Sabet Tiga Penghargaan

Sabet Tiga Penghargaan

  Rabu, 14 September 2016 09:30
TERIMA: Direktur Utama Bank Kalbar Sudirman HMY saat menerima penghargaan tingkat nasional yang diraih Bank Kalbar untuk kategori The Best Banking Digital Services, pada Acara Indonesia Banking Awards 2016, yang diselenggarakan oleh Majalah Tempo dan Indonesia Banking School di Gedung Balai Kartini, Jakarta pekan lalu (8/9).

Berita Terkait

Bank Kalbar meraih beragam penghargaan atas kinerja selama tahun 2015 lalu. Penghargaan ini menjadi indikasi keberhasilan Bank Kalbar dalam melayani nasabah dan masyarakat. Juga dalam mendorong proses pembangunan di daerah ini.

MIFTAHUL KHAIR, Pontianak

SUDAH menjadi agenda tahunan Bank Kalbar. Prestasi demi prestasi diraih dalam berbagai hal. Dalam penganugerahan Infobank Award 2016 yang diberikan kepada 69 bank, karena berhasil meraih kinerja “sangat bagus” pada tahun kinerja 2015, juga terdapat nama Bank Kalbar.

Penghargaan diberikan dalam beberapa kategori. Tiga bank berhasil mendapat “Diamond Trophy” (berkinerja “sangat bagus” selama 20 tahun berturut-turut). Kemudian 17 bank mendapat “Titanium Trophy” (berkinerja “sangat bagus” selama 15 tahun berturut-turut), 10 bank mendapat “Plantinum Trophy” (berkinerja “sangat bagus” selama 10 tahun berturut-turut), serta “Golden Trophy” untuk yang berkinerja “sangat bagus” selama 5 tahun berturut-turut.

Bank Kalbar berhasil meraih Titanium Trophy bersama Bank BTPN, Bank BPD Bali, BRI, Bank Jateng, Bank BJB, Bank NTT, Bank Sulselbar, Bank Jambi, Bank Bengkulu, Bank Sultra, Bank Jasa Jakarta, Bank Danamon Indonesia, Bank OCBC NISP, Bank Jatim, BCA, dan Bank Bukopin.

“Jajaran direksi bank-bank yang mendapat award ini layak mendapat apresiasi dari seluruh shareholder dan stakeholder. Karena di tengah kondisi perekonomian yang kurang kondusif mereka masih mampu mencatatkan kinerja terbaiknya,” ujar Eko B. Supriyanto, Direktrur Biro Riset Infobank, dalam sambutannya.

Menurut Eko, tantangan terbesar industri perbankan nasional saat ini adalah tekanan kredit bermasalah (non performing loan-NPL) yang semakin memerah. Sebab itu, sangat penting menjaga kualitas kredit dengan semakin prudent (prinsip kehati-hatian) dalam memberikan pembiayaan. “Di samping itu, harus melakukan efisiensi dan terus berinovasi, apalagi dengan hadirnya fintech (financial technologi) yang mulai mengambil pasar perbankan,” tambah Eko.

Penghargaan nasional juga diraih Bank Kalbar pada  Indonesia Banking Award (IBA) yang digelar Tempo Media Group dan Indonesia Banking School. Penghargaan diberikan kepada kepada bank-bank di Indonesia yang memiliki kinerja terbaik pada 2015. 

Tahun ini ada penghargaan Best Bank in Remuneration dan penghargaan baru, yaitu Unit Usaha Syariah. Total ada lima kategori penghargaan dalam Indonesia Banking Award 2016. 

Bank-bank yang memiliki kinerja terbaik di Indonesia dibagi menjadi enam kategori, yaitu The Most Efficient Bank, The Most Reliable Bank, Diversity of the Board, The Best Bank in Retail Banking Services, The Best Bank in Productivity, dan The Best Sharia Business Unit.

Bank Kalbar berhasil meraih The Best Sharia Business Unit bersama BPD DIY, Bank NTB, dan Bank Jambi.  Kategori penghargaan The Most Efficient Bank diraih oleh Bank Pembangunan Daerah (BPD) aset di atas Rp30 triliun yaitu  Bank Jateng, Bank Jatim, dan Bank BJB. Kategori BPD aset di atas Rp10-Rp30 triliun dimenangkan Bank Kalbar, Bank SulSelBar, Bank Aceh, Bank Papua, dan Bank BPD Bali. Bank Kalbar juga berhasil meraih The Best In Digital Services kategori BPD aset di bawah Rp50Triliun dan The Most Reliable Bank dengan kategori BPD aset di atas Rp10 triliun – Rp30 Triliun.

