Ruas Jalan Nasional Tergenang

Ruas Jalan Nasional Tergenang

  Sabtu, 18 November 2017 10:07
TERGENANG ; Ruas jalan nasional Putussibau-Kalis sejak beberapa bulan terakhir ini tergenang air hingga satu meter dan diterus di perbaiki oleh masyarakat secara swadaya.FOTO MUSTA'AN.

Berita Terkait

PUTUSSIBAU - Kondisi ruas jalan nasional lintas selatan, kilometer 12 pada ruas jalan Putussibau - Nanga Kalis kian memperihatinkan. Diperparah lagi intensitas hujan yang cukup tinggi beberapa pekan terakhir ini semakin menambah debit air yang menggenangi ruas jalan tersebut.

Anggota DPRD kabupaten Kapuas Hulu Fraksi Partai Golkar Januar mengatakan, jika tidak dilakukan penanganan segera maka rawan terjadi kecelakaan lalu lintas, karena di genangan air yang mencapai 100 meter itu terdapat dua lobang yang cukup dalam.

"Kalau tidak di antisipasi dengan penimbunan, mungkin kendaraan roda empat terutama, tidak bisa lewat lagi. Karena kiri kanan ada lobang,"tutur Januar, Jumat (17/11).

Untuk itu politisi Partai berlambang pohon beringin ini meminta pihak terkait bisa melakukan penangan segera, sehingga arus transportasi dari dan menuju Putussibau lancar, karena jika ruas jalan tersebut putus, maka pasokan bahan kebutuhan pokok juga tersendat. "Maka itu yang perlu ditangani. Jadi sekarang kalau kita  lewat itu harus di pandu supaya tidak masuk lobang," ucapnya.

Menanggapi kondisi tersebut, bupati Kapuas Hulu A.M Nasir mengatakan, kendati jalan tersebut status jalan nasional, Pemda tetap melakukan upaya. "Bukan berarti kita tidak berjuang, saya sangat memahami, DPRD dan bupati juga sakit, cuma harus hati - hati," ucap Nasir.

Hati - hati yang dimaksud bupati dua periode ini jangan sampai dalam penanganannya menyalahi aturan, namun demikian Nasir menegaskan pihaknya melalui instansi teknis terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, melalui Balai Jalan Nasional wilayah 11.

"Kemudian waktu kunjungan kerja Anggota Komisi V DPR RI juga hadir lengkap Dirjend. Kami juga sering kontak ke balai jalan nasional, namun terakhir saya melihat dalam penanganan ini terkesan lempar tanggungjawab, baik balai wilayah 11 dan balai wilayah sungai," papar bupati Nasir.

Namun Nasir berpendapat bawha untuk penanganan ruas jalan tersebut bukanlah wilayah sungai, karena bukan merupakan daerah aliran sungai.

"Cuma ini teknis, seperti parit kiri kanan sebelumnya itu di gali, tapi tidak ada pembuangan, sehingga air tergenang. Padahal dulu banjir daerah teersebut paling sesaat, tapi sekarang malah berlangsung lama. Cuma dalam hal ini kita tidak menyalahkan siapa- siapa," ucap bupati.

Menurut informasi bahwa jalan tersebut akan ditangani menggunakan anggaran tahun 2018 setelah proses lelang, hanya saja menurut Nasir itu terlalu lama, sedangkan kondisi jalan perlu ditangani cepat karena merupakan akses utama masyarakat dibeberapa kecamatan Jalur Selatan.

"Paling tidak ada pembuangan air dari parit, apakah ditembuskan sungai Bika atau sungai Sampak. Memang akibat rusaknya ruas jalan tersebut banyak mobil yang macet, kalau nunggu lelang lama. Cuma kita perlu koordinasi," paparnya.(aan)

Berita Terkait