Robo-Robo 2017, Pererat Persaudaraan Demi Ibu Pertiwi

Robo-Robo 2017, Pererat Persaudaraan Demi Ibu Pertiwi

  Kamis, 16 November 2017 10:00
TAR: Pemukulan tar menandai dimulainya kegiatan Robo-Robo 2017 di Kompleks Pelabuhan Kuala Mempawah.

Berita Terkait

RIBUAN masyarakat menyaksikan puncak ritual budaya Robo-Robo tahun 2017 di Pelabuhan Kuala Mempawah, Rabu (15/11). Puluhan perahu mengikuti kapal yang ditumpangi Raja Mempawah Pangeran Ratu Mulawangsa Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim yang akan melakukan ritual adat buang-buang di muara Sungai Kuala Mempawah. Sementara itu di darat, masyarakat telah memenuhi Kompleks Pelabuhan Kuala Mempawah yang menjadi lokasi pembukaan ritual budaya Robo-Robo tahun 2017. 

Usai memimpin ritual buang-buang, Pangeran Ratu Mulawangsa Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim bersama Permaisuri Sinuhun Ratu Kencana Wangsa Arini Mariam dan Laskar Serumpun Opu Daeng Menambon menuju ke lokasi acara. Kedatangan Raja dan rombongan disambut Bupati Mempawah Ria Norsan beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan pejabat Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Mempawah. 

“Kami mengapresiasi semua pihak yang telah menyukseskan penyelenggaraan ritual budaya Robo-Robo tahun 2017 sehingga berlangsung semarak dan penuh kemeriahan. Ini merupakan hal positif untuk melestarikan nilai-nilai adat budaya di masyarakat Mempawah,” kata Raja Mardan dalam sambutannya.  

Raja Mardan juga berterima kasih kepada pemerintah pusat yang telah menetapkan Robo-Robo di Kabupaten Mempawah sebagai warisan budaya takbenda di Indonesia. Menurut Raja, penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus menggali dan mengembangkan potensi budaya di Kabupaten Mempawah. 

“Kita juga punya adat budaya toana yang bisa dijadikan warisan budaya takbenda. Melalui momentum peringatan adat budaya Robo-Robo 2017 ini, mari kita pererat persaudaraan untuk persatuan dan keutuhan bangsa dan negeri,” kata Raja Mardan mengajak. 

Pada kesempatan itu Raja juga memberikan anugerah gelar kepada Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya Pontianak dan Kepala Balai Arkeologi Banjarmasin.

Bupati Ria Norsan mengatakan Robo-Robo sebagai kegiatan napak tilas kedatangan Opu Daeng Menambon yang kemudian menjadi Raja Mempawah pada ratusan tahun silam punya nilai sejarah besar bagi masyarakat Mempawah. Robo-Robo adalah peringatan atas cikal bakal lahirnya Kota Mempawah. “Maka dalam perayaan Robo-Robo ini melibatkan seluruh elemen masyarakat dari beragam suku dan agama yang ada di Kabupaten Mempawah. Inilah wujud syukur dan penghargaan masyarakat kepada Kerajaan Mempawah,” tuturnya menjelaskan. 

Ria Norsan menyebut pelestarian nilai adat budaya ritual Robo-Robo sekaligus menjadi kewajiban Pemerintah Kabupaten Mempawah bersama-sama pihak-pihak terkait lainnya. Melalui kerja sama yang sinergis dengan Kerajaan Mempawah, maka adat budaya Robo-Robo dapat ditetapkan pemerintah pusat sebagai satu di antara warisan budaya takbenda di Indonesia. “Even budaya Robo-Robo sekaligus menjadi ajang promosi wisata di Kabupaten Mempawah. Dalam setiap pergelaran Robo-Robo, tak sedikit wisatawan lokal dan mancanegara yang berkunjung ke Mempawah. Ke depan pemerintah daerah selalu berkomitmen untuk mengembangkan dan menggali potensi budaya di Mempawah,”ucapnya menegaskan. 

Acara pembukaan ritual budaya Robo-Robo 2017 ditandai pemukulan alat musik tradisional tar oleh Raja Mempawah, Bupati Mempawah, Wakil Bupati Mempawah, dan Komandan Lanud Supadio Pontianak. Dalam momen ini para tamu dihibur dengan berbagai kesenian adat khas daerah. Dan sebagai kejutan, Angkatan Udara dari Skuadron Udara 1 Lanud Supadio Pontianak melakukan atraksi fly pass (terbang rendah) pesawat tempur Hawk 100-200. (Foto & Narasi: Humpro Pemkab)

 

Berita Terkait