Ruangan Vihara Terbakar

Ruangan Vihara Terbakar

  Senin, 9 November 2015 09:57
KEBAKARAN: Warga Sakok berdatangan melihat vihara Thai Chu Shinti terbakar. (Insert: Ruangan yang hangus). AIRIN/PONTIANAK POST

SINGKAWANG-Ratusan warga Sakok dikagetkan dengan peristiwa kebakaran vihara Thai Chu Shinti, Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan. Diduga, kebakaran berasal dari konsleting arus listrik. Akibatnya, pernak-pernik vihara seperti meja altar dan berapa patung ikut terbakar. Sedangkan, bangunan vihara berhasil diselamatkan dari amukan si jago merah."Kejadian ini merupakan musibah alam. Tanpa disadari dan diduga-duga kebakaran terjadi ditempat ibadah," ucap warga Sakok, Yukim Fat (56), Minggu (8/11) kepada Pontianak Post. Dia mengatakan bencana kebakaran di Vhara Thai Chu Shinti baru pertama kali terjadi. Padahal hampir setiap hari vihara selalu dikunjungi orang untuk sembahyang. Namun tidak diketahui tiba-tiba api tiba-tiba membesarsudah melahap pernak-pernik di tempat peribadahan.

Ia menuturkan kebakaran dialami karena lengahnya penjaga di tempat peribadahan. Sehingga bencana kebakaran bisa diterjadi karena kurang diperhatikan. Hingga saat ini jumlah kerugian belum bisa diketahui."Kondisi kerusakan tidak begitu parah. Hanya bagian isi barang yang terbakar. Sedangkan bangunan Vhara tidak mengalami kerusakan parah. Ini karena pemadam kebaran cepat datang dan memadamkan api," ungkapnya.Kapolsek Kecamatan Singkawang Selatan IPTU Zukri membenarkan kebakaran terjadi di Vhara Thai Chu Shinti dikarenakan konsleting arus listrik. Sedangkan kerugian sementara ini belum dapat diketahui. Tapi sebagian barang yang ada dalam vhara terbakar.

‘’Kebakaran yang dialami tidak begitu parah. Ini karena bangunan vhara masih utuh. Hanya pernak-pernik yang ada dalam vhara terbakar," paparnya saat dimintai keterangan.Dia menyatakan kebakaran dialami karena lemah pengawasan.Akibatnya konsleting arus listrik terjadi dan memicu terjadinya kebakaran. Hanya saja kebakaran dialami vihara cepat diketahui warga. Akhirnya amukan si jago merah bisa dihentikan berkat bantuan warga dan pemadam kebakaran di kota Singkawang. Ia mengingatkan kepada masyarakat lebih berhati-hati atas kejadian kebakaran. Sehingga kebakaran yang dialami jangan sampai terulang kembali. "Kita minta warga lebih teliti dan berhati-hati. Karena kebakaran bisa terjadi bukan hanya arus listrik. Tetapi juga bisa karena kompor, puntungan rokok dan lainnya," imbuh Zukri. (irn)