Romi Apresiasi Para Penari Kolosal

Romi Apresiasi Para Penari Kolosal

  Sabtu, 22 Oktober 2016 09:24

Berita Terkait

Pukau Presiden saat Sail Selat Karimata

SUKADANA – Keberhasian para penari kolosal yang mengangkat nilai sejarah Sukadana tempo dulu, tentunya tidak lepas dari perjuangan dan kegigihan saat berlatih. Mereka mampu menyuguhkan penampilan terbaik di hadapan Presiden Joko Widodo pada perhelatan yang berlangsung pada 15 Oktober lalu tersebut di Pantai Pulau Datok, Sukadana.

Mengenai hal ini, kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara, Romi Wijaya, selaku panitia tingkat daerah, mengaprsiasi keberhasilan penampilan para penari kolosal di hadapan kepala negara serta para tamu undangan lainnya tersebut. Diakui dia, para penari telah memperlihatkan penampilan terbaik mereka.

“Usai para penari itu tampil, mereka kita kumpulkan semua dan memberikan apresisasi serta beberapa pengarahan. Dan saat itu juga dihadiri oleh Direktur Kesenian Kemandekbud, Ibu Sekda (Kayong Utara), dan pihak Dinas Pendidikan. Yang mana mereka semua mampu menampilkan yang terbaik pada puncak acara Sail Selat Karimata,” ucapnya.

Sementara itu, mengenai hal ini, lanjut Romi, para penari yang lebih dominan diikuti pelajar di Kayong Utara tersebut, belum ada program konkret untuk pengembangan mereka lebih lanjut. Diakui dia, untuk pengembangan kebudayaan, sampai saat ini masih dalam tanggung jawab pihak Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga setempat. “Kalau kita di lingkungan sekolah yang sudah terprogram di masing-masing sekolah. Dan untuk pendidikan memiliki satuan pendidikan yang berkaitan seni. Sedangkan untuk aktivitas siswa yang terlibat dalam tarian saat ini sudah menjalalani aktivitas biasa,” ungkap Romi.

Salah satu penari yang terlibat dalam Gelar Tari Nusantara Sail Selat Karimata 2016, Ongky Hermansyah, merasa bangga dapat tampil di hadapan Presiden pada puncak acara Sail Selat Karimata lalu. Padahal awalnya dia sempat mengalami grogi, lantaran ini baru kali pertama melihat sosok presiden yang karib disapa Jokowi secara langsung di hadapannya.

“Rasa grogi itu pasti, dan saya tampilkan secara maksimal di hadapan Pak Presiden. Selain itu, rasa bangga juga saya rasakan. Bahkan usai menggelar tarian sempat meneteskan air mata. Saya sangat terharu, ini akan menjadi sejarah dalam hidup saya,” ucap siswa SMA 1 Sukadana kelas X tersebut.

Untuk dapat menampilkan yang terbaik di hadapkan para undangan serta orang nomor satu di Indonesia, siswa berusia 16 tahun tersebut harus berlatih selama empat bulan. Walau awalnya sepat merasa bosan, tetapi pehobi musik tersebut dengan penuh semangat membunuh rasa bosan tersebut, demi menyukseskan Sail Selat Karimata.

“ Awalnya saya dan kawan-kawan saat berlatih sempat merasa bosan. Namun saya tanamkan tekad untuk kembali demi mensukseskan Sail Selat Karimata, rasa bosan itu hilang. Alhamdulillah saya dan kawan-kawan lainnya dapat tampil dihadapkan bapak Presiden dan memberikan yang terbaik,” ungkap Ongky.

Untuk tari, jika memang kembali diberikan kesempatan tampil, dirinya siap untuk kembali tampil memberikan yang terbaik jika memang diperlukan.“Kalau nanti diberikan kesempatan lagi untuk tampil, Insyaallah saya siap. Karena saya sudah muali jatuh cinta dengan menari,” ungkapnya.

Selain itu, dirinya berserta rekan-rekan lainnya mengucapkan terima kasih kepada tim koreografer Kinaria Gencar Semarak Perkasa (GSP) pimpinan Guruh Sukarno Putra, yang telah melatih mereka selama empat bulan penuh. “Saya ucapkan terima kasih kepada para pelatih yang telah membimbing saya dan kawan-kawan lainnya,” ungkapnya. (dan)

Berita Terkait