Sail Karimata Dongkrak Ekonomi

Sail Karimata Dongkrak Ekonomi

  Jumat, 14 Oktober 2016 09:30
TARIAN KOLOSAL: Tarian Kolosal dengan mengangkat sejarah Sukadana akan disuguhkan pada kegiatan puncak Sail Selat Karimata 2016 di Kabupaten Kayong Utara. Tarian Dayak pun turut ditampilkan yang akan disaksikan juga oleh DANANG PRASETYO / PONTIANAK POST

Berita Terkait

KAYONG UTARA-  Festival Sail Selat Karimata 2016 akan mempercepat pertumbuhan ekonomi wilayah.  Presiden RI  dijadwalkan hadir membuka acara di Negeri Bertuah,  Kabupaten Kayong Utara, Sabtu 15 Oktober 2016. Jokowi akan didampingi ibu negara Iriana Jokowi. 

”Sail Selat Karimata ini adalah program nasional. Program Pemerintah Pusat yang diusulkan daerah-daerah. Walaupun pelaksanaanya di Kabupaten Kayong Utara, namun tidak mustahil mengangkat  martabat Provinsi Kalimantan Barat. Dan belum tentu 10 tahun kemudian, Kabupaten Kayong Utara jadi tuan rumah,” terang Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta Odang, saat menghadiri gelaran Sail Karimata, Kamis (13/10). Lebih lanjut Oesman mengatakan, perhelatan Sail Selat Karimata, juga akan mengangkat potensi ekonomi. ”Saya melihat banyak manfaat dari acara Sail Karimata. Saat ini saja, sudah 100 kapal pesiar dari luar negeri sudah datang. Karena itu, acara tersebut juga  akan mempercepat pertumbuhan perekonomian Provinsi Kalimantan Barat, melalui Kabupaten Kayong Utara,” paparnya.

Pulau Datok saat ini sudah berubah 180 derajat. Banyak pembangunan  dilakukan menjelang Sail Karimata. ”Pembangunan dipercepat dan menumbuhkan lapangan pekerjaan,” ujar Oesman.  

Pria asal Kayong Utara itu menambahkan, keunggulan Sail Karimata yakni menampilkan keindahan laut. ”Sudah banyak datang pelaut dari mancanegara. Silahkan tanya sendiri kepada mereka, bagaimana kesannya. Kalau saya sebagai warga asal sini,” jelas Oesman.  

Dia berharap, dukungan infrastruktur pemerintah, terus dilakukan. Menurutnya, acara tersebut, tidak mungkin terselenggara tanpa dukungan pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Iapun mengucapkan terimakasih Presiden Joko Widodo akan datang menghadiri Sail Karimata.

”Selain keindahan laut, di Kabupaten Kayong Utara, juga ada bukit-bukit. Ada gunung, ada tempat untuk melihat matahari tenggelam. Adanya Sail Karimata juga akan membuat wilayah tersebut promosi. Nanti media akan melihat, mana potensi pariwisata di sini. Dengan adanya kegiatan, ini, budaya juga terangkat. Program pemerintah ini benar, menggelar Sail Karimata, Untuk mendukung wisata,” imbuhnya. 

Untuk mendukung wisata dan percepatan pertumbuhan perekonomian, akan dibuat bandara dan pelabuhan. Lahan untuk bandara  sudah disediakan oleh pemerintah kabupaten. Pihaknya  berharap Kemenhub segera merealisasikan usulan tersebut. ”Keberadaan bandara juga akan mempersingkat waktu. Mempercepat jarak tempuh dan memperingan ongkos,” pungkasnya. 

Sesuai jadwal, gelaran puncak Sail Karimata akan dibuka Presiden Joko Widodo dengan didampingi oleh ibu negara Iriana Jokowi pada Sabtu (15/10). Beragam kegiatan akan dilaksanakan pada acara puncak tersebut, antara lain demo Air Medevac (Evakuasi Medis Udara) oleh TNI AL , sailing pass kapal layar ringan (yacht) yang berasal dari 9 negara, demo terjun bebas (free fall), Heli Bolco yang membawa banner Sail Selat Karimata 2016 serta tari kolosal yang akan dibawakan oleh 1000 pelajar dari Kabupaten Kayong Utara.

Selain kegiatan yang telah disebutkan diatas, beragam kegiatan dilakukan sebelum dan sesudah acara puncak Sail Selat Karimata di Kabupaten Kayong Utara. Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain pameran produk unggulan daerah pesisir, pelayaran Nusantara Jaya, seminar kemaritiman, pelayanan kesehatan, kerja bakti pembersihan lokasi acara puncak oleh sekitar seribu relawan Gerakan Budaya Bersih dan Senyum (GBBS). Ada juga, penanaman pohon untuk pelestarian plasma nutfah, festival kuliner, kompetisi perahu naga, pembangunan sentra informasi Nelayan, lomba desain tenun khas Kalimantan, peresmian pembangunan Masjid Sukadana, pembenahan akses jalan di Kabupaten Kayong Utara. 

Larang Pasang Foto Jokowi 

 Kepala Biro Humas Provinsi Kalbar Numsuan H Madsun menuturkan jika Presiden RI Joko Widodo tidak menginginan gambarnya di setiap spanduk dan baliho yang terpasang.  Hal itu pun, lanjut dia, sudah disampaikan langsung Biro Pers Kepresidenan. “Instruksinya agar di pelaksanaan acara tidak memasang spanduk ataupun baliho bergambar Presiden RI Joko Widodo,” jelas Numsuan kepada wartawan koran ini Kamis sore di Kayong Utara.

 Ia menegaskan tidak ada larangan mengenai ucapan selamat tersebut. Hanya saja, jelasnya, diminta jangan ada wajah Presiden Jokowi di spanduk atau baliho yang terpasang. "Boleh-boleh saja adanya ucapan selamat datang atau lainnya namun beliau (Presiden) dari awal tidak mau adanya fotonya," pinta Numsuan. 

 Karena itu, tambah dia, sesuai arahan jika memang masih ada terpampang wajah Presiden Jokowi maka spanduk atau baliho yang dipasang akan dicopot. “Presiden tidak mau ada fotonya termasuk iklan-iklan media,” kata dia mengingatkan. “Jadi tidak hanya untuk acara ini saja, tapi di setiap acara juga,” tambah dia lagi.  Menurutnya dari pantauan sejauh ini, masih adanya baliho maupun spanduk ucapan selamat datang seperti di Bandara Internasional Supadio Pontianak, Persimpangan Polda Kalbar dan beberapa daerah lainnya. 

Selain presiden dan ibu negara, beberapa menteri Kabinet Kerja dijadwalkan hadir. Di antaranya Menko Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan, Menteri Pariwisata Arif Yahya, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara serta Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo. 

 Deputi Bidang Koordinasi SDM, Iptek dan Budaya Maritim Kemenko Kemaritiman Safri Burhanuddin berharap output dari festival ini mampu mendorong percepatan pembangunan di wilayah kawasan Selat Karimata. Terutama Kayong Utara yang merupakan kabupaten pemekaran. 

“Kami ingin dengan kerja bersama antara pemerintah pusat dan daerah lewat promosi wisata dan produk unggulan, empat provinsi yang terlibat di event Sail Selat Karimata bisa lebih berkembang,” harap Safri. 

 Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan Arlinda juga berharap ada dampak positif lainnya yang bisa dirasakan dari event ini. 

 Terutama itu bagi daerah penyelenggara. Seperti menarik minat pelaku usaha mancanegara terhadap potensi produk-produk unggulan daerah pesisir Indonesia yang selama ini belum tergali secara maksimal. 

 Bupati Kayong Utara Hildi Hamid mengaku optimistis keberhasilan festival Sail ini akan dapat membantu daerahnya.  “Saya yakin bisa berdampak positif di sektor pariwisata. Sebab ada puluhan yachter dari mancanegara sudah datang ke tempat kami dan akan mengikuti rangkaian sail ini,” jelasnya. 

 Dari sisi keamanan pun, Kodam XII Tanjungura, Polda Kalbar dan Lanud Supadio sudah menyiapkan personelnya. Tercatat 3.308 pasukan gabungan TNI dan Polri dari Kodam XXI Tanjungpura sudah diberangkatan untuk mengamankan event ini.  Selain personel, pasukan ini juga dilengkapi dengan truk besar dan kecil, Baracuda, kendaraan tempur, satu unit jihandak, kendaraan logistik, truk tangki air, motor trail dan kendaraan penerangan.  Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bekerjasama dengan Telkomsel juga ikut berpartisipasi dengan menyediakan media center beserta infrastruktur internet untuk media. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan jaringan listrik di lokasi acara puncak, Kemkominfo bekerjasama dengan PLN. Setelah acara puncak, rangkaian Sail Selat Karimata yang merupakan bagian dari program Sail Indonesia akan ditutup dengan Festival Belitung.

 

Terjun Payung 

Penerjun payung Sersan Dua (serda) Mimi Febrianti akan turut memeriahkan  puncak acara Sail Karimata 2016 di Kabupaten Kayong Utara. Ia adalah penerjun yang berasal dari Sukadana, tepatnya di Desa Sui Mengkoang, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara.  Mimi akan mendapat kehormatan untuk mengalungkan kain buket kepada ibu negara, Iriana Joko Widodo pada pergelaran kegiatan puncak Sail Karimata 2016 di Pantai Pulau Datok, Sukadana, Kabupaten Kayong Utara. “Saya merasa bangga sebagai putri daerah asal Kayong Utara yang mewakili Kalbar menjadi penerjun dari TNI AL dan menyerahkan kain buket pada ibu negara,” katanya, Kamis (13/10) di Pantai Pulau Datok, pelataran puncak acara Sail Selat Karimata.  Ia mengaku tak pernah menyangka, jika di daerah kelahirannya saat ini (Kayong Utara.Red) memperoleh kehormatan menjadi lokasi digelarnya event internasional. Apalagi, sambung dia, kegiatan tersebut turut dihadiri Presiden Joko Widodo.“Tentunya saya sangat bangga kepada Kayong Utara bakalan ada acara besar seperti ini,”sambungnya.

Penerjun wanita kelahiran pada tahun 1994 ini sangat berharap, di Kayong Utara banyak yang akan mengikuti jejaknya menjadi srikandi di Angkatan Laut Indonesia. Menurutnya potensi bagi putri daerah untuk bergabung ke dalam TNI AL sangat besar.   “Memang saya srikandi angkatan laut yang pertama mewakili Kalbar khususnya di Kabupaten Kayong Utara. Untuk itu tentunya saya sangat berharap adik-adik saya dapat mengikuti jejak seperti saya,”  katanya.

(dai/nel/mse/dan)

Berita Terkait