Riza Chalid Kabur Duluan

Riza Chalid Kabur Duluan

  Rabu, 9 December 2015 08:04
DIPERIKSA: Menteri ESDM Sudirman Said sebelum memasuki Gedung Bundar di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (8/12). Imam Husein/Jawa Pos

Berita Terkait

JAKARTA – Tak ada pilihan lain bagi pemerintah maupun DPR selain menghadirkan Riza Chalid agar kasus pencatutan nama presiden dan wakil presiden terselesaikan. Riza kini diduga sengaja menghilang agar posisi Ketua DPR Setya Novanto aman. Kejagung maupun Polri kini dituntut bisa memulangkan pria yang dikenal sebagai pengusaha minyak tersebut.

Riza sempat mangkir dari panggilan Majelis Kehormatan Dewan (MKD) yang tengah menyidangkan laporan Menteri ESDM Sudirman Said pada Rabu (2/12). Saat itu MKD beralasan bahwa Riza sedang berada di luar negeri. MKD pun tampaknya tak serius memanggil lagi Riza. Kapolri Jenderal Badrodin Haiti memastikan bahwa Riza sudah pergi ke luar negeri mulai Kamis (3/12). Polri juga sudah mengetahui negara yang dituju Riza. ”Tapi, saya belum bisa menyebutkan di mananya,” ujar Badrodin saat dihubungi kemarin (8/12).

Kendati begitu, Polri belum bisa berbuat banyak karena status Riza juga belum jelas. Apakah sebagai tersangka atau saksi dalam kasus tersebut. ”Kejagung belum ada keputusan soal statusnya,” ucap mantan Kapolda Jatim itu.Badrodin mengungkapkan bahwa Kejagung telah berkoordinasi dengan Bareskrim Polri untuk kasus dugaan pencatutan nama tersebut. Koordinasi itu terkait dengan teknis pengusutan kasus. ”Dengan Bareskrim dibicarakan. Tapi, kami masih menunggu kepastian soal rekaman. Apakah rekaman itu utuh atau tidak. Setelah pasti, baru bisa berinisiatif membantu pengusutan,” jelasnya.

Terpisah, Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Arminsyah mengaku belum tahu tentang kepergian Riza. Menurut dia, menghilangnya Riza memang sangat berpengaruh terhadap proses penyelidikan. Saat ini JAM Pidsus tengah bekerja sama dengan JAM Intel untuk melacak keberadaan Riza.Kerja sama itu dilakukan bukan hanya untuk mengembalikan Riza, tapi juga semua proses dalam kasus dugaan mufakat jahat yang disebut-sebut menjerat Setya Novanto. ”Bentuk detail dukungan intelijen tentu rahasia,” ucapnya saat ditemui di kompleks kantor Kejagung kemarin.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Amir Yanto menyebutkan bahwa kepergian Riza juga akan direspons dengan mencari keterangan dan bukti dari sumber lain. Sehingga penyelidikan kasus tersebut tetap berjalan. ”Masih ada yang lainnya, tentu diteruskan,” ujar dia.

Di bagian lain, Jaksa Agung M. Prasetyo mengatakan bahwa hingga saat ini upaya mengumpulkan bukti dan keterangan terus dilakukan. Nanti ada evaluasi yang memastikan apakah memang ada pidana dalam kasus dugaan mufakat jahat yang mengarah pada korupsi tersebut. ”Kami bekerja untuk membuktikannya,” ujar dia.Soal keinginan MKD untuk meminta rekaman asli kepada Kejagung, Prasetyo menanggapi enteng. Menurut dia, kalau memang ada permintaan tersebut, tentu MKD harus meminta secara resmi dan tertulis. ”Namun, kami juga membutuhkan rekaman asli ini untuk penyelidikan,” ucapnya saat dihubungi kemarin.‎
Sebenarnya ada yang aneh dalam keinginan MKD. Sebab, Presiden Direktur PT Freeport Maroef Sjamsoeddin telah menyerahkan rekaman ke MKD‎. Lalu, buat apa lagi meminta rekaman kepada Kejagung? ”MKD itu hanya soal etika, bukan penegak hukum yang memerlukan pembuktian,” tuturnya.
‎Jampidsus Arminsyah menambahkan, soal hasil pemeriksaan pada Sudirman Said dan Maroef Sjamsoeddin, Kejagung juga belum bisa menyebut apakah sudah menguatkan adanya tindakan pidana. Yang pasti, pemeriksaan akan terus berlanjut. ”Belum bisa jawab kalau soal indikasi pidananya menguat atau tidak. Pemeriksaan menteri ESDM dilanjutkan lagi. Maroef juga masih diperiksa semua,” terangnya.
‎Pemeriksaan terhadap Maroef berlangsung cukup lama. Mendatangi kantor Kejagung pukul 10.15, hingga pukul 18.30 mantan wakil kepala Badan Intelijen Negara (BIN) tersebut belum juga keluar. Pemeriksaan Maroef itu merupakan yang ketiga.
Di pihak lain, Kabaghumas dan TU Ditjen Imigrasi Heru Santoso Ananta Yudha mengatakan, hingga kemarin belum ada koordinasi apa pun dari penegak hukum untuk permintaan cekal Riza. Berdasar data imigrasi, Heru juga membenarkan bahwa pada 3 Desember Riza sudah keluar dari Indonesia.

‎Di tengah kabar menghilangnya Riza, tiba-tiba muncul akun Twitter yang mengatasnamakan Riza: @Rizachalid. Akun itu mengaku sebagai Riza yang asli. Dalam kicauannya, @Rizachalid menyebut tidak sedang menghindar dari kasus ”papa minta saham”, tapi masih mencari waktu yang tepat untuk muncul ke publik.”Mohon maaf, saya belum bisa menyampaikan kepada masyarakat terkait pemberitaan yang menyeret nama saya,” ujarnya. Dalam biodata @Rizachalid tersebut juga tercantum domisilinya di Singapura. ‎Namun, belum bisa dipastikan apakah benar Riza berada di Negeri Singa Putih itu.

Nama Riza Chalid sebenarnya bukan kali ini saja disebut terlibat sebuah perkara. Dia beberapa kali dilaporkan ke Direktorat Pengaduan Masyarakat (Dumas) KPK terkait dugaan mafia migas. Salah seorang pelapornya adalah ormas Solidaritas Kerakyatan Khusus Migas pada Juni 2014. Seperti halnya Novanto, laporan-laporan yang menyebut nama Riza juga menguap begitu saja. (gun/idr/c9/end)

 

 

Berita Terkait