Sajadah Fajar tanpa Ali Jaber

Sajadah Fajar tanpa Ali Jaber

  Minggu, 27 March 2016 10:18
SAJADAH FAJAR: Ustaz Anas Said Az Zu'bi saat menyampaikan tausiyah pada gelaran Sajadah Fajar Akbar di Masjid Raya Mujahiddin Pontianak, Jumat (25/3) subuh lalu. MIFTAH/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK – Jemaah dari berbagai daerah di Kalbar berkumpul di Masjid Raya Mujahiddin Pontianak, Jumat (25/3) lalu. Mereka melaksanakan Sajadah Fajar Akbar. 

Sajadah Fajar kali ini terasa spesial karena juga diikuti puluhan hingga ratusan jemaah. Mereka berdatangan dari Singkawang, Sambas, hingga Landak. Sedikitnya enam unit bus terparkir di halaman masjid tersebut subuh itu.

Gelaran Sajadah Fajar kali ke-3.051 sontak dipenuhi jemaah dari Kota Pontianak, setelah sebelumnya mendengar kabar majelis akan diisi oleh Syekh Ali Jaber dari Madinah. Sayangnya, wajah Syekh tak dapat kunjung kelihatan subuh itu. 

Ketua Sajadah Fajar Kota Pontianak, A Munir HD, menjelaskan, beberapa bulan sebelum gelaran dilangsungkan, panitia sudah menghubungi pihak Syekh Ali Jaber. Rencana awal itu terpaksa dibatalkan karena, diakui dia, telah terjadi miskomunikasi antara panitia dan pihak mereka. Miskomunikasi yang dimaksud dia, karena tanggal dilaksanakannya acara belum dipastikan oleh pengurus kedatangan Syekh. Pihak Syekh terkenal dari Madinah itu, menurut dia, mengira gelaran Sajadah Fajar Akbar ini akan dilaksanakan Jumat depan, sehingga yang bersangkutan pun berangkat ke Yordania. ”Tapi kita selalu usahakan Beliau akan datang pada kesempatan lain,” janji Munir.

Sebagai informasi, Sajadah Fajar ini sendiri merupakan kependekan dari kalimat salat jemaah berpindah-pindah di waktu fajar setiap harinya. Jamaah Sajadah Fajar diikuti oleh berbagai elemen dalam masarakat, yaitu birokrat, praktisi, akademisi, politisi, ormas, dan perwakilan masjid-masjid. Sajadah Fajar ini sendiri bertujuan untuk memakmurkan masjid dan membangun silaturrahmi umat Islam khususnya di Kota Pontianak dan sekitarnya.

Menurut Munir, gelaran Sajadah Fajar Akbar memang tidak terjadwal secara pasti. Gelaran yang telah dimulai sejak 2007 tersebut, dijelaskan dia, hanya dilaksanakan pada hari libur panjang. Tujuannya, dikatakan dia, agar tidak menyulitkan atau mengganggu rutinitas kerja jemaah yang ingin menghadiri Sajadah Fajar Akbar. “Seperti hari ini, mumpung libur panjang, kita undang jemaah dari daerah untuk datang ke Masjid Mujahiddin,” ungkap mantan pejabat pemerintahan di Pemprov Kalbar tersebut.

Sedikit bocoran, ia mengungkapkan jika Sajadah Fajar Akbar selanjutnya akan dilaksanakan pada 22 Mei di Masjid Darussalam Kraton Tayan, di dekat Jembatan Pak Kasih, Tayan, Kabupaten Sanggau. Sedangkan acara Sajadah Fajar rutin Sabtu subuh, dikatakan dia, dilaksanakan di Masjid Nurul Falah Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.

Sajadah Fajar kemarin diisi tausiyah dengan tema pendeknya umur manusia. Ustaz H Anas Said Az Zu’bi mengisi tausiyah subuh itu menggantikan Syekh Ali Jaber. Munir menegaskan, yang mengisi tausiyah kala itu bukanlah cadangan. “Kalimantan Barat juga punya pendekar, alim ulama yang berkelas,” ujarnya terkekeh.

Di antara inti tausiyah pada subuh itu membahas tentang ayat yang sebelumnya dibacakan qari andalan Kalbar, yakni surah Asy-Syura ayat 44. Kapan manusia akan mendekatkan diri kepada Allah dengan umur umat Nabi Muhammad yang pendek. Ustaz Annas mengingatkan para jemaah yang hadir untuk segera mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Tetapi, dia mengingatkan, umur pendek yang diberikan oleh Allah jangan membuat mereka menjadi berkecil hati. Karena, dia memastikan jika umat Muhammad telah diberikan amalan-amalan yang lebih besar pahalanya daripada umat sebelumnya. “Umur adalah rahasia, kehendak-Nya akan tetap menjadi kehendak-Nya,” pungkas Ustaz. (mif)

Berita Terkait