RJ Lino Digarap 9,5 Jam

RJ Lino Digarap 9,5 Jam

  Selasa, 10 November 2015 09:27
M KUSDARMADI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

 JAKARTA – Direktorat Tindak Pidana Korupsi Badan Reserse Kriminal Kepolisian menggarap Direktur Utama Pelabuhan Indonesia II Richard Joost Lino, Senin (9/11). Lino diperiksa sebagai saksi dugaan korupsi pengadaan 10 unit mobile crane di Pelindo II.  
Lino hadir sekitar pukul 9.10 dan baru keluar dari gedung badan berlambang busur panah itu sekitar pukul 18.30. Ini pemeriksaan perdana yang dijalani Lino. Sejatinya, Senin  (2/11) pekan lalu penyidik mengagendakan pemeriksaan Lino. Namun, ia tak hadir dengan alasan surat pemanggilan tidak sah. Penyidik tak mengindahkan alasan itu.
Surat pemanggilan kedua dilayangkan. Lino akhirnya memenuhi panggilan penyidik kemarin (9/11).  Lino mengenakan jas hitam membalut kemeja putih hadir di gedung Bareskrim tanpa banyak komentar. "Nanti saja deh, saya masuk dulu. Saya jadi saksi kok, pasti siaplah," kata Lino kepada wartawan di Bareskrim Polri, Senin (9/11) pagi.
Hanya saja ia mengaku siap menjalani pemeriksaan. Lino pun masuk menjalani pemeriksaan. Sekitar pukul 18.30, Lino terpantau keluar dari gedung Bareskrim. Ia mengangkat jempol tangan kanan dan kirinya sambil berjalan ke arah puluhan wartawan yang sudah menantinya sejak pagi. Lino masih tetap tersenyum meski digarap selama kurang lebih 9,5 jam. Lino pun enggan menjawab gamblang pertanyaan wartawan. "Semuanya yang ditanyakan kepada saya, intinya saya bilang apa yang sudah kami kerjakan sesuai goverment," kata Lino usai digarap Bareskrim, Senin (9/11) malam.
Namun, Lino mengakui bahwa penyidik belum menanyakan soal pengadaan mobil crane. Menurut dia, pemeriksaan yang dijalaninya belum sampai pada pertanyaan soal tersebut. Dia mengatakan, pekan depan akan balik lagi menjalani pemeriksaan. "Karena saya tadi belum selesai, minggu depan saya balik lagi ya," katanya.  Saat ditanya apakah kasus ini kriminalisasi, Lino menjawab diplomatis. "Kita ikutlah seluruh proseslah," ungkapnya.
Lino malah mengagumi cara kerja penyidik Dittipikor Bareskrim Polri yang memeriksanya. Ia memuji-muji penyidik. "Kalau saya ya, saya very impressive selama hari ini. Menurut saya very impressive ya untuk Tipikor. Menurut saya bagus sekali, istimewa," katanya.Ia mengatakan, ini tentu berbeda sekali dengan gambaran tentang polisi di luar. Namun, ia tak menjelaskan gambaran apa yang dimaksudkannya. "Karena begini gambaran saya sebelumnya karena di luar itu gambarannya polisi kayak begitu, kayak begitu ya," katanya.
Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti enggan bicara teknis pemeriksaan Lino. Yang jelas, kata Haiti, kasus ini akan tetap terus berjalan. Pemeriksaan saksi-saksi terus dilakukan untuk mendapatkan keterangan tambahan termasuk alat bukti untuk membawa kasus ini ke peradilan. Di sisi lain, Polri juga menggali kemungkinan adanya tersangka baru. "Atau juga apakah kemungkinan ada tersangka baru atau tidak semua tergantung alat bukti," kata jenderal bintang empat ini, Senin (9/11) pagi di Mabes Polri.
Indonesia Police Watch sangat menyayangkan pernyataan Lino di sejumlah media massa beberapa waktu lalu. Ketua Presidium IPW Neta S Pane mengatakan, sebelumnya Lino pernah mengatakan "Saya di-support di mana-mana, akhirnya polisi itu yang diganti, bukan saya".
IPW menilai ucapan ini bernuansa arogansi yang melecehkan Polri, yang tengah berusaha keras melakukan penegakan hukum dan pemberantasan korupsi, terutama di lingkungan Pelindo II. Menurut Neta, pernyataan itu merupakan sebuah pembunuhan karakter terhadap institusi Polri maupun pihak yang dituding sebagai "polisi itu yang diganti". "Untuk itu Polri harus segera menuntaskan kasus dugaan korupsi di Pelindo II agar Polri tidak dilecehan dan dituduh mengada ada atau
sekadar melakukan rekayasa kasus," katanya, Senin (9/11). (ody)

Berita Terkait