Roda Patah, Pesawat Kargo Gagal Mendarat

Roda Patah, Pesawat Kargo Gagal Mendarat

  Rabu, 14 September 2016 09:30
GAGAL LANDING: Pesawat kargo Trigana Air Service Boeing 737-300 PK-YSY gagal landing setelah as roda belakang sebelah kiri patah di runway 15 Bandara Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Selasa (13/9) ISTIMEWA

Berita Terkait

WAMENA - Pesawat kargo jenis Boeing 737 seri 300 milik Trigana Air Service yang mengangkut 14.913 ton yang berupa BBM dan sembako gagal mendarat di Bandara Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Selasa (13/9)  pukul 07.30 WIT.

Pesawat yang diawaki Capten Pilot Jatmiko dengan Co Pilot Joshua dan teknisi Iwan gagal landing setelah as roda belakang sebelah kiri patah di runway 15 dan pesawat terseret dan berhenti di runway 33. 

Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan pesawat ini, namun aktivitas di Bandara Wamena terpaksa ditutup. Penutupan ini mengakibatkan ratusan jadwal penerbangan di Bandara Wamena dibatalkan. 

Kapolres Jayawijaya, Yan Pieter Reba mengatakan, pesawat tersebut terbang dari Bandara Sentani, Jayapura pukul 07.05 WIT. Pesawat yang membawa BBM dan sembako ini mendarat di Bandara Wamena sekitar pukul 07.30 WIT. “Sayangnya saat landing, as roda belakang sebelah kiri patah di runway 15 sehingga pesawat terseret dan berhenti di runway 33 atau kurang lebih 2 kilometer,” jelas Yan Reba.

Saat mendarat menurut Yan Reba sempat terlihat percikan api di bagian roda belakang sebelah kiri, sehingga dua unit mobil pemadam kebakaran bandara langsung ke runway 33 dan menyemprotkan busa di badan pesawat untuk mencegah kebakaran. 

Setelah kondisi pesawat aman, petugas ground handling langsung mengeluarkan muatan pesawat yaitu BBM dan sembako. Akibat kecelakaan ini, pesawat kargo milik Trigana Air Service ini mengalami kerusakan parah. 

“Selain roda belakang yang patah, mesin pesawat sebelah kiri juga rusak parah dimana penutup mesinnya lepas di runway 15,” bebernya. 

Yan Reba menyebutkan sekitar pukul 16.30 WIT, badan pesawat berhasil dipindahkan menggunakan tiga alat berat ke ujung bandara sebelah utara. “Saat ini Tim KNKT sudah berada di Wamena untuk melakukan investigasi,” pungkasnya. 

Sementara Kepala Bandara Wamena, Rasburhani yang dihubungi menyebutkan kecelakaan pesawat kargo milik Trigana Air Service ini mengakibatkan seluruh jadwal penerbangan dibatalkan. “Dalam sehari, di Bandara Wamena ada 150 sampai 160 penerbangan dan semuanya harus dibatalkan,” katanya.

Tim KNKT menurut Rasburhani akan melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab gagal landing pesawat kargo ini. Rasburhani menyebutkan saat landing, roda pesawat mengalami gangguan dan tidak bisa keluar.

Terpisah, Manager Area Papua PT Trigana, Bustomi Eka Priyitno mengakui pesawat kargo Boeing 737 seri 300 nomor register PK-YSY yang gagal landing ini mengalami kerusakan berat. “Kerusakannya di bagian mesin, ban sebelah kiri pecah dan patah. Penyebab ban tidak keluar sampai body pesawat tergelincir akan diketahui setelah ada penelitian dari tim KNKT. Dari KNKT sudah mengeluarkan rilis agar pesawat dipindahkan setelah dibuat dokumentasi dan layout di lapangan,” tambahnya.

Kecelakaan yang dialami pesawat kargo yang mengangkut BBM untuk kebutuhan masyarakat di Kabupaten Jayawijaya, dipastikan tidak akan mengganggu ketersediaan BBM di daerah tersebut.  PT. Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VIII memastikan stok BBM di Wamena, Kabupaten Jayawijaya aman meski terjadi kecelakaan pesawat kargo Trigana di bandara setempat.

"Kuota BBM di Wamena aman tiga sampai empat hari. Jadi walau ada kecelakaan pesawat, konsumsi BBM di Wamena tidak akan terganggu. Stok BBM yang dibawa hanya 9,5 KL," ungkap Area Manager Communication and Relation Pertamina MOR VIII Taufikurachman  kepada Cenderawsih Pos melalui via seluler, Selasa (13/9) kemarin.

BBM yang diangkut pesawat kargo Trigana Air Service Boeing 737-300 PK-YSY menurut Taufikurachman merupakan milik Pertamina yang khusus untuk memasok kebutuhan di Wamena. "Kita berharap Bandara Wamena sudah bisa beroperasi kembali sehingga distribusi BBM dan logistik ke Pegunungan Tengah Papua bisa normal kembali,” pungkasnya. 

Menurut data yang dihimpun Cenderawasih Pos (Jawa Pos Group), kecelakaan yang menimpa pesawat kargo Trigana Air Service Boeing 737-300 PK-YSY, kemarin  merupakan insiden kedua di Bandara Wamena, tahun ini. 

Sebelumnya pada tanggal 9 Juli 2016, kecelakaan serupa dialami pesawat kargo jenis Boeing 737 seri 200 dengan nomor register PK-MYR milik masakapi My Indo Airline. Pesawat yang membawa beras dari Bandara Sentani Jayapura gagal landing setelah ban depannya pecah. (gin/jo/qad/nat)

Berita Terkait