Saatnya Bangun Kawasan Desa Wisata

Saatnya Bangun Kawasan Desa Wisata

  Minggu, 10 January 2016 08:29
PANTAI SINAM: Kawasan Pantai Sinam di Kota Pemangkat, Kabupaten Sambas, menjadi salah satu tempat yang selalu ramai didatangi. Jika terkelola dengan baik, bukan tidak mungkin akan menjadi kawasan wisata mumpuni. UNYILTEA.BLOGSPOT.CO.ID

SAMBAS – Tingginya anggaran desa sebagai bentuk perhatian Pemerintah Pusat terhadap daerah perlu dioptimalkan, terutama dalam membangun kawasan wisata. Jepriadi, ketua Karang Taruna Kabupaten Sambas, mengatakan bahwa pembangunan kawasan wisata perlu dikelola dengan baik.

"Selain menjadi alternatif dalam rangka meningkatkan pendapatan daerah, kawasan wisata bisa menjadi kawasan pertumbuhan ekonomi baru," ungkapnya.

Bagi desa-desa yang memiliki potensi wisata, maka, menurut dia, hal ini perlu diperhatikan. Dia menggambarkan seperti akses jalan dan sarana lainnya yang perlu dibangun. Dengan demikian, harapan dia, baik wisatawan lokal maupun luar daerah bisa mengunjungi lokasi wisata dimaksud dengan mudah. "Saat ini infrastruktur menuju lokasi wisata menjadi salah satu kendala. Semoga ini bisa diatasi dengan dana desa yang ada," katanya.

Tentunya, selain membangun sarana dan prasarana, dia juga berharap agar pihak desa mampu mengelola potensi wisata dengan payung hukum yang jelas, seperti peraturan desa. "Dari sinilah diatur teknis pengelolaan kawasan wisata, dengan orientasi bisnis dalam mendongkrak pendapatan desa," ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan Yan Wahyudi, salah satu aktivis pemuda Pemangkat. Keberadaan dana desa, menurut dia, memungkinkan pemerintah desa memaksimalkan pengelolaan potensi desa seperti kawasan wisata. "Seperti di Pemangkat adanya kawasan wisata Pantai Sinam, bisa dikelola dengan baik," katanya.

Memang, dia tak memungkiri jika bicara tidak semudah praktik di lapangan. Menurut dia, butuh rencana matang dan komunikasi insentif dengan masyarakat serta pelaku yang ada. "Koordinasi lintas sektor dan antarwarga, pelaku usaha kawasan Pantai Sinam harus dilalui dengan duduk bersama," katanya.

Anggaran desa yang hampir mencapai Rp1 miliar yang digaungkan selama ini, memunginkan pemerintahan desa membuat perencanaan pembangunan kawasan wisata, seperti taman serta infrastruktur pendukung lainya. Semoga wacana ini bisa menjadi buah pikiran yang bisa menjadi masukan bagi pemerintahan desa, dalam upaya merealisasikan program kerja desa yang sesuai potensi desa. (har)