Sadar Pajak Lewat Dunia Pendidikan

Sadar Pajak Lewat Dunia Pendidikan

  Sabtu, 12 Agustus 2017 12:53

Berita Terkait

Program Pajak Bertutur Serentak Seluruh Indonesia

PONTIANAK- Pada hari ini, Jumat (11/08) mulai pukul 09.00 WIB serentak di seluruh Indonesia diselenggarakan program Pajak Bertutur yaitu program pengenalan pajak yang ditujukan kepada anak didik mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) hingga kepada Mahasiswa di Perguruan Tinggi pada pukul 14.00 WIB. Program Edukasi Kesadaran Pajak dalam Sistem Pendidikan Nasional telah dimulai pada tahun 2014 yang ditandai dengan terbitnya Keputusan Menteri Keuangan Nomor 36/KMK.01/2014 tentang Cetak Biru Program Transformasi Kelembagaan Kementerian Keuangan Tahun 2014 – 2025.

Program Pajak Bertutur adalah bagian dari Inklusi Kesadaran Pajak yaitu dengan menyasar bidang pendidikan dan Indonesia ternyata bukan satu-satunya negara yang memasukkan pendidikan pajak dalam kurikulum di sekolah. Di Amerika Latin, sembilan negara memasukkan pendidikan pajak dalam kurikulum melalui kerja sama kementerian pendidikan dan otoritas pajak diantaranya  Meksiko, Kosta Rika dan Brasil. Tujuan dari Inklusi Kesadaran pajak ke dalam dunia pendidikan adalah untuk memberikan edukasi sejak dini kepada masyarakat khususnya kepada anak didik berkaitan dengan pajak,apa itu pajak dan manfaatnya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara sehingga dalam jangka panjang dapat mencetak generasi emas sadar pajak. Hal tersebut penting dilakukan mengingat pos pendapatan pada APBN dalam beberapa tahun terakhir lebih dari 75% bersumber dari pajak, sementara di lain pihak penerimaan pajak juga dalam beberapa tahun terakhir tidak pernah memenuhi harapan. Secara kuantitatif, program ini menargetkan diikuti oleh sedikitnya 100.000 siswa, sehingga akan tercatat sebagai sosialisasi perpajakan dengan peserta terbanyak dan kegiatan ini tentu saja akan memecahkan rekor MURI.

SOSIALISASI :  Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Pontianak, Nurbaeti Munawaroh (berjilbab) pimping langsung sosialisasi program Pajak Bertutur  di sekolah-sekolah. 

 

Tidak ketinggalan, program ini tentu saja dilakukan juga di Kota Pontianak. KPP Pratama Pontianak menyelenggaran Program Pajak Bertutur pada lima lokasi yaitu SD Negeri 03 Pontianak, SMP Negeri 3 Pontianak, SMA Negeri 3 Pontianak, SMA Negeri 1 Pontianak, SMK Negeri 1 Pontianak, dengan total peserta 288 anak didik. Materi Pajak Bertutur yang akan disampaikan kepada anak didik telah disesuaikan dengan tingkat pendidikan masing-masing dan tentu saja dikemas secara menarik baik melalui video interaktif maupun games. Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Pontianak, Nurbaeti Munawaroh bahkan turun langsung memimpin kegiatan Pajak Bertutur dengan bergabung bersama tim pengajar di SMA Negeri 1 Pontianak.

Khusus untuk kegiatan Pajak Bertutur pada Perguruan Tinggidi Kota Pontianak kegiatan dilakukan di Universitas Tanjungpura dan Widyadharma dengan penyelenggara  Kanwil DJP Kalimantan Barat.

Sebagai bukti keseriusan Pemerintah, beberapa buku telah dihasilkan untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah dan akan digunakan sebagai bahan ajar bagi siswa dan bahan pengayaan bagi guru dalam menyampaikan materi kesadaran pajak kepada anak didik. Sedangkan pada jenjang pendidikan tinggi, capaian kerjasama dengan Direktorat Jenderal Pembelajaran, adalah: integrasi materi kesadaran pajak dalam bahan ajar kuliah Mata Kuliah Wajib Umum (MKWU) pada Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia, yang terdiri dari mata kuliah: Bahasa Indonesia, Pancasila, Kewarganegaraan, Agama Islam, Agama Kriste, Agama Katolik, Agama Hindu, Agama Budha dan Agama Konghucu. Selain buku MKWU, juga telah dihasilkan sebuah buku pengayaan kesadaran pajak dengan judul Materi Terbuka Kesadaran Pajak pada Pendidikan Tinggi yang ditulis oleh beberapa dosen dari berbagai perguruan tinggi. Secara berkelanjutan, setelah Program Pajak Bertutur ini, pajak akan dan bahkan pada beberapa jenjang pendidikan telah masuk dalam kurikulum. Besar harapan kita semua bahwa Inklusi Kesadaran Pajak akan didukung oleh semua pihak, sehingga  dalam jangka panjang dapat mencetak generasi emas sadar pajak.  (r) 

Berita Terkait