Rombongan RTM Sarawak Kunjungi Graha Pena Pontianak Post

Rombongan RTM Sarawak Kunjungi Graha Pena Pontianak Post

  Sabtu, 19 December 2015 08:12
KUNJUNGAN : Sejumlah staf dan karyawan Radio Televisyen Malaysia berkunjung ke Redaksi Pontianak Post. HARYADI/PONTIANAKPOST

Setelah aktivitas panjang selama setahun, banyak orang yang merencanakan untuk berpelesir di liburan tutup tahun ini. Tak terkecuali para pekerja media Radio Televisyen Malaysia (RTM) yang mengunjungi Pontianak. Tak lupa mereka mampir ke kantor redaksi Pontianak Post untuk mengetahui perkembangan media di sini.  ARISTONO, PontianakWISATAWAN asal Sarawak,

Malaysia mulai ramai mendatangi Pontianak pada liburan akhir tahun 2015 ini. Sama seperti di Indonesia, di sana para pelajar mulai memasuki masa liburan sekolah. Salah satu rombongan yang berkunjung ke Pontianak adalah klub rekreasi Radio Televisyen Malaysia (RTM) Sarawak. Berjumlah sekira 30 orang, mereka terdiri dari pimpinan, karyawan dan anggota keluarga. Berbagai tempat di Pontianak dikunjungi oleh mereka.

“Kami berkunjung ke Pontianak karena ingin menikmati suasana di sini. Banyak dari karyawan kami juga yang belum pernah ke Pontianak, walaupun satu daratan. Setiap tahun memang tujuan negara pelancongan kami berbeda-beda. Tahun ini kami ke Pontianak,” ujar Ketua Penolong Pengarah Kejuruteraan Televisyen RTM Sarawak Ahmad Razzaly yang juga pimpinan klub rekreasi perusahaan pelat merah itu kepada Pontianak Post, kemarin.

Diceritakan dia, selama tiga hari di Pontianak, rombongan mengunjungi Tugu Khatulistiwa, Museum Negeri Kalbar, Rumah Radakng, Rumah Melayu dan tempat-tempat wisata lainnya. Selain itu, mereka juga datang untuk berbelanja lantaran beberapa jenis barang di Kalbar lebih murah ketimbang di Kuching.

Selain itu, sebagai pekerja media, mereka juga mendatangi beberapa kantor media, seperti TVRI dan Pontianak Post. Tujuannya untuk bersilaturahmi, mengetahui perkembangan media di Kalbar, sharing kemajuan, dan mencari ide-ide pengembangan program ke depannya. RTM Sarawak memang selalu menyempatkan singgah ke media-media setempat setiap melakukan kunjungan wisatanya.

Di Graha Pena Pontianak Post, rombongan disambut oleh Wakil Direktur Salman Busrah dan Pemimpin Redaksi Heriyanto Sagiya. Mereka berbincang soal pengaruh kemajuan teknologi informasi dan komunikasi terhadap bisnis media. Terdapat kondisi yang sama antara Indonesia dan Malaysia, bagaimana pesatnya kemajuan internet telah mengubah pola generasi muda dalam mengkonsumsi media.

Ahmad juga menceritakan soal pengaruh demam batu akik dan batu mulia dari Kalbar yang sampai ke Sarawak. Menurutnya, banyak batu-batu akik asal Kalbar dan daerah lain di Indonesia yang mulai masuk ke sana. Dia sendiri mengoleksi batu kecubung berwarna ungu yang berasal dari tambng masyarakat di daerah Ketapang. “Batu ini saya beli di Serikin (Sarawak). Rencananya mau cari lagi di sini,” kata dia.

Walaupun belum serapi dan tertata seperti Kuching, Pontianak sendiri mulai menunjukan geliat kepariwisataannya. Berbagai maskapai penerbangan dan rute baru dari dan menuju Pontianak masuk ke ibukota Kalbar ini. Beberapa landmark selain Tugu Khatulistiwa pun dibangun, seperti Rumah Radakng dan Rumah Melayu.Beberapa even besar juga digelar di kota ini, seperti HUT Kota Pontianak, Cap Go Meh, Gawai Dayak, dan lainnya. Bahkan  pada Agustus lalu, terdapat even nasional Karnaval Khatulistiwa yang diikuti Presiden Jokowi. (*)