Rumah Digadai, Sempat Berfikir Mau Jual Ginjal

Rumah Digadai, Sempat Berfikir Mau Jual Ginjal

  Rabu, 18 May 2016 09:39
MEMBAIK: Kapolsek Sukadana AKP Hoerrudin ketika menjenguk Irvan Daus, penderita tumor otak di Sukadana, Kayong Utara. DANANG PRASETYO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Kondisi Irvan Daus di dusun Tanjung Gunung, Desa Sejahtera, Kecamatan Sukadana, Senin (16/5) lalu masih memprihatinkan. Dia tidak dapat berbicara dan hanya dapat duduk dan baring saja, pasca operasi tumor otak di RS di Pontianak.

DANANG PARSETYO, Sukadana

Irvan Daus (14) semasa sekolahnya di SD Negeri 06 Tanjung Gunung memiliki prestasi yang cukup tinggi. Bahkan, putra pasangan Jaslian (36) dan Wina (28) tersebut pernah meraih peringkat satu pada perlombaan MTQ, untuk cabang tartil 2014 lalu.

Saat disambangi, Senin (16/5) lalu, remaja ini masih terbaring. Pasca operasi, sang ayah Jaslian mengatakan bahwa mereka masih fokus menjalani pengobatan herbal. Demi kesembuhan sang buah hati, sebulan dia harus mengeluarkan Rp1.650.000 untuk beaya pengobatan. 

“Ya, sebagai ayah, apapun saya lakukan untuk anak saya, demi kesembuhan Irvan. Sebenarnya saya malu untuk meminta bantuan sama kawan-kawan. Tetapi apa daya, mau tidak mau saya harus meminta bantuan. Apalagi, kini saya berkerja semampunya saja untuk kebutuhan sehari-hari. Karena harus dapat membagi waktu untuk membantu istri dalam mengurus Irvan di rumah,” terang Jaslian.   

Pihak keluarga berharap Irvan dapat sembuh seperti semula. Apalagi, dia tergolongs siswa berprestasi di sekolahnya.

“Dari kelas 1 SD sampai kelas 6 Irvan selalu memperoleh peringkat. Tak jarang malah ranking satu. Demikian juga mengaji. Irvan terbilang rajin. Yang hingga pernah juara satu pada perlombaan di tahun 2014 lalu saat mengikuti Tartil Quran. 

‘’Itulah yang membuat saya semangat bagimana caranya Irvan dapat sembuh, dan dapat kembali ke sekolah untuk meraih persetasinya kembali,” harap Jaslian di rumah yang diakuinya sudah pula digadaikan demi menutupi beaya pengobatan jagoannya.

Sementara itu, dirinya pun mengucapkan terimakasih yang hingga saat ini masih ada yang tetap membantu biaya untuk kesembuhan Irvan. Dengan menjalani pengobatan herbal. 

“Saya pribadi mengucapkan terimakasih kepada masyarakat, teman, tetangga dan lainnya, yang saat ini masih ada yang membantu untuk kesembuhan anak saya,” ucapnya.

Kenapa alasan saat ini lebih memilih pengobatan herbal, karena menurut dia, untuk pengobatan herbal yang saat ini sedang dijalankan untuk perubahannya sudah kelihatan. Dulunya, di bagian telapak tangannya tidak bisa digerakkan. Tetapi, meski perlahan sekarang sudah bisa. Hal itu berkat menjalai pengobatan herbal. Dibanding dengan pengobatan medis di Potianak waktu itu. 

“Pengobatan tidak membawakan hasil. Dan tidak ada anjuran berikutnya Irvan dibawa kebali untuk melakukan pemeriksaan juga tidak ada sama sekali. Jadi terkesan malah sia-sia,” katanya.

Mengenai hal ini pun, sambung dia Pemda melalui ibu Sekda katanya akan membawa Irvan ke Pontianak untuk pengobatan herbal, itu informasi yang diperolehnya. 

“Mudah-mudahan Pemda dapat segera membawa Irvan untuk berobat di Pontianak. Mendengar hal ini pun yang awalnya ingin menjual ginjal. Tetapi, jika memang benar ada bantuan dari pemerintah saya berharap saja,” terangnya. 

Ternayata mengenai hal ini, sejumlah masyarakat di Dusun Tanjung Gunung Pun berniat untuk melakukan penggalangan dana untuk Irvan. Kapolsek Sukadana AKP Hoerrudin yang menjengkuk Irvan mengatakan semoga saja dengan adanya bantuan dari masyarakat sekitar dapat meringankan beban yang dipikul oleh keluarganya. 

“Saya bersama masyarakat Tanjung Gunung berencana mencari donatur yang ingin meringankan beban keluarganya, yang saaat ini sedang menjalani pengobatan herbal,”terangnya.

Ia menambahkan, pengalangan dana ini merupakan di luar kedinasan sebagai Kapolsek di Sukadana. Bentuk kepedulian dilingkungan masyarakat. “Untuk di Sukadana ini semua sudah saya anggap keluarga. Jadi, jika memang ada yang memerlukan bantuan dan dapat untuk membantu tidak ada salahnya dilakukan bersama-sama untuk megalang dana. Seperti halnya saat ini bersama masyarakat guna meringankan beban pak Jaslian untuk biaya pegobatan anaknya,” tutupnya.  

Sekilas Tumor Otak

Jenis otak masing-masing, Glioma. Tumor yang berada pada jaringan glia (jaringan yang mengikat sel saraf dan serat) dan saraf tulang belakang. Kebanyakan tumor otak yang terjadi adalah jenis glioma. Meningioma, di selaput yang melindungi otak dan saraf tulang belakang. Sebagian besar dari tumor ini tidak bersifat kanker. Hemangioma, yang ada di pembuluh darah otak. Kondisi ini bisa menyebabkan lumpuh sebagian dan kejang-kejang. Neuroma akustik, tumor yang tumbuh pada saraf akustik yang membantu mengendalikan keseimbangan dan pendengaran.

Adenoma pituitary, tumor pada kelenjar pituitary (kelenjar kecil yang terletak di bawah otak). Kebanyakan dari tumor ini adalah jenis tumor jinak dan bisa memengaruhi hormon pituitary dengan efek ke seluruh tubuh. Craniopharyngioma, tumor cenderung terjadi pada anak-anak, remaja, dan pemuda, berada di dekat dasar otak. Medulloblastoma, adalah jenis tumor bersifat kanker paling umum pada anak-anak. Tumor dimulai dari bagian belakang bawang dari otak dan cenderung menyebar hingga cairan saraf tulang belakang. (*)

Berita Terkait