Sabu 20 Kilogram di Perbatasan

Sabu 20 Kilogram di Perbatasan

  Jumat, 1 July 2016 09:40
SABU: Sabu 14 kilogram dan terbaru 6 kg lebih masuk lewat perbatasan. OZY/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

SAMBAS - Terungkapnya kasus penyelundupan narkoba melalui perbatasan diharapkan bisa menjadi tekad pemerintah Kabupaten Sambas untuk mendorong Pemerintah Pusat mempercepat perhatiannya ke wilayah perbatasan yang ada di daerah ini.

“Terungkapnya kasus 14 kilogram Sabu, dan sekarang ini 6 kg lebih. Harus digunakan Pemkab untuk mendorong Pemerintah pusat memperhatikan segala aspek di daerah perbatasan,” kata Kapolres Sambas, AKBP Sunario SIK MH, kepada wartawan di ruang kerjanya.

Terlebih dalam realitanya. Sesuai data yang dimiliki Polres Sambas. Ada sekitar 26 titik jalan tikus ada di Perbatasan Sambas dengan Negara Malaysia. Kemudian, ada beberapa pintu batas yang belum memiliki Pos Terpadu, yakni Pos penjagaan yang melibatkan semua pihak terkait baik itu TNI, Polri serta unsur dari Pemerintah Daerah.

Dan ini harus dilakukan secara terus menerus.

“Narkoba bukan musuh kepolisian saja. Tapi semua pihak memiliki tanggung jawab. Karena ini menyangkut bangsa. Masyarakat pun diperbolehkan menangkap langsung

jika melihat aktivitas peredaran narkoba, yang selanjutnya dilaporkan ke pihak berwajib,” katanya.

Terlebih, sesuai pengakuan DN, satu tersangka yang diamankan atas kasus sabu sebesar 6 Kilogram baru –baru ini oleh jajaran Polres Sambas. Dirinya sudah dua kali ini menyelundupkan sabu dari Malaysia ke Indonesia dengan tujuan Pontianak.

“DN ini kita duga masuk dalam jaringan internasional. Lantaran sebelumnya, dirinya berhasil diduga membawa sabu dengan tas ransel melalui Jagoi. Dan ini upaya kali keduanya yang berhasil kita gagalkan,” katanya.

Sunario pun mengaku antara terungkapnya kasus sabu 17 dan 6 kg saat ini. Lain jaringan, hanya saja barang haram yang didapatkan dari Malaysia bersumber dari satu tempat. “Kalau jenis sabunya sama dengan yang 17 kg. Karena tempat mengambilnya (sumbernya) sama,” katanya.

6,4 KG sabu diamankan di Aruk oleh jajaran Polres Sambas. Selain sabu, petugas juga mengamankan 39.730 butir ekstasi jenis happyfive. Pelaku berinisial DN (31) warga Kelurahan Bangka Belitung, Pontianak Tenggara dan RN (36) warga Kelurahan Benua Melayu Darat, Pontianak Selatan.

Barang haram itu diselundupkan dengan cara menyamarkan barang bukti dengan dibungkus plastik dan disembunyikan di dalam salon tape mobil Nissan X Trail warna Silver KB 1464 AL dari Biawak (Malaysia) ke Aruk (Sambas-Indonesia).(fah)

Berita Terkait