RSUD Soedarso Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

RSUD Soedarso Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

  Rabu, 30 March 2016 09:09
BERSAMA PASIEN: Dr Tri Wahyudi SpOG bersama pasien di ruang sebelum dan sesudah observasi.

Berita Terkait

RSUD Soedarso merupakan RS rujukan terutama di Kalbar yang mengusung visi menjadi rumah sakit mandiri dan profesional. Sejak 2004 salah satu layanan dimiliki adalah PONEK (Pelayanan Obstetric dan Neonatal Emergensi Komprehensif).

Visi PONEK adalah untuk mendukung program pemerintah dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Sedangkan misi PONEK yakni ibu sehat melahirkan bayi sehat untuk menjadikan generasi yg berkualitas. Obstetric adalah smua masalah terkait hamil, lahir dan nifas (35 hari pasca melahirkan) sedangkan neonatal untuk masalah pada bayi usia 0-1 bulan.

Di tahun 2012, angka kematian ibu 228/100.000 kelahiran hidup, sedangkan bayi 50/1000 kelahiran hidup. Dan di Kalbar selama 5 tahun terakhir telah mengalami penurunan hingga 50%. Tim PONEK dalam menangani pasien terdiri dari dokter spesialis anesthesi, bidan, perawat, petugas laboratorium, pekarya kesehatan dan administrasi. Tim PONEK dilatih khusus oleh Jaringan Nasional Pelatihan Klinis (JNPK). Tim PONEK yang telah mengikuti JNPK akan mengadakan inhouse training pada 18 April 2016 di RSUD Soedarso bagi yang terkait dengan Tim PONEK untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

“Ada 3 penyakit yang menyebabkan 50% angka kematian untuk ibu, yaitu pendarahan, eklamsi (kejang-kejang saat hamil akibat darah tinggi) dan infeksi persalinan. Dan 2 penyakit yang menyebabkan 40% angka kematian bayi, yakni bayi berat lahir rendah dan asfiksia (sulit bernapas saat lahir),” kata Dr Tri Wahyudi SpOG sebagai dokter kandungan yang bertugas di PONEK.

“Tim PONEK dan dukungan manajemen RSUD Soedarso dalam menangani pasien harus solid dalam bekerja sama, karena terlambat penanganan saat lahir akan mengakibatkan penurunan kecerdasan sang bayi. Bagi ibu hamil selalu rajin melakukan pemeriksaan kandungan minimal 4x, sehingga apabila terjadi kelainan akan segera dapat diantisipasi,” ungkap Tri.(**)

Berita Terkait