Robot Pelayan Restoran Dipecat

Robot Pelayan Restoran Dipecat

  Jumat, 8 April 2016 09:01
BERMASALAH: Robot membawa pesanan pengunjung. Untuk mempekerjakan robot tersebut, dibutuhkan biaya 50 ribu yuan atau setara dengan Rp102,3 juta. SHANGHAIIST

Berita Terkait

GUANGZHOU – Memiliki pegawai robot ternyata justru membawa kesialan bagi beberapa restoran di Guangzhou, Tiongkok. Tahun lalu ada tiga restoran yang menggunakan robot humanoid sebagai pegawai untuk menarik pelanggan. Pada awalnya, tujuan tersebut memang sukses. Namun, dua restoran kemudian tutup. Satu yang tersisa, yaitu Restoran Heweilai, baru-baru ini ’’memecat” pegawai robotnya.

Salah satu alasan yang mendasari pemecatan tersebut adalah kerugian yang terus-menerus diderita pemilik restoran. Bayangkan saja, untuk mempekerjakan robot tersebut, dibutuhkan biaya 50 ribu yuan atau setara dengan Rp102,3 juta. Itu pun penyewa robot masih harus mengeluarkan uang lagi beberapa ratus yuan per bulan untuk perbaikan dan biaya listrik. Jumlah tersebut tentu cukup besar jika dibandingkan dengan mempekerjakan pegawai biasa.

Yang menjadi masalah, robot yang dipekerjakan tersebut ternyata tidak kompeten. Si robot yang didominasi warna putih itu tidak bisa membawa makanan dengan stabil dan kerap memecahkan makanan yang dipesan pelanggan. Karena alasan yang sama pula, robot tersebut tidak bisa membawa pesanan berupa sup maupun menuangkan minuman.

Tentu saja, hal itu membuat rekan-rekan kerjanya yang manusia mengajukan komplain. Sebab, mereka harus membereskan kelalaian si robot tersebut. ’’Robot ini bisa menarik beberapa pelanggan, tapi mereka benar-benar tidak bisa mengurangi kebutuhan akan pekerja manusia,’’ ujar si pemilik restoran.

Wakil Rektor Universitas Teknologi di Guangdong Zhang Yun menjelaskan bahwa robot memang sangat baik dalam meningkatkan produktivitas di industri manufaktur. Sebab, tugas mereka adalah mengulangulang pekerjaan yang sama. ’’Robot tidak bisa bekerja dengan baik di lingkungan yang membutuhkan in teraksi terus-menerus dengan manusia,’’ terang Zhang. (Shanghaiist/ECNS/sha/c6/ami)

Berita Terkait