Ritual Ungkapan Rasa Syukur , Adat Bayar Niat Bupati Terpilih

Ritual Ungkapan Rasa Syukur , Adat Bayar Niat Bupati Terpilih

  Selasa, 9 February 2016 10:23
BAYAR NIAT: Bupati Ketapang terpilih, Martin Rantan, saat menjalani prosesi adat bayar niat yang berlangsung di Rumah Adat Hulu Sungai, 5 Februari lalu. ISTIMEWA

Berita Terkait

KETAPANG – Ritual adat bayar niat antah menjadi boras, kora menjadi duata dimaksudkan sebagai ungkapan rasa syukur atas kemenangan Bupati Ketapang terpilih, Martin Rantan. Martin memenangkan Pilkada Ketapang dan akan dilantik menjadi Bupati Ketapang periode 2016 – 2021.

"Sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena pilkada di Ketapang yang berlangsung aman, damai, dan lancar," kata Alexander Wilyo, ketua panitia acara bayar niat di Rumah Adat Hulu Sungai, kemarin. Menurut Alex, dengan digelarnya ritual adat itu sebagai ungkapan rasa sukur Duata Jubata Tuhan YMK, karena telah terpiihnya Martin-Suparpto. Keduanya diharapkan dapat mengayomi dan memimpin Kabupaten Ketapang secara adil dan bijaksana, untuk menuju Kabupaten Ketapang yang aman, maju, adil, dan sejahtera.

Acara yang dilaksanakan pada 5 Februari lalu di Wisma Hulu Sungai tersebut, selain merupakan ungkapan rasa syukur atas terpilihnya Martin-Suprapto sebagai Bupati dan Wakil Bupati Ketapang terpilih, juga dilakukan karena telah berlangsungnya pilkada damai di Kabupaten Ketapang, 9 Desember 2015 lalu. Dalam sambutannya, Bupati Ketapang terpilih, Martin Rantan, pun mengungkapkan terkait dengan program kerjannya pada enam bulan pertama pemerintahan, memfokuskan kepada beberapa hal. Di antaranya, disebutkan dia, seperti membenahi tata kelola di lingkungan Pemda Kabupaten Ketapang. "Kita akan melakukan tata kelola. Jadi tata kelola itu kalau kita lihat kita mulai menata dari kasi (kepala seksi), mulai menata dari kabid (kepala bidang), sekretaris (sekretaris SKPD), dan sebagainya, setelah itu kita akan menyesuaikan untuk SOTK baru," papar dia. "Tidak usah khawatirlah kita tidak akan ada istilahnya jatuh-menjatuhkan, ganti-mengganti. Itu saya fikir bukan cara-cara sayalah," tegas mantan anggota DPRD Provinsi Kalbar tersebut.

Hadir dalam acara tersebut Penjabat Bupati Ketapang Kartius berserta Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Ketapang Yuliana Kartius, Ketua DAD Provinsi Kalimantan Barat Yakobus Kumis, jajaran pengurus DAD Kabupaten Ketapang, para kepala dinas, tokoh masyarakat, serta tokoh adat Kabupaten KetapangAcara adat tersebut ditutup dengan acara begamal atau menari bersama dengan para tamu undangan, sebagai ungkapan rasa kegembiraan bersama atas prosesi adat yang telah digelar. (afi/ser)

 

Berita Terkait