Ruas Jalan tanpa status

Ruas Jalan tanpa status

  Rabu, 2 November 2016 09:30
Ruas jalan dari Nanga Erak menuju perhuluan Mandai Kecamatan Kalis tanpa status hanya dipasang rambu-rambu lalulintas seadanya oleh perusahaan.

Berita Terkait

 

PUTUSSIBAU—Ruas jalan dari Nanga Erak Kecamatan Putussibau Selatan menuju perhuluan Sungai Mandai hingga kini belum miliki status yang jelas. Jalan yang dibangun dan dilewati perusahaan kayu ini merupakan satu-satunya akses menuju perhuluan mandai. Kendati masih bisa dilewati, ruas jalan iturawan terjadi kecelakaan karena hanya ditimbun dengan bebatuan tanpa rambu-rambu lalulintas.

Menurut anggota DPRD Kapuas Hulu, Fabianus Kasim, ruas jalan dari Nanga Erak menuju perhuluan Mandai memang tidak memiliki status yang jelas. “Kalau tak salah, jalan  itu tanpa status,” tutur dia. Politisi Partai Hanura ini berharap pemerinta meningkatkan atau memperjelas status ruas jalan dari Nanga Erak menuju hulu Mandai yang dibangun perusahaan, agar bisa tingkatkan pembangunannya.

Kasim mengatakan, jalan tersebut bisa menjadi jalan antar desa atau jalan antar kecamatan. Dengan demikian pemerinta provinsi maupun pusat bisa memberikan bantuan dan tidak manyalahi aturan. “Dinas terkait harus mengupayakan pengalihan status jalan itu, karana sampai saat ini tidak bisa di anggarkan pembangunannya. Semtara jalan itu merupakan penghubung dua kecamatan,”terangnya.

Dijelaskannya lagi, ruas jalan dari Nanga Erak menuju hulu Mandai merupakan jalan penghubung antar kecamatan kalis dan Putusibau Selatan. Dilihat dari potensi desa-desa yang ada di perhuluan Mandai sangat banyak. Karenanya pengalihan status apakah menjadi jalan kabupaten, provinsi atau jalan negara, sangat penting. Kalau tidak demikian, bantuan dana APBD atau APBN akan bermasalah.

“Desa Nanga Raun dan Rantau Bumbun merupakan desa wisata yang penuh cerita mistis. Wisata alam disana mempunyai pangsa pasar wisata khusunya dari negara malaysia,” terang Kasim. Oleh kaerna itu harus di bangun inprastuktur memadai ke daerah perhuluan Mandai. Selain itu, disana juga ada potensi PLTMH sekala beser,jika di bangun bisa memenuhi kebutuhan listrik di Kapuas Hulu.

Menurut Kasim, sudah sepantasnya pembangunan jalan menuju perhuluan sungai Mandai menjadi prioritas pemerintah kabupaten Kapuas Hulu. “Saya berharap tahun depan jalan itu bisa dibangun atau jelas statusnya,” ucapnya. Jika statusnya jelas, tentu pembangunan peningkatan bisa dilakukan. Apakahmenggunakan APBD kabupaten atau provinsi maupun APBN yang diusulkan Kabupaten.(aan)

 

Berita Terkait