Rilis Lagu Daerah Penyanyi Cilik

Rilis Lagu Daerah Penyanyi Cilik

  Selasa, 23 February 2016 09:45
AKSI : Penyanyi cilik mempawah dalam proses video klip di Taman Mempawah. WAHYU/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

MEMPAWAH- Melestarikan seni budaya masyarakat Mempawah, Sanggar Sri Betuah merilis lagu-lagu daerah Kabupaten Mempawah. Uniknya, lagu daerah tersebut dibawakan oleh para para penyanyi cilik. Proses rekaman lagu hingga syuting video klip berlangsung sejak Oktober 2015 hingga Februari 2016.

Para penyanyi cilik Kabupaten Mempawah yang tampil Salwa Zhafirah, siswi SDN 10 Mempawah Hilir. Kemudian Bunga Kemuning dan Ryo Aprisya Putra, keduanya pelajar di SDN 23 Mempawah Hilir. Mereka membawakan sepuluh lagu daerah yang diaransemen ulang oleh musisi kondang mempawah, Sukardiansyah.Sepuluh lagu daerah tersebut terdiri dari Ku Bangun, Ku Jaga dan Ku Pelihari Bestari ku, Dendang melayu, Gasing, Belenggang, Utin Chandramidi, Sebukit Rama, Makan Seprahan, Tidoklah-Tidok, Galaherang dan Mak Usu.

“Dari sepuluh lagu tersebut, sembilan diantaranya merupakan lagu lama yang sudah populer di masyarakat. Sedangkan satu lagu yakni Ku Bangu, Ku Jaga dan Ku Pelihara Berstari ku merupakan lagu baru hasil karya Sukardiansyah yang akrab disapa Yance,” ungkap Ketua Sanggar Sri Betuah Mempawah, Yanto, Minggu (21/2) sore di Mempawah.Pria yang juga Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kantor Lurah Pasir Wan Salim Kecamatan Mempawah Timur itu menyebut, tujuannya mengaransemen ulang lagu-lagu daerah Mempawah semata-mata sebagai upaya untuk mengenalkan dan mempertahankan seni budaya masyarakat Kabupaten Mempawah khususnya melalui dunia tarik suara.

“Mempawah ini memiliki banyak hasil karya yang sangat bagus. Makanya sangat disayangkan jika dibiarkan dan tenggelam. Sehingga kami merasa terpanggil untuk berkarya dengan merilis ulang lagu daerah beserta video klipnya,” ujarnya.Dalam proses rekaman hingga syuting video klip, timpal Bapak tiga anak ini, dirinya mendapatkan bantuan dari musisi mempawah, Sukardiansyah yang dengan kebersamaan berpartisipasi sejak awal hingga akhir. Sejumlah lokasi yang dijadikan tempat pengambilan gambar seperti, Kantor Bupati Mempawah, Taman Mempawah, Keranton Amantubillah dan Makam Opu Daeng Menambon di Sebukit Rama.

“Berkat bantuan beliau dan dukungan para orang tua penyanyi, hingga semuanya bisa diselesaikan dengan baik. Bahkan, segala keperluan perlengkapan hingga dana operasional selama syuting kami kumpulkan secara patungan,” bebernya.Lebih jauh, Yanto mengaku dalam album lagu daerah mempawah kali ini pihaknya menampilkan warna baru terhadap perkembangan belantika musik di Kalbar. Dirinya berharap hasil karya tersebut dapat menjadi semangat dan motivasi bagi para seniman daerah untuk terus berkarya dan berprestasi.

“Nuansa barunya, kita menampilkan penyanyi cilik untuk membawakan lagu daerah. Sejauh ini, saya belum pernah melihat ada lagu-lagu daerah yang dinyanyikan anak-anak. Makanya, kami menampilkan sesuatu yang baru. Dan para penyanyi cilik ini telah mengukir banyak prestasi ditingkat kabupaten maupun provinsi,” ucapnya.Kedepan, dirinya menaruh harapan agar pemerintah daerah dapat memperhatikan para penyanyi cilik di Kabupaten Mempawah. Sebab, dia menilai daerah itu memiliki banyak penyanyi cilik potensial yang dapat mengharumkan nama daerah dan masyarakat mempawah ditingkat nasional.

“Talenta-talenta cilik ini perlu diasah lagi agar menjadi seniman musik yang berkualitas. Nah, semua itu membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif pemerintah daerah untuk memfasilitasi agar bakat mereka bisa berkembang. Kalau tidak ada dukungan, maka mereka tidak akan menjadi apa-apa,” tukasnya.(wah)

 

Berita Terkait