Saatnya Ketapang Berbandara Baru

Saatnya Ketapang Berbandara Baru

  Sabtu, 14 May 2016 14:17
BERSAMA SIMPATISAN: Syarief Abdullah Alkadrie, anggota DPR-RI, diabadikan bersama simpatisan, dalam kunjungan kerja masa reses ke Kabupaten Ketapang, Kamis (13/5) lalu. ISTIMEWA

Berita Terkait

KETAPANG – Anggota Komisi V DPR RI, Syarief Abdullah Alkadrie, menegaskan jika dirinya siap memperjuangkan bandar udara (bandara) baru bagi Kabupaten Ketapang. Pembangunan bandara baru ini dinilai dia, sangat diperlukan, mengingat kondisi yang ada saat ini, kapasistasnya sudah tidak mampu melayani tingkat penerbangan yang sudah sedemikian tinggi.

"Arus penerbangan dari dan ke Ketapang sudah sangat tinggi. Ini pertanda perekenomian Ketapang meningkat pesat. Untuk perkembangan lebih maju, diperlukan dukungan bandara yang mumpuni dan harus bisa didarati pesawat berbadan besar. Apalagi bandara yang sudah ada, lokasinya menurut saya tidak layak lagi," ujar Abdullah ditemui usai silahturahmi dan berdialog dengan jajaran kepengurusan dewan pimpinan daerah (DPD) dan dewan pimpinan cabang (DPC) Partai Nasdem se-Kabupaten Ketapang, serta masyarakat Kabupaten Ketapang, Kamis (13/5) lalu. Sebelum dialog, sejumlah masyarakat menyampaikan keinginan agar kabupaten ini memiliki bandara baru, sehingga bisa didarati pesawat berbadan besar. Keinginan tersebut pun langsung direspons legislator Partai Nasdem di Senayan tersebut.

"Sebatas sudah dipersiapkan dan diusulkan pemerintah daerah, termasuk DED-nya, saya sebagai anak Kalbar, siap memperjuangkan bandara ini kepada Pemerintah Pusat. Dan akan saya sampai saat rapat rapat dengan Kementerian Perhubungan," tandas legislator daerah pemilihan Kalbar tersebut. Pertemuan tersebut juga dirangkai dengan verifikasi Partai Nasdem yang dihadiri lebih 200 orang.

Sosok yang juga Sekretaris Fraksi Partai Nasdem DPR RI ini berjanji akan ikut memperjuangan keinginan masyarakat di kabupaten ini, terkait infrastruktur jalan. "Bila itu status jalannya, jalan nasional atau yang akan ditingkatkan menjadi jalan nasional, saya siap memperjuangkan. Terpenting, diusulkan Pemkab dan dilengkapi dengan desain engenerring detil-nya," ucap mantan anggota DPRD Provinsi Kalbar dua periode tersebut.

Abdullah juga menyampaikan mengenai program pemerintah, terkait bedah rumah swadaya mandiri. "Silakan usulkan rumah-rumah tak layak huni, untuk direhab melalui program swadaya mandiri. Nanti saya usulkan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Namun harus sabar, karena program ini bertahap," pungkas Abdullah. (ote)

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait