Ribuan Warga Bumbun Gelap Gulita

Ribuan Warga Bumbun Gelap Gulita

  Selasa, 12 April 2016 09:56
ASPIRASI : Kades Bumbun beserta jajarannya menyampaikan aspirasi kepada Ketua DPRD Mempawah. WAHYU/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

MEMPAWAH- Meski secara geografis Kabupaten Mempawah menjadi daerah terdekat dengan Ibukota Provinsi Kalbar, namun tidak menjamin seluruh masyarakat nya mendapatkan pelayanan. Seperti yang terjadi di Desa Bumbun Kecamatan Sadaniang. Sejak puluhan tahun silam, warga disana hidup dalam keadaan gelap gulita.

Ketidakberdayaan Perusahaan Listrik Negara (PLN) dalam memberikan pelayanan penerangan bagi masyarakat Desa Bumbun, tentu menjadi catatan buruk perjalanan pemerintahan daerah. Mengingat, pelayanan publik menjadi suatu keharusan yang diberikan negara kepada masyarakatnya.

“Kami berharap Bapak Ketua DPRD dapat memperjuangkan aspirasi 3. 700 warga Desa Bumbun untuk mendapatkan pelayanan listrik dari PLN. Sebab, sudah puluhan tahun warga kami tidak menikmati penerangan seperti yang sudah diberikan kepada warga didaerah lainnya,” lirih Kepala Desa (Kades) Bumbun, Iman Lewi didampingi Sekdes, Asikin, dan Ketua BPD, Musto diruang kerja Ketua DPRD, DR. H. Rahmad Satria, SH, MH, Senin (11/4).

Iman menyebut, selama ini warga Desa Bumbun terpaksa menggunakan alat penerangan seadanya untuk memenuhi kebutuhan listrik di malam hari. Meski harus mengambil resiko kebakaran, warga tidak memiliki pilihan lain untuk mendapatkan penerangan.

“Terpaksa mereka pakai lilin, genset maupun pelita. Terutama bagi warga yang menggunakan lilin dan pelita sangat beresiko terjadi kebakaran. Bahkan, sudah pernah ada rumah warga yang terbakar akibat api lilin,” tuturnya.

Tidak adanya penerangan, berdampak terhadap aktivitas masyarakat pada malam hari. Terutama bagi para siswa, yang harus terkendala untuk belajar maupun menyelesaikan pekerjaan rumah (PR) pada malam hari.

“Bahkan, persoalan operasional desa yang membutuhkan aliran listrik pun harus terganggu. Misalnya untuk menulis laporan atau membuat dokumen lainnya. Sementara ini, kami terpaksa menggunakan mesin genset,” katanya.

Selain listrik, Kades pun mengeluhkan tidak adanya jaringan komunikasi yang menyambungkan dengan akses internet di desa nya. Akibatnya, warga Desa Bumbun tidak bisa menikmati layanan internet seperti yang telah dinikmati masyarakat di wilayah perkotaan.

“Biasanya untuk mengentri data online, kami harus pergi ke Kecamatan Anjongan. Termasuk harus menginap di Kecamatan Anjongan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut,” tukasnya.

Menanggapi aspirasi masyarakat itu, Rahmad Satria merasa terenyuh dengan kondisi masyarakat Desa Bumbun yang sampai saat ini belum bisa menikmati penerangan lsitrik dari PLN. Harsunya, PLN lebih maksimal dalam menjangkau daerah-daerah yang jauh dari wilayah perkotaan.

“Saya sangat prihatin dengan kondisi masyarakat disana (Desa Bumbun). Sangat miris sekali dengan usia kemerdekaan selama 70 tahun, namun masih ada masyarakat kita yang belum merasakan kemerdekaan pelayanan dari pemerintah. Bahkan bukan hanya Desa Bumbun, beberapa desa lain diwilayah itu juga belum mendapatkan listrik,” papar Rahmad Satria.

Menurut Legislator Partai Golkar itu, masyarakat di Desa Bumbun dan sekitarnya layaknya mendapatkan akses penerangan listrik. Mengingat penerangan menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi pemerintah disamping sarana dan prasarana air bersih. Apalagi, keberadaan listrik ini sangat vital dalam menunjang kelancaran fasilitas lainnya seperti pendidikan, rumah ibadah, kantor desa dan perumahan warga.

“Bagaimana siswa bisa belajar pada malam hari kalau tidak ada penerangan. Mereka pun terbatas informasinya lantaran tidak ada jaringan internet dan minimnya komunikasi. Akibatnya, mereka akan semakin tertinggal dengan daerah-daerah lainnya,” sesal Rahmad Satria.

Karenanya, Ketua DPRD tiga periode itu berjanji akan menindaklanjuti aspirasi masyarakat Desa Bumbun dengan maksimal. Dalam waktu dekat ini, DPRD akan menemui pihak PLN Kalbar untuk membicarakan masalah pelayanan listrik di daerah itu.

“Kami akan berjuang dengan sangat keras agar warga Desa Bumbun dan desa lainnya mendapatkan pelayanan listrik. Sudah saatnya mereka mendapatkan pelayanan listrik dari PLN,” tegasnya mengakhiri.(wah)

Berita Terkait