Rumah Bandar Digerebek, Polisi Sita Sabu, Putaw dan Uang Tunai Ratusan Juta

Rumah Bandar Digerebek, Polisi Sita Sabu, Putaw dan Uang Tunai Ratusan Juta

  Kamis, 13 Oktober 2016 09:30
SABU: Kepolisian Resort Kota Pontianak menggelar barang bukti narkoba jenis sabu dan putaw yang disita dari penggerebekan di sebuah rumah di Kampung Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur. ARIEF NUGROHO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK - Jajaran Kepolisian Sektor Pontianak Timur bersama Polresta Pontianak melakukan penggerebekan terhadap salah satu rumah di Kampung Dalam Bugis, Jalan Tanjung Raya I, Kecamatan Pontianak Timur, Rabu (12/10) pagi. Sebanyak 1,728 kilogram sabu dan 1 paket putaw seberat 65,9 gram serta uang tunai ratusan juta rupiah turut disita. 

Selain menyita barang bukti narkoba, polisi juga mengamankan lima orang yang masing-masing berinisial S, BA, Fir, Nad dan De. Saat penggerebekan berlangsung kelima orang tersebut tengah berada di dalam rumah.

Kapolresta Pontianak Kombes Pol Iwan Imam mengatakan, penggerebekan rumah yang disinyalir milik seorang bandar narkoba itu berawal dari informasi masyarakat, dimana pada Rabu (12/10) pukul 09.00 wib, pihaknya dihubungi Kapolsek Pontianak Timur terkait adanya informasi peredaran narkoba tersebut. 

"Saya perintahkan untuk segera mengambil langkah," ujar Iwan Imam saat memberikan keterangan pers, kemarin.

Dari penggerebekan tersebut, polisi berhasil menyita sebanyak 22 paket serbuk kritas di dalam plastik transparan yang diduga sabu seberat 1,728 Kg, 1 paket seberat 65,9 gram putaw, uang tunai Rp309.772.500,- , timbangan digital dan manual, Hp sebanyak 16 unit yang diduga digunakan untuk komunikasi terhadap jaringan serta 1 unit laptop dan barang bukti petunjuk lainnya.

"Saat ini kelima orang yang turut diamankan masih dilakukan pemeriksaan secara intensif, sejauh mana keterlibatan mereka," katanya.

Jika terbukti terlibat, lanjut Iwan, maka pelaku bisa dijerat dengan pasal 111 ayat 1 dan ayat 2 Undang Undang No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman 20 tahun dan atau hukuman mati.

Menurut Iwan, barang bukti yang berhasil diamankan disinyalir bukan untuk dikonsumsi sendiri. Hal itu didukung dengan bukti-bukti petunjuk, seperti timbangan digital dan beberapa buku catatan.

"Kalau kita melihat barang bukti yang begitu banyak, ini tidak mungkin untuk dikonsumsi sendiri, tetapi diedarkan. Apalagi didukung dengan bukti-bukti petunjuk, seperti timbangan digital dan beberapa buku catatan yang nanti akan kita kembangkan lebih lanjut," paparnya. 

Dijelaskan Iwan, penyalahgunaan narkoba di kampung Beting menjadi persoalan serius. Tentunya, kata Iwan, perlu dilakukan kerjasama dengan pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat yang ada. 

"Penyalahgunaan narkoba di sana (Beting) menjadi persoalan serius. Kita berharap bisa memberantas ini. Seperti yang sering saya katakan, di Beting itu ada ikon Kota Pontianak, baik istana maupun masjid agung, yang saya harapkan adalah warna yang diciptakan disana adalah wilayah yang religi. Ini yang menjadi tanggung jawab bersama," katanya.   

Sabu Diselundupkan ke Rutan

Sementara di sisi lain, Polresta Pontianak juga mengamankan sebanyak 16 gram narkoba jenis sabu yang akan diselundupkan melalui makanan risoles ke Rumah Tahanan Kelas II Pontianak.  

Barang haram itu rencananya akan diselundupkan oleh salah seorang warga yang merupakan keluarga salah satu warga binaan di Rutan Kelas IIA Pontianak melalui makanan. Namun beruntung, penyelundupan sabu tersebut bisa digagalkan berkat ketelitian petugas jaga. 

"Pada saat bungkusan makanan itu diserahkan ke petugas rutan, mungkin karena akan dilakukan pemeriksaan, yang bersangkutan meninggalkan tempat. Kita berkoordinasi dengan kepala rutan, dan sudah terima barang bukti untuk ditindaklanjuti," kata Kapolresta Pontianak Kombes Pol Iwan Imam, kemarin.

Menurut Iwan, pihaknya telah mengidentifikasi identitas penerima barang haram tersebut. Menurutnya, si penerima bukan merupakan narapidana narkoba, melainkan narapidana kasus pencurian dengan kekerasan. 

"Saat ini tim masih bekerja. Kita sudah melihat rekaman CCTVnya. Mudah-mudahan kita bisa mengidentifikasi identitas pengirim. Sedangkan untuk identitas penerima sudah diketahui kepada siapa dan kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap petugas jaga dari rutan sebanyak tiga orang," pungkasnya. (arf)

Berita Terkait