Rumah Betang

Rumah Betang

Sabtu, 26 December 2015 11:19   3,412

RUMAH betang, rumah panjang, long house atau ‘longhouse’  juga merupakan salah satu kekhasan Kalimantan,  tidak terkecuali Kalimantan Barat. Dalam kasanah literatur sering disebut dengan ‘Borneo longhouse’ (Wikipedia). Di Kota Pontianak, ada dua replika rumah betang. Pertama di Jalan Letjen Sutoyo,  yang kedua di Jalan Sutan Syahrir dengan sebutan ‘Rumah Radakng’. Rumah Radakng ini dinyatakan replika rumah adat  yang terbesar di Indonesia (tinggi 7 meter, panjang 132 meter).

Dalam Arsitektur Dayak (Wikipedia) disajikan beberapa kata lain menurut sejumlah sub-suku Dayak yang merujuk pada rumah betang. Di antaranya adalah:  rumah panjai (Dayuk Iban Sarawak), rumah radakng (Dayak Kanayatn), huma betang (Dayak Ngaju), rumah Balay (Dayak Meratus), rumah Baloy (Dayak Tidung), Luuq (Orang Tonyooi /Tunjung), Lou (orang Benuaq),  Amin (orang Bahau) menyebutnya sebagai, Amin Bioq (orang Kenyah),  Baang Adet (orang Aoheng) atau Lamin (orang Melayu).  

Beberapa contoh  rumah betang di Kalimantan Barat adalah rumah betang di Kampung Sahapm Kec. Pahauman, Kabupaten Landak (4 Desember 2014, https://www.tripadvisor.co.il). Di Kabupaten Sanggau,ada  rumah betang Kampung Kopar, Kecamatan Parindu (28 April 2012,  http://setda.sanggau.go.id). Di kabupaten Sekadau, ada rumah betang Kampung Sungai Antu Hulu, Kecamatan Belitang Hulu (http://www.wikiwand.com/id/Arsitektur_Dayak). Serta, rumah betang Desa Ensaid Panjang, Kecamatan Kelam,  kabupaten Sintang (31 Agustus 2013, http://travel.kompas.com). Sedangkan  di Kapuas Hulu, dikabarkan masih banyak rumah betang yang masih baik kondisinya (http://www.kapuashulukab.go.id). Misalnya: rumah betang Panjang Malapi Patamuan, rumah betang Panjang Semangkok. rumah betang Panjang Sungai Uluk Palin, dan rumat betang Panjang Bukung.

Belum tersedia data resmi perkiraan umur rumah betang yang ada di Kalimantan Barat. Tetapi, temuan  penelitian Tari Budayanti Usop, dosen  Jurusan Arsitektur Universitas Palangka Raya (Jurnal Perspektif Arsitektur, Volume 9 / No.2, Desember 2014) dapat dijadikan bandingan.  Di antaranya adalah: rumah betang di Tumbang Apat (berdiri tahun 1826)  rumah betang  Tumbang Gagu,  Kabupaten Kotawaringin Timur  (berdiri tahun 1880),  rumah betang Tumbang Korik, (berdiri tahun 1959) dan rumah betang Tumbang Malahoi, berdiri tahun 1869 kabupaten Gunung Mas. Mencermati umur sejumlah rumah betang di Kalimantan Tengah ini, kiranya juga dapat digunakan untuk memperkirakan umur rumah betang di Kalimantan Barat ini, yaitu rata-rata di atas satu abad.

Iman santoso dalam blog-nya, http://longhousewestborneo.blogspot.co.id, tanggal  12 Agustus 2012 mengunggah hasil penelitian rumah betang  Dayak Desa yang terletak di desa Ensaid Panjang, Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang. Rumah Panjang tersebut diberi nama Rumah Panjang ”Tembawang Riring Serinah” . Rumah ini  dibangun pada tahun 1986  dengan 27 bilik. 

Disebutkan, fungsi utama rumah betang adalah sebagai tempat untuk bermukim a. Ruang-ruang dibuat untuk menampung segala jenis aktivitas.  Masyarakat Dayak Desa biasanya berkumpul bersama dalam jumlah puluhan sampai ratusan orang untuk mengadakan berbagai jenis kegiatan, misalnya: upacara perkawinan, upacara kematian, pertemuan perundingan untuk membicarakan kepentingan bersama dan memecahkan berbagai perselisihan dan upacara gawai.

Rumah Panjang masyarakat Dayak Desa di Desa Ensaid Panjang terletak di pinggir sungai yaitu Sungai Kebiyau. Sungai kebiyau terletak di d epan Rumah Panjang. Ada empat bagian penting dalam rumah betang Dayak Desa yaitu: bagian depan disebut (Ujung Ruai), bagian belakang (Ujung Bilik), samping kanan yang disebut Punggang Ulu, dan  samping kiri yang disebut Punggang Ilik. Di sekeliling halaman depan terdapat lumbung-lumbung padi. Semua lumbung padi tersebut menghadap ke arah Rumah Panjang. Ruai dan bilik dibagi-bagi lagi menjadi beberapa bagian dan setiap bagiannya memiliki fungsi yang berbeda. Bagian ruai dibagi menjadi: Padong , Ruai , dan  teluk. Bagian bilik  dibagi menjadi: bilik baruh,  serambik, dan peningkak.

Dalam Wikipedia, rumah betang/rumah panjang/longhouse/ long house, merupakan rumah yang panjang, sempit, dan terdiri satu kamar -single-room building’. Rumah betang tidak hanya di Kalimantan tetapi juga di berbagai tempat di dunia terutama di Asia, Eropa, dan Amerika Utara.  Di antaranya adalah   ‘Neolithic long house’ yang  berkembang sekitar 5000—7000 SM di Eropa.

Pada tahun 2008, Asteria, alumni Jurusan Desain Interior, Fakultas Seni dan Desain, Universitas Kristen Petra – Surabaya, mempublikasikan penelitiannya tentang perkembangan interior rumah betang (kasus Kalteng) ditinjau dari sudut budaya. Ada perubahan rumah betang dari waktu ke waktu baik  secara arsitektural, pola ruang, tata letak dan peletakan ruang, elemen ruang, tata kondisional, serta  ornamen dekoratif yang digunakan.

Mengingat masih sangat terbatas informasi ilmiah rumah betang Kalimantan Barat ini, ada baiknya para peneliti Kalbar dan khususnya  para peneliti dari Universitas Tanjungpura menjadikannya rumah betang ini menjadi padang pengembaraan yang baru sembari mewujudkan Visi universitas sebagai pusat informasi ilmiah Kalimantan Barat. Semoga!

Leo Sutrisno