Ruang Rawat Inap RSUD Sintang Rawan Pencurian

Ruang Rawat Inap RSUD Sintang Rawan Pencurian

  Kamis, 24 December 2015 07:59

Berita Terkait

Penerapan jam besuk pasien di rumah sakit Ade Mochamad Djoen Sintang sepertinya tidak disertai dengan tingkat keamanan, pasalnya barang-barang milik keluarga pasien kerap hilang.

 

Sutami, Sintang

 

SALAH seorang korban, H Mimin, harus kehilangan telepon genggam dan tablet.  Ironisnya kejadian tesebut diduga terjadi pada dini hari ketika pasien dan keluarga pasien tengah tidur lelap. “Kemarin (Minggu _red) dua unit ponsel milik istri saya hilang ketika sedang menunggu anak dirumah sakit,” kata H Mimin.

H Mimin bersama istri  bermalam dirumah sakit Ade Mochahmmad Djoen Sintang karena menunggu anaknya yang berumur 3 tahun mengalami sakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Pasien dirawat di ruang kelas I penyakit Dalam.H Mimin tidak menyangka akan terjadi kecurian, pasalnya kamar yang ia tempati pada saat itu tertutup dengan rapat. “Pada saat itu HP diletak di samping kepala. Ketika pagi-pagi kami bangun, dua HP kami sudah tidak ada,” katanya.

H Mimin mengaku sudah melaporkan insiden pencurian tersebut ke pihak keamanan di rumah sakit, hanya saja sampai hari ini tidak ada tindak lanjut dari pihak kemanan. “Lapor ke satpam pun percuma, tidak ditindak lanjuti,” kata dia.

Kejadian serupa juga pernah terjadi, awal tahun 2015 sejumlah keluarga pasien juga mengaku kehilangan barang-barang bawaan. Baik berupa uang, handphone maupun helm yang digunakan. “Kawan saya dulu juga mengaku pernah kecurian. Saya lupa bulan apa," katanya.  Ia berharap manajemen rumah sakit memperbaiki sistem yang ada. Jangan sampai nsiden serupa kembali terjadi. “Kasihan keluarga pasien jika rumah sakit ini tidak aman,” kata dia. (*)

Berita Terkait