Saatnya Mengobati Luka

Saatnya Mengobati Luka

  Kamis, 15 September 2016 09:30

Berita Terkait

Feyenoord vs Man United

ROTTERDAM – Luka yang timbul setelah kekalahan atas Manchester City dalam laga derby Manchester di akhir pekan kemarin masih menganga. Dini hari nanti WIB, waktunya Manchester United mencari lawan yang bisa jadi ajang pelampiasan setelah kekalahan tersebut. Feyenoord Rotterdam yang bakal menjadi sasaran tembaknya dini hari nanti WIB. 

Ya, di De Kuip, Rotterdam-lah klub yang berjuluk The Red Devils tersebut berharap mendapat obat sakit hati sebelum kembali bertarung di Premier League akhir pekan nanti. Laga itu menjadi laga pertama United di dalam Europa League 2016-2017. ''Ini laga besar bagi kami,'' sebut pelatih Jose Mourinho, dikutip ESPN. 

Lupakan faktor head to head, karena kedua klub ini sudah 18 tahun lalu terakhir bersua. United selalu menang dari dua kali duel. Histori Feyenoord menjamu klub Inggris pun juga buruk. Dari 7 kali menjamu klub Inggris, lima di antaranya lebih berpihak kepada klub Inggris. Sekali imbang, dan sekali lainnya menang. 

Sisi histori sudah jadi pendukung bagi United untuk mengakhiri rekor susah menangnya di level Eropa yang berlangsung 13 bulan terakhir. Menang empat gol tanpa balas atas Club Brugge dalam laga fase grup Liga Champions pada musim lalu (27/8/2016) menjadi victory tandang terakhir United dalam pentas Eropa. 

Tetapi, hati-hati pesta itu berubah menjadi duka begitu melihat prediksi komposisi pemain yang akan diturunkan Mourinho. Dilansir dari Manchester Evening News, Mourinho bakal melakukan rotasi besar-besaran dalam laga ini. Pemain-pemain yang belum punya minutes play seperti Memphis Depay, Sergio Romero, Ashley Young, Michael Carrick, Marcos Rojo, Phil Jones, Matteo Darmian dan Sergio Romero bakal dimainkan. 

Opsi ini dilakukan sebagai upaya untuk mereduksi kelelahan penggawa United. Sebab, sepekan ke depan United bisa bermain sampai tiga kali dalam waktu enam hari. Setelah dari Rotterdam, United melawan Watford di Premier League (18/9), lalu Northampton Town di Piala Liga (22/9) dan menjamu Leicester City (24/9). 

Dengan rotasi ini, Mourinho bisa bermain tetap dengan formasi 4-2-3-1, atau 4-3-3. Yang pasti, di lini depan tidak ada lagi Zlatan Ibrahimovic. Melainkan Marcus Rashford. ''Dia (Rashford) tetap di nomor sembilan. Untuk bermain di posisi lain, butuh waktu untuk meningkatkan performanya. Tetapi, dia lebih cocok di peran itu (striker),'' tutur Mourinho. 

''Kami ingin dia bermain seperti saat melawan Hull City,'' harap pelatih yang punya julukan The Special One itu. Rashford ditopang trio Anthony Martial, Juan Mata, dan Memphis Depay. Nama yang terakhir disebut baru kali ini bermain di era Mourinho. Setali tiga uang dengan Carrick. Yang lebih bisa membuat waswas adalah komposisi lini belakang. 

Ada kemungkinan Mourinho gambling dengan back four dan penjaga gawang. Back four bakal diisi Chris Smalling, Phil Jones, Timothy Fosu-Mensah, dan Marcos Rojo. Lalu di bawah mistar bukan lagi David de Gea. Melainkan Sergio Romero. Mourinho berharap siapa pun pemain yang dipilihnya di laga nanti dapat menunjukkan bukti bahwa mereka layak masuk starting eleven United. 

''Anda tidak akan pernah tahu bagaimana cara pemain bereaksi. Terutama jika Anda tidak begitu memahami permainan mereka. Setelah dua bulan, saya rasa ini momennya memahami mereka dengan baik,'' lanjut pelatih yang kali terakhir berlaga di Europa League (Piala UEFA) pada 13 tahun yang lalu ketika masih jadi nahkoda FC Porto itu.

Inilah bahayanya. Di balik rekor buruknya ketika melawan klub Inggris, De cluub an de maas – julukan Feyenoord, skuad besutan Giovanni van Bronckhorst itu sedang on fire. Di Eredivisie, mereka sedang memuncaki klasemen sementara Eredivisie hingga pekan kelima. Dirk Kuyt dkk pun unbeaten sejauh ini. 

Rerata mencetak tiga gol di kandang akan menjadi momok bagi defense United. Dilansir dari Football Oranje, Van Bronckhorst konfiden menenggelamkan United. Seperti PSV Eindhoven musim lalu yang mengubur asa United menang di tanah Belanda. Musim lalu United kalah 1-2 di Eindhoven. ''Ini kandang kami. Wajib untuk bermain dengan yang sangat terbaik,'' koar pelatih yang ketika masih bermain punya pengalaman menghadapi United di Premier League itu. 

Sama seperti Van Bronckhorst, Kuyt sebagai kapten pun demikian. Dari 13 kali dia menghadapi United saat di Liverpool, Kuyt mencetak empat gol dan dua kali assist. Kuyt musim ini jadi top skor di Feyenoord. ''Tapi United sekarang beda dari United saat masih saya bermain di Premier League. United sekarang katanya punya pemain-pemain mahal, saya jadi penasaran ingin mengalahkan mereka,'' tegas bomber 36 tahun itu. (ren/tom)

 

Berita Terkait