Ribuan Peserta BPJS Dinonaktifkan

Ribuan Peserta BPJS Dinonaktifkan

  Jumat, 19 Agustus 2016 09:23
Ilustrasi

Berita Terkait

SINGKAWANG — Badan Penyelanggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Singkawang menonaktifkan kepesertaan bagi 53.675 jiwa peserta yang menunggak iuran sesuai dengan Peraturan Presiden (perpres) nomor 19 tahun 2016 untuk wilayah kota Singkawang, Kabupaten Bengkayang dan Kabupaten Sambas.

“Dari data Per agutus BPJS Kesehatan Cabang Singkawang peserta yang dinonaktifkan per Agustus sebagai berikut Kota Singkawang 11.982 jiwa, Kabupaten Sambas 27.966 jiwa dan Kabupaten Bengkayang 13.709 jiwa sehingga total Singbebas 53.657 jiwa,” ungkap Kepala BPJS Kesehatan Cabang Singkawang Mardani kepada koran ini Selasa baru baru ini.

Penonaktifan ini, kata Mardani, sudah disosialisasikan ke masyarakat bahkan pihaknya juga melakukan pemasangan spanduk di puskesm-puskesma yang ada. “Kita sudah sosialisasikan ke masyarakat,” katanya. Ia mengatakan sejak 1 Juli 2016 ini memang ada perubahan ketentuan mengenai pemberhentian sementara penjaminan peserta dan pengenaan denda. Pembayaran iuran jaminan kesehatan lebih dari satu bulan sejak tanggal 10 tidak lagi terdapat denda sebesar 2% tetapi penjaminan peserta diberhentikan sementara alias dinonaktifkan.

“Jika peserta BPJS kesehatan tidak bayar iuran bulan Juli 2016, lalu membayar lewat tanggal 10 Agutus maka kena denda, pemberlakuan denda ini dibebankan saat peserta menjalani rawat inap di rumah sakit,” katanya.

Sehingga jangan heran nantinya, kata dia, jika ada peserta bakal “kebayaran” akibat tunggakan yang dilakukan. Oleh sebab itu, kata dia, jika hal ini tak ingin terjadi maka disiplin dalam penyetoran iuran. “Kan ini juga untuk yang bersangkutan dan kepentingan bersama,” himbaunya.

Peserta akan dinyatakan aktif kembali setelah memenuhi persyaratan yaitu mereka membayar akumulasi tunggakan yang ada. Selain itu, dalam kurun waktu 45 hari sejak pengaktifan kembali, peserta wajib membayar denda untuk setiap pelayanan kesehatan rawat inap yang diperolehnya selama menjadi peserta BPJS Kesehatan. “Besaran denda dalam Perpres terbaru tersebut memang lebih besar dari aturan sebelumnya. Karena peserta yang menunggak akan dikenai besaran denda sebesar 2,5% dari biaya pelayanan kesehatan dikalikan bulan tertunggak,” katanya. (har)

Berita Terkait