Rumah Anggota MTA Dirusak

Rumah Anggota MTA Dirusak

  Kamis, 28 January 2016 10:17
TERSANGKA: Petugas Polres Bengkayang menujukan pelaku perusakan rumah milik anggota MTA di Kecamatan Seluas, Bengkayang.Polres Bengkayang untuk Pontianak Post

BENGKAYANG-Dua puluh dua anggota Majelis Tafsir Alquran (MTA) diamankan petugas kepolisian Polsek Seluas, Kabupaten Bengkayang. Evakuasi dilakukan petugas kepolisian karena sejumlah oknum masyarakat merusak rumah milik anggota dari MTA tersebut.

Aksi penolakan oknum masyarakat sekitar pukul 21.30 Wib, Selasa (26/1), di Desa Panjak, Kecamatan Seluas. Petugas kepolisian Polres Bengkayang berserta jajarannya langsung menuju tempat kejadian perkara.Sedikitnya ada lima belas oknum masyarakat yang diduga telah membuat kekacauan tersebut. Sedangkan tujuh orang pelaku diamankan dan lima orang sudah ditetapkan sebagai tersangka yang membuat kerusakan.

"Ini hanya kesalahfahaman dalam kehidupan masyarakat. Karena sebagian oknum masyarakat menilai anggota MTA sesat," ucap Kapolres Bengkayang AKBP Juda Nusa Putra, kepada media ini.Dia mengatakan anggapan yang dituduhkan oknum masyarakat tersebut dibantah olah tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dan tokoh agama lainnya. Dikarenakan MTA tetap melakukan kajian Alquran, salat, zikir dan melaksanakan ibadah puasa. 

Ia menuturkan setelah diberikan pemahaman tentang ajaran agama dari tokoh Nahdlatul Ulama, anggota MTA dikembalikan ketempat tinggalnya semula dan berbaur bersama masyarakat sekitar."Kita bersama perwakilan Pemda, Dandim, Muspika, tokoh agama dan tokoh masyarakat akan melakukan tatap muka dengan anggota MTA. Kehadiran kami akan memberikan pemahaman tentang ajaran agama supaya mereka kembali bersosialisasi bersama masyarakat," ungkap Alumni Akpol Lulusan 1997 Batalyon Wira Pratama.

Kasat Reskrim Polres Bengkayang IPTU Hery Purnomo menambahkan sebelum kejadian perusakan rumah warga di Desa Panjak, Kecamatan Seluas, pemerintah daerah PJ Bupati Bengkayang Moses Ahie, sudah menggelar pertemuan bersama tokoh masyarakat terkait aliran Gafatar di Kabupaten Bengkayang."PJ Bupati Bengkayang sudah melakukan pertemuan dengan tokoh agama tentang aliran Gafatar. Tetapi pelaku yang merusak rumah warga yang dituduh membawa aliran sesat tidak ikut pertemuan," ungkapnya.

Dia mengatakan atas kejadian yang dilakukan oknum perusakan rumah warga Majelis Tafsir Alquran, pihak kepolisian akan melakukan upaya penegakan hukum. Supaya kejadian anarkis yang dilakukan okum masyarakat tersebut tidak terulang.Ia mengungkapkan ada lima pelaku yang diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka dari hasil penyelidikan. Diantaranya PR, ST, SA, OP dan AH.  Sedangkan tiga aktor pelaku perusakan lainnya dalam proses pencarian petugas kepolisian."Kasus ini akan kita tindak lanjuti. Korban merasa keberatan dan dirugikan atas tuduhan pelaku. Karena rumah mereka dirusak," tukasnya bersama jajaran kepolisian. (irn)