Ribuan Tamu Bakal Hadiri FSBM

Ribuan Tamu Bakal Hadiri FSBM

  Sabtu, 15 Oktober 2016 09:37

Berita Terkait

SINGKAWANG - Ribuan tamu undangan dari berbagai daerah kabupaten/kota akan menghadiri Festival Seni Budaya Melayu (FSBM) Ke-XI yang akan dipusatkan di Stadion Sepakbola Kridasana, Singkawang, Kalimantan Barat.

Tamu undangan dari perwakilan maupun utusan dari pemerintah daerah kabupaten/ kota khusus hadir untuk merayakan dan melestarikan seni budaya melayu di Kalimantan Barat. Supaya seni budaya melayu yang sudah ada dalam lingkungan masyarakat tidak hengkang di telan zaman.

“Kegiatan ini sudah menjadi agenda rutin pemerintah provinsi Kalimantan Barat. Setiap dua tahun sekali kabupaten/kota harus menyelenggarakan festival seni budaya melayu secara bergilir,” kata Ketua Panitia FSBM XI Syech Bandar, Jumat (14/10).

Dia mengatakan kegiatan festival seni budaya melayu ini akan menampilkan corak dan ragam dari berbagai daerah kabupaten/kota. Perlombaan akan digulirkan dan dihibur oleh berbagai artis nasional untuk memeriahkan festival seni budaya melayu di Kota Singkawang.

Ia menuturkan dengan adanya kegiatan festival seni budaya melayu diharapkan tujuan melestarikan budaya melayu dapat tercapai. Serta kegiatan ini juga bisa dijadikan iven pariwisata bagi tamu udangan yang akan hadir di Kota Singkawang.

“Kegiatan ini sangat banyak manfaatnya. Tidak hanya melestarikan budaya melayu. Tetapi hotel dan rumah makan akan banyak dikunjungi. Selain itu kegiatan ini juga membantu pedagang kecil untuk menambah penghasilan. Serta lahan parkir bisa dikelola oleh masyarakat sekitar,” ungkap Bandar yang saat ini juga menjabat sebagai Sekda Kota Singkawang.

Tokoh Pemuda Kota Singkawang Hasan Akbar menambahkan festival seni budaya melayu sangat baik dilaksanakan dalam lingkungan masyarakat. Namun kegiatan ini juga harus melahirkan sumbangsih bagi masyarakat lainnya. Sehingga kegiatan festival seni budaya melayu lebih bermanfaat dan dapat dikenal oleh masyarakat  luas skala nasional maupun manca negara.

“Seni budaya melayu sangat unik dan memiliki ciri khas tersendiri. Keunikan itu harusnya bisa disampaikan kepada masyarakat luas. Supaya kultur budaya melayu tidak tenggelam ditelan zaman baik sejarah maupun seni budaya melayu,” ungkapnya.

Dia meminta kegiatan festival seni budaya melayu tidak hanya perlombaan. Tetapi secara historis budaya melayu sudah ada sejak dahulu di wilayah Kalimantan Barat. Sehingga kearifan lokal dari seni budaya melayu bisa muncul di permukaan bersama kultur budaya masyarakat lain.

Ia mengungkapkan banyak peninggalan sejarah yang perlu dijaga dan dilestarikan. Peninggalan sejarah tersebut merupakan salah satu seni karya yang dimiliki oleh masyarakat melayu di Kalimantan Barat. Namun nilai seni karya yang dihasilkan oleh masyarakat kultur melayu kurang diperhatikan dalam kegiatan kemasyarakatan maupun pemerintahan di Kota Singkawang dan Kalimantan Barat.

“Peninggalan sejarah merupakan saksi bisu dari hasil karya seni masyarakat melayu sejak zaman dahulu. Adapun peninggalan seni budaya melayu sudah banyak hilang dan kurang terawat. Ini perlu menjadi perhatian khusus pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Supaya karya seni  budaya melayu bisa dijaga dan dilestarikan sebagai destinasi wisata budaya pendidikan sejarah,” imbuh Hasan Akbar. (irn)

 

Berita Terkait