RTH Belum Maksimal

RTH Belum Maksimal

  Kamis, 14 April 2016 10:10
ASRI: Warga mandi di Sungai Jawi menjelang siang kemarin. Pemkot Pontianak serius membenahi Sungai Jawi yang dulunya terlihat kumuh, kini tampak asri dan bersih. SHANDO SAFELA/PONTIANAK POST

PONTIANAK -Badan Lingkungan Hidup Kota Pontianak telah melakukan evaluasi tentang penerapan ruang terbuka hijau (RTH) di hotel. Hasilnya belum terlalu mengembirakan, karena kerap menemukan hotel yang RTH-nya belum mencapai 20 persen. 

“Jika melihat rekomendasi RTH di hotel sudah termuat jelas, pihak hotel mesti menyediakan 15 sampai 20 persen untuk RTH. Kenyataannya ini masih diabaikan pihak hotel. Ini bikin jengkel,” kesal Kepala BLH Pontianak, Multi Juto Bhatarrendro, belum lama ini.

Tindakan dan pengawasan sudah dilakukan berulang-ulang. Namun pihak hotel terkesan menyepelakan, padahal mereka (pihak hotel) ada membuat bangunan baru, namun tambahan bangunan itu bukan diperuntukkan untuk RTH-nya. Akibat temuan ini, pihaknya tak henti melakukan evaluasi agar pihak hotel sadar untuk melakukan penanaman pohon dengan standar yang sudah ditentukan. Bukan hanya pemanis saja.

Penanaman pohon, jelas Juto, bukan hanya di taman. Pihaknya terus menganjurkan untuk membantu pemerintah dalam upaya penghijauan kota. “Kota Pontianak udaranya panas, saat ini di manapun kita berada penghijauan tetap berlaku untuk semua kegiatan aktifitas manusia,” tegasnya. 

Diterangkan Juto, apabila pihak hotel tidak dapat menanami pohon di lantai dasar karena sudah termakan areal parkir, kan bisa dilakukan di lantai berikutnya. Lebih baik, bagian hotel paling atas dapat ditanami pohon. 

Saat ini, ia melihat mereka (pihak hotel) ada kemauan melakukan penghijauan seperti menanami tanaman di pot-pot. Namun lanjutnya hal tersebut di rasa belum maksimal. “Saya telah memanggil beberapa pihak hotel. Saya suruh mereka buka dokumen lingkungan yang disepakati bersama. Itu dilakukan agar mereka ingat dengan kewajibannya,” terangnya.

Untuk melihat RTH hotel sudah 20 persen ada hitungan dan tidak susah. Agar kesemuanya maksimal 20 persen bisa dilihat luasan gedung, terdiri berapa lantai, kemudian di ukur luas lahannya.

“Untuk memenuhi RTH, penanaman pohon bisa dilakukan di beberapa tempat dan bukan hanya di satu spot saja,” ucapnya. 

Tiap kunjungannya ke hotel, ia menyarankan agar menamami tanaman bambu.Menurut dia, tanaman bambu selain berfungsi menyerap polutan, ketika hujan tanaman ini bisa cepat menyerap air dari gedung yang di semen dan menyimpan air itu di bambu.

“Penanaman bambu sudah diaplikasikan di beberapa hotel. Setiap ke hotel, saya anjutkan untuk menamam bambu, terlebih untuk hotel yang arealnya terbatas,” tutupnya.(iza)