Rp15,875 M untuk Penyertaan Modal

Rp15,875 M untuk Penyertaan Modal

  Selasa, 12 April 2016 09:48
PIDATO BUPATI: Bupati Kapuas Hulu AM Nasir saat menyampaikan pidato pengantar pada Paripurna DPRD terhadap tiga Raperda Penyertaan Modal Tiga Perusahaan, kemarin (11/4) sore di Gedung DPRD. MUSTA’AN/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PUTUSSIBAU – Pemerintah daerah kembali menggelontorkan dana untuk perusahaan milik daerah. Kali ini untuk penyertaan modal Bank Pemerintah Daerah (PT Bank Kalbar), PDAM Tirta Kapuas, dan PT Penjaminanan Kredit Daerah Kalbar. Pernyertaan modal tersebut tertuang dalam tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kabupaten Kapuas Hulu tahun 2016 pada Sidang Paripurna DPRD, Senin (11/4) sore.

Total anggaran yang diminta untuk penyertaan modal tiga perusahaan ini adalah sebesar Rp15,875 miliar. Rinciannya, Bank Pemerintah Daerah sebesar Rp10 miliar, PDAM Tirta Kapuas (Rp5 miliar), dan permodalan PT Penjaminanan Kredit Daerah Kalbar (Jamkreda), Rp875 juta. Dalam pidato pengantar Raperda, Bupati Kapuas Hulu AM Nasir menjelaskan bahwa setiap daerah memiliki hak untuk mengatur sendiri daerahnya.

"Pembuatan Perda terjabar dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah," tegas Bupati. Penyertaan modal dalam perusahaan daerah, dipertegas dia, terikat jelas pada pasal 331 ayat 1 undang-undang tersebut. Penyertaan modal tersebut, menurut dia, selain sebagai upaya penggalian sumber-sumber pendapatan asli daerah, sekaligus untuk menunjang peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Penyertaan modal pada PT Bank Kalbar, diungkapkan dia, dalam rangka investasi jangka panjang. Investasi ini, menurut dia, akan ditingkatkan apabila memberi dampak positif terhadap PAD dan membantu perekonomian masyarakat. Sebagai investasi dan kontribusi defident kepada daerah, maka, dia menambahkan, disertakan modal tahun 2016 ini sebesar Rp10 miliar untuk Bappeda. “Dengan adanya penyertaan ini diharapkan defident bertambah," tegasnya.

Mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kapuas Hulu tersebut mengatakan bahwa penyertaan modal PDAM dilakukan untuk mendukung program nasional, dalam rangka memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Di samping itu, dia menambahkan, juga dalam upaya meningkatkan pelayanan yang mengedepankan social oriented pada masyarakat.

Sedangkan penyertaan untuk PT Jamkreda, dijelaskan Bupati, dimaksudkan dalam rangka menjamin geliat koperasi dan usaha makro kecil dan menengah (UMKM) yang dibangun masyarakat secara keseluruhan di daerah. “Fungsinya untuk mendorong perkembangan sektor usaha di Bumi Uncak Kapuas,” jelas politisi Partai Pesatuan Pembangunan ini.

Penyertaan modal tersebut, menurut dia, terwujud berkat komitmen peningkatan kesejahteraan di Kapuas Hulu. Komitmen ini, kata Bupati, memerlukan persetujuan anggota DPRD Kabupaten Kapuas Hulu, melalui sidang paripuna.

Sidang Paripurna Tiga Raperda Penyertaan Modal tersebut dipimpin ketua DPRD Kapuas Hulu, Rajuliansyah. Pada kesempatan itu hadir juga Wakil Ketua DPRD Robertus dan 18 anggota legislatif. Selain Bupati, hadir juga Wakil Bupati Antonius L Ain Pamero, dan perwakilan Forkompinda Kapuas Hulu. Kemudian Sekda Muhammad Sukri dan Sekretaris DPRD Yohana Endang berserta kepala SKPD di lingkungan pemerintahan Kapuas Hulu.(aan)

Berita Terkait