Rumah Plastik Tahan Gempa

Rumah Plastik Tahan Gempa

  Rabu, 6 April 2016 09:03
RUMAH PLASTIK: Kepala Sentra Teknologi Polimer BPPT Dody Andi Winarto menunjukkan rumah berbahan plastik buatan mereka di kompleks Puspiptek, Serpong (5/4). Hilmi Setiawan/Jawa Pos

SERPONG – Rumah dari kayu sudah biasa. Apalagi dari batu bata atau batako. Banyak yang punya. Namun, dari plastik? 

Sentra Teknologi Polimer Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (STP-BPPT) menciptakan rumah berbahan dasar material plastik. Banyak sekali keunggulan rumah itu. Tentu jika nanti diproduksi masal.

Senior Engineer STP-BPPT Johan A. Nasiri menuturkan, keunggulan rumah berbahan plastik tersebut terdapat pada kemudahan merangkai. Selain itu, bahannya kuat meski ringan. Rumah tersebut juga diyakini bakal lebih tahan goyangan gempa.

”Kalau bahannya sudah dalam bentuk panel-panel, membuat rumahnya cukup satu malam saja,” katanya di kompleks STP-BPPT Serpong kemarin. 

Dia lantas menunjukkan rumah plastik yang sudah berdiri kukuh di belakang kantornya. Mungil. Luasnya hanya 20 meter persegi. Sedangkan rumah serupa yang lebih besar, yakni seluas 40 meter persegi, dipasang di tempat peragaan iptek di Jogjakarta.

Johan menuturkan, bahan utama yang digunakan adalah plastik jenis spons atau busa. Plastik itu diolah sedemikian rupa sehingga lebih keras jika dibandingkan dengan busa-busa pada umumnya. Kemudian, busa itu dicetak dalam bentuk lempengan panel dengan ketebalan sekitar 5 cm.

Kemudian, busa itu ditutup dengan plastik fiber. Selain plastik busa, mereka juga menggunakan plastik gabus (styrofoam). Sistemnya hampir sama. Lembaran gabus dilapisi plastik fiber di kedua sisi. Khusus rumah plastik yang ada di Serpong, plastik busa digunakan untuk dinding. Sedangkan plastik gabus digunakan untuk lantai. Agak empuk saat diinjak.

”Tetapi, untuk rumah yang di Jogjakarta, gabus kami gunakan untuk dinding, sedangkan busa untuk lantai,” tuturnya. Rumah plastik yang dipajang di Jogja sudah dilengkapi dengan teknologi anti kebakaran. Dengan demikian, meskipun material dinding dan lantai terbuat dari plastik, rumah itu tidak mudah terbakar.

Kepala STP-BPPT Dody Andi Winarto mengatakan, bersama dengan tim di BPPT, pihaknya akan terus mengkaji kelayakan rumah berbahan plastik itu. Di antaranya, kelayakan dari sisi keekonomisan jika dibandingkan dengan rumah berbahan batu bata atau kayu. (wan/c11/sof)