Malam penganugerahan digelar di Hotel JS Luwansa Kuningan Jakarta Rabu ( 7/9) lalu dan dihadiri Anggota Deputi Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nelson Tampubolon. Selain itu turut hadir Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Fauzi Ichsan dan Deputi Gubenur Bank Indonesia Hendar Harahap. Terlihat hadir juga Direktur Utama Tempo Media Group Bambang Harimurti, dan direksi bank penerima penghargaan. Dirut Bank Kalbar Drs Sudirman HMY hadir menerima penghargaan.

Sudirman HMY, Direktur Utama Bank Kalbar, mengungkapkan, berkat kinerja terbaik dari tiap jajaran, Bank Kalbar berhasil meraih predikat “sangat bagus” selama 16 tahun berturut-turut. Penghargaan Titanium Award pun berhasil diraih dan dijejerkan bersama penghargaan yang telah diraih Bank Kalbar selama ini. “Memang sudah menjadi fokus utama kami untuk selalu memberikan kinerja terbaik dalam mengembangkan Bank kebanggaan di Kalimantan Barat ini,” katanya kemarin.

Ia menyatakan, pihaknya memang ingin selalu menjaga grafik pertumbuhan Bank. Jika biasanya ada grafik naik turun, ia menginginkan grafik perkembangannya selalu naik walaupun dalam angka yang tidak terbilang besar. Rasio-rasio keuangan dan angka-angka nominalnya.

Menurutnya, ada banyak institusi lain yang juga datang kepadanya untuk memberikan penghargaan dalam bentuk yang lain. Hanya saja, banyak penghargaan itu yang tidaklah termasuk pada penghargaan elit atau populer di Indonesia. Walaupun, penghargaan yang cukup populer dan bergengsi pun Bank Kalbar telah berhasil meraihnya dengan memberikan kinerja maksimal dalam bekerja.

Bagi kami, marketshare baru hampir 25 persen dari 50 Bank di Kalbar. Hal itulah yang sedang menjadi target utama. Sedang dari jumlah penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), yakni giro, tabungan dan deposito, sudah menyentuh angka 24 persen dari jumlah keseluruhan.

Sedangkan kredit baru sampai pada 16 persen. Yang membuat Bank Kalbar masih belum mampu mengejar ialah karena bank besar lain, membuat analisa keuangan di kantor pusat sedang pencairannya dilakukan di unit cabang di Kalbar. ”Masih sulit untuk melawan itu. Tapi (16 persen) bagi kami sudah lumayan,” terangnya.

Namun begitu, marketshare yang direbut Bank Kalbar sebesar 25 persen itu, sudah termasuk besar. Karena jika dibagi rata dari 50 bank, maksimal masing-masing bank hanya mendapat dua persen. Tetapi, lanjut Sudirman, posisi itu tidak boleh membuat goyah. Dengan cita-cita menjadi juara di daerah sendiri, market share yang diraih mesti mencapai lebih dari 30 persen.

Ia meneruskan, kinerja keuangan Bank Kalbar di tahun buku 2015 yang meliputi aset, tumbuh 16,22persen di atas rata-rata aset BPD SI yang berada di angka 7,94persen. Untuk DPK tumbuh 16,59persen di atas rata-rata DPK BPD SI yang berada di angka 6,14persen dan penyaluran kredit tumbuh 10,70persen di atas rata-rata penyaluran kredit BPD SI yang berada di angka 9,06persen.

Bila ditinjau dari rasio keuangan, kinerja Bank Kalbar masih unggul dibandingkan rata-rata kinerja BPD SI. Untuk NPL gross misalnya, Bank Kalbar masih berada di angka 0,56persen sedangkan rata-rata BPD SI sudah berada di angka 3,67persen. Begitu pula dengan rasio kecukupan modal, Bank Kalbar berada pada angka 21,76persen sedangkan rata-rata BPD SI berada pada angka 20,61persen.

“Kami segenap manajemen semakin yakin, kinerja bagus Bank Kalbar di tahun 2014 dan 2015 akan menjadi pondasi-pondasi Bank Kalbar melangkah menuju perusahaan hebat,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait