Rob Rendam Sawah di Matang Putus , 3 Ha Sawah Siap Panen Terancam

Rob Rendam Sawah di Matang Putus , 3 Ha Sawah Siap Panen Terancam

  Kamis, 28 January 2016 09:50
BANJIR ROB: Selain merendam persawahan warga, akses jalan di Desa Matang Danau, Kecamatan Paloh, juga ikut terendam oleh air laut yang naik hingga ke daratan, sehingga menyulitkan warga untuk melintas. ISTIMEWA

Berita Terkait

LIKU – Cuaca kini memang sulit diperkirakan. Pasang laut, angin kencang, ombak tinggi hingga ke daratan, akhirnya merendam sawah masyarakat di Dusun Matang Putus (Mutus), Desa Matang Danau, Kecamatan Paloh. Dari data yang ada, sekitar 3 hektare sawah masyarakat di sana terendam air laut, mulai pukul 05.00 WIB hingga pukul 08.00 WIB, Selasa (26/1).

Kondisi ini memaksa masyarakat harus memanen cepat padi mereka, agar tidak rusak. Bahkan banyak kendaraan warga mogok saat melintasi jalan yang terendam air laut. Dewi, salah satu pemilik lahan sawah sempat bingung saat banjir rob tiba-tiba merendam sawahnya.Ia pun mendatangi lahannya untuk membuka pintu air bersama ketua RT setempat. Terlebih lahan sawahnya terendam air asin yang dikhawatirkan menyebabkan gagal panen. "Saya meminta tolong Pak RT membuka pintu air agar air cepat mengalir," kata Dewi didampingi  Iswan dan Akhmad, warga Dusun Mutus, kepada wartawan, Rabu (27/1) dari Paloh.

Menurut Iswan, ketua RT 18, pintu air saat ini tidak berfungsi lagi. Menurut dia, masuknya air laut karena jarak jalan dan laut hanya sekitar 500 meter, sedangkan persawahan masyarakat berjarak kurang lebih 10 meter dari bibir pantai. "Setiap tahun jika musim ribut dan gelombang besar, air laut pasti merebak ke jalan dan menggenangi lahan pertanian warga, dan hingga kini belum ada solusi guna mengatasi masalah tahunan ini, sementara lahan sawah warga memang di tepi laut," jelasnya.

Sementara Akhmad, warga lainnya, mengungkapkan jika banjir rob yang terjadi Selasa (26/1) pagi, menggenangi ruas jalan raya Dusun Matang Putus. Rob air laut setinggi 0,5 meter langsung masuk persawahan dan menggenangi jalan. Banyak kendaraan roda dua yang melintas harus mogok, sehingga warga beralih rute jalan lain yang tidak tergenang air rob. "Kejadian ini setiap tahunnya terjadi, tepatnya pada Bulan Desember hingga Bulan Februari," jelasnya.

Sementara itu, Musanif, kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Sambas, membenarkan adanya banjir rob yang menggenangi persawahan warga. "Saya sudah mendapat laporan dari Kades Matang Danau. Menurutnya, ada sekitar 3 hektare sawah masyarakat yang tergenang luapan air rob, namun kondisi padi siap panen, sehingga petani bisa menyegerakan panennya. Sebab, terlalu lama, khawatir rusak. Namun biasanya, jika habis terendam sebentar dan segera turun hujan, maka akan tercuci residu garamnya. Insyaallah padi akan aman," katanya. (har)

Berita Terkait