RSUD Rubini Berbenah

RSUD Rubini Berbenah

  Jumat, 29 July 2016 09:30
BEBAS ROKOK: Dirut RSUD Dr Rubini Mempawah, dr. Sahaerul menunjukan papan pemberitahuan kawasan bebas asap rokok. WAHYU/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

MEMPAWAH - Pasca bergantian pucuk pimpinan Direktur Utama (Dirut), Rumah Sakut Umum Daerah (RSUD) Rubini Mempawah terus berbenah. Terutama dalam hal meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan. Sebab, masyarakat kerap mengeluhkan buruknya pelayanan rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Mempawah itu.

Buruknya pelayanan RSUD Rubini Mempawah menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat. Tak heran jika banyak masyarakat Mempawah yang lebih memilih dirujuk ke Singkawang atau pun Kota Pontianak untuk mendapatkan pelayanan medis yang lebih baik. Perbaikan pelayanan kesehatan inilah yang menjadi salah satu pekerjaan rumah Dirut, dr. Sahaerul yang baru menjabat beberapa bulan lalu.

“Tekad saya harus ada perubahan yang lebih baik untuk melayani pasien. Makanya, sejak pertama menjabat langsung melaksanakan pembenahan dan penataan internal rumah sakit,” terang Sahaerul kepada wartawan, Kamis (28/7) pagi.

Mantan pejabat Dinas Kesehatan (Dinkes) Mempawah itu mengungkapkan beberapa pembenahan yang telah dilaksanakannya. Seperti, menciptakan kebersihan rumah sakit. Sebab, faktor kebersihan sangat strategis sebagai bagian dari upaya meningkatkan pelayanan publik.

“Kebersihan mencakup segala aspek. Baik itu lingkungan hingga fasilitas yang ada di rumah sakit ini. Apalagi kebersihan tidak hanya berkaitan dengan pelayanan, melainkan berdampak terhadap kesehatan pasien,” pendapatnya.

Sektor lainnya, imbuh Sahaerul, pembinaan disiplin pegawai. Misalnya berkenaan dengan disiplin dalam memberikan pelayanan yang cepat dan tepat sesuai mekanisme dan prosedur yang berlaku. Petugas harus selalu siap dan siaga memberikan penanganan medis kepada pasien setiap waktu.

“Fokus lainnya peningkatan pelayanan UGD. Ketika ada pasien yang masuk di UGD, harus langsung ditangani. Tidak ada lagi pasien yang harus menunggu atau terbengkalai ketika tiba di UGD. Layani dulu pasiennya, setelah itu barulah mengurus administrasi surat menyurat pasien. Jangan terbalik penangananya,” tegasnya.

Lebih jauh, Sahaerul menyebut, rumah sakit yang dipimpinnya memiliki 13 orang dokter baik itu spesialis maupun umum. Jumlah itu dirasakan masih kurang dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan di masyarakat.

“Harusnya untuk spesialis itu dua dokter. Agar, pelayanan lebih cepat dan pasien tidak harus menunggu lama untuk mendapatkan penanganan. Untuk menambah SDM ini, dirasakan sangat berat. Sebab, tenaga dokter spesialis cukup langka. Makanya rumah sakit ini harus memiliki daya tarik agar tenaga dokter mau mengabdikan dirinya di Mempawah,” tuturnya.

Selain itu, masih menurut Sahaerul, pihaknya juga membenahi fasilitas dan infrastruktur rumah sakit. Misalnya merubah status ruang rawat inap dari kelas I menjadi VIP dengan penambahan sejumlah fasilitas yang lebih baik.

“Perbaikan-perbaikan ini kita lakukan secara berkala. Terutama untuk pelayanan rawat inap maupun rawat jalan, terus kami perbaiki secara bertaha dan berkelanjutan. Kita berupaya semaksimal mungkin agar pasien bisa mendapatkan pelayanan yang maksimal,” pungkasnya.(wah)

Berita Terkait