Romy Ajak JK dan Anak Konglomerat Gabung PPP

Romy Ajak JK dan Anak Konglomerat Gabung PPP

  Minggu, 10 April 2016 16:12

Berita Terkait

KETUA Umum PPP M Romahurmuziy mengajak sejumlah politikus Golkar masuk ke partainya. Bahkan ia berani mengajak Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).‎

Romy, panggilan akrab Romahurmuziy, mengatakan, mungkin saja JK bergabung ke PPP. Sebab, ayah JK, Hadji Kalla adalah salah satu pendiri PPP dari Sulawesi Selatan.

Ya, ayah‎ JK merupakan pengurus ormas Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama yang saat itu berusaha mendirikan partai berlambang Kakbah. ‎

"Ayahanda beliau pendiri PPP di Sulsel. Barangkali Pak Wapres berkenan, bersedia, untuk kita ajak di PPP,"‎ guyon Romy saat memeberi sambutan di Muktamar VIII PPP, Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Minggu (10/4).

‎Begitupula kepada Erwin Aksa yang merupakan politikus muda Golkar. Tawaran terhadap Erwin untuk menjadi bendahara umum PPP, disampaikan kepada ayahnya, Aksa Mahmud yang merupakan salah satu konglomerat tersohor di Indonesia. ‎

‎"Barangkali, di sini ada Aksa Mahmud salah satu konglomerat, putra beliau Erwin Aksa, siapa tau bersedia jadi bendahara umum," sebutnya.

Kendati demikian, Romy mengatakan Erwin menolak karena sudah berada di Golkar. Lantas Romy menyebut bahwa kiblat umat Islam adalah Kakbah yang tertera pada lambang PPP.

"Kalau bapak mati, yang ditanya kiblatnya apa? Enggak ada kiblatnya pohon beringin," ‎ucapnya disambut gelak tawa audiens.

Romy kembali mengeluarkan guyonan dengan nada permintaan kepada JK dan Aksa Mahmud ‎agar membelikan komputer portable untuk para kader PPP. Ya, di hadapan kadernya, Romy berjanji akan membelikan tablet agar bisa membaca Al-Quran di mapun dan kapan pun.

"Ok, saya janji DPP bakal beliin (Al-aquran, red) berbasis android. Di sini saya berani ngomong karena ada Pak JK dan Pak Aksa. Berapa ratus kali lima juta, bisalah," ujar Romy disambut tepuk tangan kader PPP.

Tak mau terlalu jauh berguyon, Romy akhirnya mengakhiri sambutannya. "Makin lama makin ngelantur entar enggak jadi ketum, jadinya pelawak," tandas ketua umum terpilih di Muktakar VIII PPP itu. (dna/JPG)

 

Berita Terkait