Rio Juara Lomba Bercerita

Rio Juara Lomba Bercerita

  Kamis, 7 April 2016 09:43
BERCERITA: Gambar bersama para pemenang lomba bercerita. WAHYU/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

MEMPAWAH– Rio Aprisa Putra, siswa SD Negeri 23 Mempawah Hilir, tampil sebagai pemenang lomba bercerita tingkat SD/MI se-Kabupaten Mempawah, Selasa (5/4) di Aula Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Mempawah. Rio berhasil mengumpulkan nilai tertinggi 998 poin dan menyisihkan 25 peserta lainnya.

Selain menetapkan Rio sebagai pemenang pertama, dewan juri juga memberikan penilaian tertinggi kedua kepada Zalfa Meisa Hendarti, siswa SD Negeri 02 Mempawah Hilir, dengan 987 poin. Sedangkan juara ketiga pada lomba yang dilaksanakan Perpusda Mempawah itu, Nabila Wulandari dari SDN 08 Mempawah Hilir. Berikutnya juara harapan I,  Fadila Tika dari SDN 15 Mempawah Hilir, harapan II, Imelda Syafitri dari SDN 03 Siantan serta haapan III, Reyhana Putri dari SDN 02 Anjongan.

“Alhamdulillah, senang bisa menjadi juara. Padahal penampilan peserta lain juga bagus-bagus,” tutur Rio mengomentari kemenangannya.

Senada Rio, Zalfa Meisa pun mengaku tidak menyangkat jika dirinya mampu meraih peringat kedua dalam lomba yang diadakan untuk memperingati Hari Buku Se-dunia pada tanggal 22 April itu. “Saingannya banyak dan bagus-bagus semuanya. Senang sekali bisa tampil menjadi juara,” ucapnya penuh syukur.

Kepala Perpusda Kabupaten Mempawah, Johana Sari Margiani menerangkan, kegiatan lomba bercerita yang dilaksanakan jajarannya guna  meningkatkan rasa kecintaan anak-anak terhadap buku. Sehingga diharapkan dapat mengasah kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) siswa. Sekaligus melatih dan membentuk mental siswa agar memiliki kemampuan berbicara maupun berlakon.

“Aktivitas bercerita dapat meningkatkan kepekaan, kemampuan berbahasa, dan interpretasi sebuah jalan cerita. Hal itu, tidak terlepas dari kandungan makna yang bisa dipetik para pembaca dalam setiap kajian cerita rakyat. Termasuk pula dapat menanamkan budi pekerti, melatih, kepekaan emosional atau empati, menghargai alam, dan ajaran tentang nilai-nilai kebaikan ketika berinteraksi dengan orang lain,” paparnya.

Karena itu Johana memandang penting upaya membudayakan sikap gemar membaca sejak dini kepada anak-anak. Sebab, pada usia anak menjadi momentum yang tepat untuk pembentukan karakter anak bangsa. Menginat golden age atau masa emas merupakan pondasi dasar terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak.

“Makanya diperlukan pembinaan sejak dini agar anak-anak kita tumbuhkembang menjadi SDM yang pintar dan cerdas serta mampu mengikuti pendidikan selanjutnya dalam menunjang persiapan menyongsong usia produktif,” tukasnya.(wah)

Berita Terkait