Ribuan Rumah Terendam Warga Butuh Bantuan

Ribuan Rumah Terendam Warga Butuh Bantuan

  Sabtu, 13 February 2016 09:12
MAIN HP: Seorang warga bermain HP di depan rumahnya yang tergenang banjir di Dusun Lubuk Lagak, Desa Lubuk Dagang, Kecamatan Sambas, Jumat (12/2) kemarin. Ribuan rumah di Sambas terendam banjir akibat tingginya intensitas hujan selama empat hari terakhir.

Berita Terkait

SAMBAS - Empat hari sudah banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sambas. Meski debit air sudah mulai surut, ribuan rumah warga masih terendam. Kini warga pasrah dengan kondisi yang ada. Berbagai bantuan mulai datang namun belum ke semua wilayah banjir.

Salah satu wilayah yang cukup parah terkena banjir adalah Dusun Lubuk Lagak, Desa Lubung Dagang, Kecamatan Sambas.  Sampai Jumat (12/2) kemarin, air masih menggenangi rumah-rumah warga. Jalan dusun tergenang, bahkan tingginya menyamai dada orang dewasa. Di dusun ini setidaknya ada 265 rumah warga yang terendam banjir. Total ada 363 keluarga atau sekitar 1600 jiwa yang terkena dampaknya.  

Warga harus membuat panggung untuk tidur. Mereka sudah melalui malam tanpa listrik. Pasalnya PLN harus memutuskan aliran listrik karena dikhawatirkan terkena air.Kadus Lubuk Lagak Abdul Muis (46)  mengatakan, banjir yang terjadi akibat meluapnya Sungai Teberau. "Sudah empat hari ini kami dilanda banjir. Ada sekitar 130 bayi,  72 lansia dan sembilan ibu hamil di dusun kami,” kata Abdul Muis ditemui di posko dapur umum Lubuk Lagak Jumat (12/2) kemarin.

‎Terkait perkebunan karet warga, katanya, sekitar ratusan hektar kebun karet warga tidak bisa ditoreh. Tentunya warga akan merugi. Jika dalam seminggu ini banjir belum surut, dipastikan penadah atau penampung karet hilang di bawah arus pasang. "Untuk saat ini warga belum mengungsi, karena warga berinisiatif membuat parak (sejenis panggung) di dalam rumah. Warga tetap bertahan di rumah masing-masing," ungkapnya.

Sementara itu, Daud (58), warga Dusun Lubuk Lagak  mengatakan, banjir tahun ini lebih parah dari tahun-tahun sebelumnya. Selain banjir kiriman dari perhuluan Sungai Sambas dan Bengkayang, banjir disebabkan karena pendangkalan serta penyempitan Sungai Teberau. "Dulu sungai ini sangat luas. Banjir tidak pernah seperti ini. Dari hulu sungai terlihat penyempitan, sehingga masyarakat meminta sungai diperdalam dan diperluas, " ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Semanga Kecamatan Sejangkung, Jube, mengatakan, hingga kini belum ada bantuan yang datang. Di desa yang ia pimpin banyak rumah terendam, karena secara geografis wilayahnya rendah.Secara rinci, kata dia, di Dusun Senabah ada 172 rumah atau 210 Kepala keluarga (KK) atau 802 jiwa, Dusun Sajingan Kecil sebanyak 152 rumah (158 KK atau 637 jiwa), Dusun Semakuan 127 rumah (130 KK atau 524 jiwa), Dusun Setambah 143 rumah (146 KK, 584 jiwa). “Ketinggian air mulai 90 cm sampai dengan 185 cm. Debit air terus meningkat. Naik 10 centi,” katanya.

Selain mengharapkan bantuan pemda, ia mengatakan belum adanya bantuan dari dua perusahaan yang berinvestasi di desa Semanga tersebut. “Belum ada bantuan dari dua perusahaan itu padahal kita sudah komunikasikan, kan semua juga untuk warga,” katanya.Selain itu, kata dia, ada empat sekolah mulai SD dan SMP terpaksa diliburkan karena tidak memungkinkan menggelar proses belajar mengajar yang efektif.

Terpisah, Ketua Tim Tanggap Darurat Banjir Kabupaten Sambas Uray Santosa mengatakan, banjir yang melanda Kabupaten Sambas sudah hampir merata, sedangkan di Kecamatan Pemangkat dan Paloh hanya pasang laut dan abrasi.Untuk penanggulangan banjir ini, Pemkab Sambas menyiapkan 12 Ton beras di Badan Ketahanan Pangan, dan akan segera didistribusikan, sedangkan kekurangannya telah diusulkan Dinas Sosial ke Provinsi Kalbar. Selain itu sudah didistribusikan sejumlah bantuan baik di Sambas maupun Sajad, berupa sejumlah makanan pokok, lauk pauk, selimut, hingga terpal.

Sedangkan untuk penanggulangan kesehatan warga korban banjir. Pemkab meminta Dinas Kesehatan, Puskesmas terus memantau, sedangkan untuk puskesmas pembantu (pustu) siaga 24 jam.Selain itu, kata dia, bagi sekolah-sekolah yang berada diwilayah banjir sementara waktu diliburkan sampai batas waktu memungkinkan untuk melakukan proses belajar mengajar. "Kita telah mengimbau kepada kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) agar tanggap memberikan bantuan, termasuk kepada perusahaan yang berinvestasi di Kabupaten Sambas," ujar Uray Santosa.

Bagi perusahaan , kata dia, yang akan menyerahkan bantuan untuk berkordinasi dengan Tim di Posko Penanggulangan Bencana. “Tujuannya agar memudahkan pendataan bantuan, selain itu agar tidak menumpuk disuatu titik saja, mengingat banjir yang terjadi di Kabupaten Sambas meluas,” katanya.Selain itu, kata dia, akibat banjir ini sejumlah sarana prasarana infrastuktur rusak, seperti jembatan di Sajingan dan Temajuk, bahkan adanya tanggul tambak jebol di Pemangkat. “Ini akan menjadi perhatian kita, diharapkan untuk menanggulanginya maka bisa dimasukkan dalam program musrenbang kecamatan untuk bisa direalisasikan tahun mendatang,” katanya.Apalagi, kata dia, ada ratusan hektar tanaman warga yang tergenang air ini juga akan ditanggulangi meski pun belum sempat mengalami puso. (har)

Berita Terkait