menggunakan kluwak yang biasa menjadi bumbu rawon dan kencur. Jadi citarasanya khas, tidak seperti semur daging biasa,” ucapnya. 

Tum atau Pepes  Ayam pun tak kalah menggoda untuk dinikmati. Menu yang berbungkus menggunakan daun pisang ini menghasilkan aroma yang sedap. Berbeda dari pepes biasanya, pepes ayam tidak bewarna kuning, tetapi menonjolkan warna ayam yang bercampur santan. “Pepes Ayam ini mirip garang asamnya orang jawa,” timpal Sutrisno. 

Pepes menjadi cara lain menikmati ayam. Nasi saja sebenarnya sudah cukup untuk menikmati sedapnya menu  tersebut. Bosan dengan nasi biasa? Nasi Sela bisa menjadi pilihannya. Nasi ini terbuat dari campuran beras dan ubi jalar. “Ini sengaja dicampur dengan ubi jalar, juga mengingatkan zaman dulu yang sengaja mencampurnya agar cepat kenyang,” pungkas dia. **

Berita Terkait