Ribuan Warga Nikmati Karnaval

Ribuan Warga Nikmati Karnaval

  Senin, 24 Oktober 2016 09:30
INDAH: Salah satu peserta ambil bagian dalam karnaval untuk memeriahkan Hari Jadi Kota Pontianak ke-245 di Jalan Gajahmada, Pontianak, Minggu (24/10). Ribuan orang memadati jalan Gajah Mada untuk menyaksikan berbagai kostum unik dan menarik. HARYADI/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

PONTIANAK - 20 tim Karnaval Fashion Road dan Festival Drum Band tingkat SMA sederajat tahun 2016 beratraksi. Ribuan mata masyarakat tak berkedip saat burung enggang, kupu-kupu, elang dan bermacam flora fauna lain melenggang di Jalan Gajah Mada.

Pantauan Pontianak Post, warga dan peserta sudah penuhi halaman depan Kantor Graha Pena Pontianak, sejak pukul12.00. Para peserta dengan nomor urut awal bahkan sudah berada di halaman Parkir Graha Pena, untuk mempersiapkan segalanya agar saat tampil bisa maksimal.

Satu persatu tim karnaval fashion road dan festival drum band tunjukkan atraksi. Selain suara lagu yang dimainkan tim Drum Band bagus, busana bertema flora dan fauna jadi perhatian. Apalagi saat busana menyerupai burung enggang dan elang mengitari Jalan Gajah Mada. Penonton dibuat tak berkedip. Busana yang tak biasa itu juga tak luput dari jepretan mata kamera. 

Salah satu peserta Fashion Road dari perwakilan SMA Al Azhar Pontianak, Inditia sudah jauh hari mempersiapkan kostum bertemakan burung enggang, dipadukan dengan pakaian khas adat Dayak. “Ini murni ide saya, tapi untuk buat busana agar menyerupai enggang dibantu teman-teman lain. Kami buat bersama, bahkan sampai malam,” terangnya.

Tim Fashion Road dari SMA Al Azhar ada 25 orang. Selain busana menyerupai enggang, beberapa kostum menyerupai buah-buahan juga jadi andalan timnya. “Lidah buaya, nanas dan jeruk juga ada,” ucapnya tersenyum.

Ia menilai even seperti ini harus sering diadakan. Ini dapat menciptakan kreatifitas bagi pelajar. Selain itu, ini juga sebagai ajang silaturahmi karena even ini diikuti perwakilan SMA lain. “Ini baru pertama kali kita tampil. Tapi kita tetap menargetkan juara,” terangnya.

Perasaan grogi kata dia tetap ada. Namun, melihat semangat dari tim perwakilan SMA lain, ia justru semakin semangat mengikuti even ini sampai tuntas. Mengenai fisik, ia tak ragu dan optimis mampu mencapai garis finis.

Persiapan tim Drum Band juga tak kalah maksimal. Tim Drum Band dari SMA Bina Utama Pontianak, misalnya, sebelum beratraksi terlebih dahulu melakukan pemanasan. “Sebelum beratraksi, memang harus pemanasan, agar saat bermain tidak kaku dan grogi. Semua pemegang alat musik harus pemanasan,” ujar Joko, pelatih tim Drum Band SMA Bina Utama Pontianak, kepada Pontianak Post.

Diceritakan Joko, tahun ini SMA Bina Utama Pontianak ikut berpartisipasi dalam acara tahunan kerjasama Pemerintah Kota Pontianak  dan Pontianak Post, dalam rangkaian acara Hari Jadi Kota Pontianak ke 245. Untuk persiapan Drum Band, sudah disiapkan sejak 2 minggu lalu. “Yang lama itu persiapan busana fashion road. Meraka sudah jauh-jauh hari mempersiapkan untuk ikut lomba ini,” terangnya.

Ajang tahunan ini salah satu ajang terbesar di Pontianak. Makanya, tim Drum Band di bawah binaannya dipersiapkan sematang mungkin. Targetnya tentu menjadi juara seperti yang pernah didapat SMA Bina Utama beberapa tahun lalu.

Untuk memikat hati juri agar terpilih jadi pemenang, kali ini Drum Band Bina Utama lebih menonjolkan sisi harmoni, dan memperindah formasi barisan. “Kita banyak bermain harmoni. Suara terompet jadi andalannya. Untuk formasi barisan saya yakin juga bisa jadi penilaian plus juri. Kita ada bawa lagu anak, yang kita aransemen musiknya jadi ngepop. Patsinya keren. Untuk mengitari rute Jalan Gajah Mada, total kita mainkan 6 lagu,” terangnya.

Untuk masalah fisik pemain Drum Band, memang jadi pikiran Joko. “Persiapan kita ini sebenarnya masih kurang. Tapi saya optimis, anak-anak dapat sampai di finis,” tandasnya.

Rasa optimis Sintia Dewi, salah satu peserta Drum Band perwakilan SMAN 4 Pontianak juga tak kalah bergelora. “Kita optimis bisa jadi juara bang,” ucap pemain bas drum itu.

Selain menjual skil permainan drum band, busana juga dapat memikat hati tim penilai. Pakaian khas melayu Pontianak corak insang berwarna merah dipilih peserta tim drum band ini. Dengan pakaian dan permainan yang bagus, ia rasa tim Drum Bandnya dapat menjadi juara. Ketika ditanya persiapan timnya menghadapi gelaran tahunan ini, ia mengatakan persiapannya sudah sejak tiga minggu lalu. “Kita banyak bawa lagu, diantaranya PDBI, aek kapuas, rekayasa dan ekspresi,” ucapnya.(iza)

Berita Terkait