Rob Rendam Mempawah

Rob Rendam Mempawah

  Senin, 8 February 2016 09:30
WAHYU/PONTIANAKPOST BANJIR ROB : Pemukiman warga di Kecamatan Mempawah Hilir terendam banjir rob dengan ketinggian mencapai 10-20 centimeter.

MEMPAWAH- Sebagian wilayah dataran rendah di Kabupaten Mempawah direndam banjir pasang air laut (ROB), Minggu (7/2). Ketinggian air tampak menggenangi pekarangan rumah warga yang ada di Kecamatan Mempawah Hilir dan Mempawah Timur. Diperkirakan, ROB masih akan berlangsung hingga beberapa hari kedepan.

“Sudah setiap tahun terjadi banjir seperti ini. Namun untuk tahun ini agak sedikit terlambat, karena biasanya banjir terjadi pada Desember,” tutur Amat, warga Kuala Mempawah sembari membersihkan beberapa perabot rumahnya.

Bapak empat anak itu mengatakan, banjir pasang air laut yang terjadi cukup memberikan dampak negatif bagi lingkungannya. Mengingat, air yang menggenangi pemukiman rumah masyarakat ini merupakan air laut yang memiliki kadar garam cukup tinggi.

“Paling berdampak terhadap tanaman yang ada dipekarangan rumah. Kalau sudah terendam air asin seperti ini dipastikan akan layu dan mati. Apalagi tanaman jenis bunga yang sangat rentan terhadap air asin,” pendapatnya.

Karenanya, dia berharap banjir ROB yang terjadi diwilayah itu tidak semakin meninggi. Meski ketinggian air tidak mencapai kedalam rumah, namun ROB yang menggenangi pemukiman warga dirasakan cukup mengganggu aktivitas sehari-hari.

“Mudah-mudahan saja tidak ada turun hujan dalam beberapa hari ini. Sebab, jika curah hujan tinggi ditambah dengan pasang air laut maka banjir akan semakin naik,” tuturnya.

Disamping itu, masih menurut Amat, banjir ROB yang merendam pemukiman juga membawa keresahan bagi para orang tua. Terlebih bagi para orang tua yang memiliki anak usia sekolah dasar. Mengingat, banjir kerap menjadi media yang cukup menyenangkan bagi anak-anak untuk bermain.

“Kalau sudah banjir seperti ini, anak-anak susah dilarang untuk bermain air. Makanya, harus ekstra melakukan pengawasan terhadap anak-anak yang bermain air. Apalagi beberapa waktu lalu sudah ada anak yang menjadi korban jiwa akibat tenggelam di daerah Mempawah,” ujarnya.

Warga lainnya, Hidayah menyarankan agar Pemerintah Kabupaten Mempawah dapat melakukan upaya penanggulangan terhadap ROB yang merendam pemukiman masyarakat tersebut. Salah satu caranya dengan membuka saluran-saluran air yang dilingkungan masyarakat itu sendiri.

“Parit-parit yang ada dipemukiman harus bersih. Sebab, saluran yang bersih akan memperlancar keluar masuk air. Dengan begitu, maka banjir yang merendam pemukiman masyarakat tidak akan berlangsung lama,” katanya.

Karenanya, dia menyarankan agar pemerintah daerah merealisasikan program normalisasi terhadap saluran-saluran air yang ada dilingkungan masyarakat. Terutama pada daerah-daerah dataran rendah di Kabupaten Mempawah yang selama ini kerap menjadi langganan banjir.

“Jika sudah dinormalisasi, maka saluran air akan semakin tertata dengan baik. Apabila normalisasi ini sudah dilaksanakan, selanjutnya menjadi tugas masyarakat untuk menjaga dan memelihara agar saluran air tetap terawat dan berfungsi sebagaimana mestinya,” pungkasnya.(wah)